Bayi Ini Minum Cairan Pembersih yang Dikira Susu, Langsung Serangan Jantung dan Separuh Lidah Hilang
Kamis, 20 November 2025 - 14:40 WIB
loading...
Seorang bayi di Inggris meminum cairan pembersih saluran air yang dikira susu. Dalam hitungan detik, dia kehilangan separuh lidah karena terbakar dan sempat henti jantung. Foto/GoFundMe
A
A
A
LONDON - Seorang bayi laki-laki berusia 13 bulan asal Birmingham, Inggris, menderita cedera parah setelah secara tidak sengaja meminum cairan pembersih saluran air yang dikiranya susu.
Menurut laporan Wales Online, Kamis (20/11/2025), insiden itu terjadi pada bulan Mei ketika bayi bernama Sam Anwar tersebut menyelinap di belakang ibunya, Mukhtara, yang sedang membersihkan kamar mandi dan mengambil sebotol soda kaustik putih yang tertinggal di lantai.
Dalam hitungan detik, cairan korosif itu membakar bibir, lidah, mulut, dan saluran pernapasannya, membuatnya berjuang untuk hidup.
Baca Juga: Siswi Kelas 6 Meninggal setelah Dihukum Sit-up 100 Kali karena Datang Terlambat
Sam dilarikan ke Rumah Sakit Wanita dan Anak Birmingham, di mana kerusakannya terus memburuk. Di unit gawat darurat, bayi itu sempat mengalami henti jantung.
Ayahnya, Nadeen Alshameri, seorang pekerja gudang berusia 37 tahun, menyaksikan para dokter berjuang menyelamatkan putranya.
"Dia mengira botol itu susu," katanya. "Saat kami menyadari apa yang terjadi, cairan itu sudah membakarnya. Di rumah sakit, cairan itu membakar saluran pernapasan dan mulutnya. Dia tidak bisa bicara sekarang. Dokter mengatakan mereka belum pernah melihat kasus seperti ini," paparnya.
Cederanya sangat parah sehingga Sam kehilangan separuh lidahnya. Dia tidak bisa makan, minum, atau menelan.
Awalnya, dokter memberinya makan melalui selang di hidungnya, tetapi karena kondisinya berubah, mereka harus memasukkan selang makanan permanen langsung ke perutnya.
Bekas luka di dalam mulutnya menjadi sangat sempit sehingga menutup, hanya menyisakan lubang kecil. Ruang tersebut terlalu kecil untuk makanan atau cairan, dan dokter tidak dapat memeriksa mulutnya secara menyeluruh tanpa operasi.
Para spesialis mengatakan ini adalah salah satu kasus paling serius yang pernah mereka lihat pada anak sekecil itu. Beberapa dari mereka menggambarkan kemungkinan bertahan hidupnya sebagai "satu dari sejuta".
Sam kini berusia 18 bulan dan telah kembali ke rumah, tetapi hidupnya jauh dari normal. Dia sepenuhnya bergantung pada selang makanan dan masih belum bisa berbicara.
Ayahnya mengatakan dia sedang menunggu operasi rekonstruksi darurat untuk memperbaiki luka bakar internal dan membuka kembali mulutnya.
Keluarganya berharap, tetapi dokter telah memperingatkan mereka bahwa pemulihan Sam akan membutuhkan waktu, kesabaran, dan beberapa prosedur yang rumit.
Menurut laporan Wales Online, Kamis (20/11/2025), insiden itu terjadi pada bulan Mei ketika bayi bernama Sam Anwar tersebut menyelinap di belakang ibunya, Mukhtara, yang sedang membersihkan kamar mandi dan mengambil sebotol soda kaustik putih yang tertinggal di lantai.
Dalam hitungan detik, cairan korosif itu membakar bibir, lidah, mulut, dan saluran pernapasannya, membuatnya berjuang untuk hidup.
Baca Juga: Siswi Kelas 6 Meninggal setelah Dihukum Sit-up 100 Kali karena Datang Terlambat
Sam dilarikan ke Rumah Sakit Wanita dan Anak Birmingham, di mana kerusakannya terus memburuk. Di unit gawat darurat, bayi itu sempat mengalami henti jantung.
Ayahnya, Nadeen Alshameri, seorang pekerja gudang berusia 37 tahun, menyaksikan para dokter berjuang menyelamatkan putranya.
"Dia mengira botol itu susu," katanya. "Saat kami menyadari apa yang terjadi, cairan itu sudah membakarnya. Di rumah sakit, cairan itu membakar saluran pernapasan dan mulutnya. Dia tidak bisa bicara sekarang. Dokter mengatakan mereka belum pernah melihat kasus seperti ini," paparnya.
Cederanya sangat parah sehingga Sam kehilangan separuh lidahnya. Dia tidak bisa makan, minum, atau menelan.
Awalnya, dokter memberinya makan melalui selang di hidungnya, tetapi karena kondisinya berubah, mereka harus memasukkan selang makanan permanen langsung ke perutnya.
Bekas luka di dalam mulutnya menjadi sangat sempit sehingga menutup, hanya menyisakan lubang kecil. Ruang tersebut terlalu kecil untuk makanan atau cairan, dan dokter tidak dapat memeriksa mulutnya secara menyeluruh tanpa operasi.
Para spesialis mengatakan ini adalah salah satu kasus paling serius yang pernah mereka lihat pada anak sekecil itu. Beberapa dari mereka menggambarkan kemungkinan bertahan hidupnya sebagai "satu dari sejuta".
Sam kini berusia 18 bulan dan telah kembali ke rumah, tetapi hidupnya jauh dari normal. Dia sepenuhnya bergantung pada selang makanan dan masih belum bisa berbicara.
Ayahnya mengatakan dia sedang menunggu operasi rekonstruksi darurat untuk memperbaiki luka bakar internal dan membuka kembali mulutnya.
Keluarganya berharap, tetapi dokter telah memperingatkan mereka bahwa pemulihan Sam akan membutuhkan waktu, kesabaran, dan beberapa prosedur yang rumit.
(mas)
Lihat Juga :