Meski Imbalannya Normalisasi Israel dengan Arab Saudi, Netanyahu Tolak Negara Palestina

Jum'at, 21 November 2025 - 19:15 WIB
loading...
Meski Imbalannya Normalisasi...
Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu. Foto/anadolu
A A A
TEL AVIV - Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu mengatakan pembentukan negara Palestina "bukanlah satu pilihan, bahkan sebagai bagian dari upaya mencapai normalisasi dengan Arab Saudi". Ia menyampaikan pernyataan tersebut dalam wawancara dengan kanal berbahasa Ibrani Abu Ali Express di Telegram.

Pernyataan Netanyahu muncul di saat dukungan internasional untuk solusi dua negara sedang meningkat.

Pemerintah Israel terus menolak pendekatan ini dan melemahkannya di lapangan melalui perluasan permukiman Yahudi dan penggusuran warga Palestina di Tepi Barat yang diduduki.

Netanyahu menyatakan, "Negara Palestina tidak ada dalam rencana saya, bahkan dalam konteks upaya normalisasi dengan Arab Saudi."

Ia menambahkan, "Apa yang dikatakan secara publik tidak selalu mencerminkan apa yang terjadi dalam perundingan tertutup", yang menunjukkan kontak politik dengan Arab Saudi terus berlanjut meskipun ada sikap publik.

Dalam konferensi pers bersama dengan Presiden AS Donald Trump di Gedung Putih pada Selasa malam, Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman mengatakan, "Kami ingin bergabung dengan Perjanjian Abraham (untuk menormalisasi hubungan dengan Israel) dalam sebuah proses yang memastikan solusi dua negara dan perdamaian antara Palestina dan Israel."

Trump sangat ingin mengamankan normalisasi antara Arab Saudi dan Israel, kekuatan penjajah di Palestina, tetapi Riyadh secara konsisten mengaitkan setiap langkah dengan jalur yang jelas menuju pembentukan negara Palestina.

Baca juga: Mengapa Brunei Tidak Mau Bergabung dengan Malaysia? Ini Sejarahnya
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Wanita Ini Dihujat karena...
Wanita Ini Dihujat karena Sebut Islam Organisasi Teroris, Sekarang Malah Dapat Donasi Rp2,5 Miliar
Trump Ancam Tak Tolong...
Trump Ancam Tak Tolong Negara-negara NATO karena Tolak Bantu AS Melawan Iran
Tuduh AS Biang Kisruh,...
Tuduh AS Biang Kisruh, Kim Jong-un: Korut Akan Jalankan Posisinya sebagai Negara Nuklir
Iran Dapat Rp5.360 Triliun...
Iran Dapat Rp5.360 Triliun Jadi Inti Kesepakatan dengan AS, tapi Siapa yang Bayar?
Siapa Ahmed Wishah?...
Siapa Ahmed Wishah? Jurnalis Al Jazeera yang Dibunuh Israel
Menhan Negara NATO Salahkan...
Menhan Negara NATO Salahkan Trump atas Penutupan Selat Hormuz
Timnas Iran Tinggalkan...
Timnas Iran Tinggalkan Surat Tulisan Tangan di Ruang Ganti Piala Dunia 2026
Kematian Akibat Wabah...
Kematian Akibat Wabah Ebola di RD Kongo Tembus 200 Orang
Gawat! Delegasi Iran...
Gawat! Delegasi Iran Walk Out dari Perundingan Damai dengan AS
Rekomendasi
KTM 790 Duke 2027 Diperkenalkan...
KTM 790 Duke 2027 Diperkenalkan Kini Lebih Agresif
Haaland Cetak Brace,...
Haaland Cetak Brace, Norwegia Paksa Senegal Angkat Koper Lebih Cepat
Qodari: Haji 2026 Lancar,...
Qodari: Haji 2026 Lancar, Masa Tunggu Dipangkas dan Layanan Ditingkatkan
Berita Terkini
Wanita Ini Dihujat karena...
Wanita Ini Dihujat karena Sebut Islam Organisasi Teroris, Sekarang Malah Dapat Donasi Rp2,5 Miliar
Viral, Robot China Ini...
Viral, Robot China Ini Mengemis di Jalan untuk Bayar Listrik
Trump Ancam Tak Tolong...
Trump Ancam Tak Tolong Negara-negara NATO karena Tolak Bantu AS Melawan Iran
Keir Starmer, PM yang...
Keir Starmer, PM yang Baik, tapi Kenapa Dibenci?
Aktivis Zionis: 15 Tahun...
Aktivis Zionis: 15 Tahun Lagi, Israel Akan Perang dengan Mesir
Tuduh AS Biang Kisruh,...
Tuduh AS Biang Kisruh, Kim Jong-un: Korut Akan Jalankan Posisinya sebagai Negara Nuklir
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved