Rezim Maduro Terancam Diinvasi AS, Jenderal Rusia Muncul di Venezuela
Senin, 24 November 2025 - 12:18 WIB
loading...
A
A
A
Jenderal dan sekitar 90 personel militer Rusia ditempatkan di Caracas, sementara sisanya ditempatkan di fasilitas-fasilitas di Maracaibo, La Guaira, dan di Pulau Avedes.
“Unit-unit Rusia kemungkinan akan tetap berada di Venezuela meskipun Amerika Serikat memutuskan untuk mengambil tindakan militer. Rusia akan mencoba berbicara langsung dengan Washington, memanfaatkan kehadiran pasukannya di negara itu sebagai kedok,” kata Budanov.
Pada awal November, diketahui bahwa di Caracas, ibu kota Venezuela, para kadet militer mulai berlatih mengoperasikan drone FPV menggunakan simulator.
Stasiun pelatihan menggunakan salah satu simulator komersial paling populer, FPV Kamikaze Drone, yang tersedia di Steam.
Ini adalah pertama kalinya Venezuela mengonfirmasi upaya untuk memperkenalkan drone FPV ke dalam militernya. Venezuela adalah salah satu dari sedikit negara di Amerika Latin–kemungkinan satu-satunya—yang secara terbuka menunjukkan adanya program aktif untuk melatih para kadetnya dalam mengoperasikan drone FPV.
Pada pertengahan bulan ini, Rusia menyatakan siap menolong Venezuela ketika Amerika Serikat meningkatkan pengerahan aset-aset tempurnya, termasuk kapal induk tercanggih, ke dekat negaranya Maduro tersebut.
Washington berdalih pengerahan kekuatan militer itu untuk operasi antinarkotika, namun Caracas khawatir itu bagian dari upaya menggulingkan rezim Maduro.
"[Rusia] siap untuk bertindak sepenuhnya dalam kerangka kewajiban yang disepakati bersama dalam perjanjian ini dengan sahabat-sahabat Venezuela kami," kata Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov saat itu.
Perjanjian yang dimaksud adalah perjanjian kemitraan strategis kedua negara yang diteken pada Mei lalu. Meskipun kemitraan tersebut belum berlaku, Lavrov mengindikasikan bahwa hal itu "hampir terwujud".
“Unit-unit Rusia kemungkinan akan tetap berada di Venezuela meskipun Amerika Serikat memutuskan untuk mengambil tindakan militer. Rusia akan mencoba berbicara langsung dengan Washington, memanfaatkan kehadiran pasukannya di negara itu sebagai kedok,” kata Budanov.
Pada awal November, diketahui bahwa di Caracas, ibu kota Venezuela, para kadet militer mulai berlatih mengoperasikan drone FPV menggunakan simulator.
Stasiun pelatihan menggunakan salah satu simulator komersial paling populer, FPV Kamikaze Drone, yang tersedia di Steam.
Ini adalah pertama kalinya Venezuela mengonfirmasi upaya untuk memperkenalkan drone FPV ke dalam militernya. Venezuela adalah salah satu dari sedikit negara di Amerika Latin–kemungkinan satu-satunya—yang secara terbuka menunjukkan adanya program aktif untuk melatih para kadetnya dalam mengoperasikan drone FPV.
Pada pertengahan bulan ini, Rusia menyatakan siap menolong Venezuela ketika Amerika Serikat meningkatkan pengerahan aset-aset tempurnya, termasuk kapal induk tercanggih, ke dekat negaranya Maduro tersebut.
Washington berdalih pengerahan kekuatan militer itu untuk operasi antinarkotika, namun Caracas khawatir itu bagian dari upaya menggulingkan rezim Maduro.
"[Rusia] siap untuk bertindak sepenuhnya dalam kerangka kewajiban yang disepakati bersama dalam perjanjian ini dengan sahabat-sahabat Venezuela kami," kata Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov saat itu.
Perjanjian yang dimaksud adalah perjanjian kemitraan strategis kedua negara yang diteken pada Mei lalu. Meskipun kemitraan tersebut belum berlaku, Lavrov mengindikasikan bahwa hal itu "hampir terwujud".
Lihat Juga :