China Ancam Tindakan Keras Jika PM Jepang Tak Cabut Komentarnya soal Taiwan

Kamis, 20 November 2025 - 10:11 WIB
loading...
A A A
China melarang produk-produk akuatik tersebut selama hampir dua tahun karena apa yang dikatakannya merupakan kekhawatiran tentang pembuangan air limbah olahan Jepang dari pembangkit listrik tenaga nuklir Fukushima.

Larangan kali ini pemicunya diyakini berasal dari komentar PM Takaichi, yang disampaikan kepada Parlemen Jepang pada 7 November. Pernyataan tersebut menyatakan bahwa serangan China terhadap Taiwan dapat menjadi situasi yang mengancam kelangsungan hidup bagi Tokyo, yang akan membenarkan respons militer Jepang.

Ketika ditanya tentang larangan impor seafood Jepang yang dihidupkan kembali, Mao mengatakan Jepang telah gagal menyediakan materi teknis yang dijanjikan.

"Saat ini, bahkan jika produk tersebut diekspor ke China, tidak akan ada pasar," ujarnya, tanpa mengonfirmasi bahwa larangan tersebut telah diberlakukan kembali.

Awal bulan ini, Jepang mengirimkan enam ton kerang beku ke China, pengiriman pertama sejak 2023. Sebelum larangan pada 2023, China, termasuk wilayah otonominya; Hong Kong, menyumbang lebih dari sepertiga dari seluruh ekspor seafood Jepang, menurut data resmi pada 2022.

Namun harapan untuk pengiriman lebih lanjut telah memudar akibat dampak dari perselisihan terbaru.

Beijing menganggap pernyataan Takaichi sebagai campur tangan dalam urusan dalam negeri China, dan tuntutannya agar dia mencabut komentar tersebut belum dipenuhi.

Beijing menganggap Taiwan sebagai bagian dari China yang dapat dipersatukan kembali dengan paksa jika perlu. Sebagian besar negara, termasuk Jepang dan Amerika Serikat, tidak mengakui Taiwan sebagai negara merdeka, tetapi Washington menentang segala upaya untuk merebut pulau yang memiliki pemerintahan sendiri itu dengan paksa dan berkomitmen untuk memasoknya dengan senjata.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
China akan Bawa AI ke...
China akan Bawa AI ke Setiap Ruang Kelas, dari SD hingga Universitas
Menipu hingga Rp17,8...
Menipu hingga Rp17,8 Triliun untuk Hidup Mewah, Miliarder Ini Dipenjara 30 Tahun
Korut Tuding Jepang...
Korut Tuding Jepang Berubah Jadi Negara Perang, Apa Pemicunya?
Media Pemerintah China:...
Media Pemerintah China: Jepang Benar-benar Simulasikan Serangan terhadap Kapal Induk Liaoning
Pembangkang China Ini...
Pembangkang China Ini Kabur ke Korea Selatan dengan Perahu Karet, Sekarang Muncul di Kanada
6 Pesawat Pengebom Nuklir...
6 Pesawat Pengebom Nuklir China dan Rusia Manuver Gabungan Dekati Jepang
Gaikindo Minta Stimulus...
Gaikindo Minta Stimulus Semua Jenis Kendaraan, Tak Hanya Mobil Listrik
Dipicu Kudeta 2021,...
Dipicu Kudeta 2021, Perang Saudara Myanmar Renggut Lebih dari 100 Ribu Jiwa
Korban Tewas Gempa Venezuela...
Korban Tewas Gempa Venezuela Nyaris 2.300 Orang, AS Kirim 2.000 Tentara Bantu Cari Korban
Rekomendasi
Profil Marc Cucurella,...
Profil Marc Cucurella, Mesin Assist Spanyol di Piala Dunia 2026
4 Amalan Hari Jumat...
4 Amalan Hari Jumat yang Jarang Diketahui, Pahalanya Dahsyat!
Nekat Melenceng dari...
Nekat Melenceng dari Jalur Bakal Disikat! Iran Ultimatum Keras soal Selat Hormuz
Berita Terkini
Serangan Rudal Gila-gilaan...
Serangan Rudal Gila-gilaan Rusia Gempur Ibu Kota Ukraina, 27 Orang Tewas
PBB Perkirakan Pembersihan...
PBB Perkirakan Pembersihan Puing-puing Gaza Perlu Waktu Lebih dari 140 Tahun
Iran Tegaskan Inspektur...
Iran Tegaskan Inspektur IAEA Tak akan Diberi Akses Apa pun ke Lokasi Nuklir yang Dibom
Pemerintah Suriah Terbuka...
Pemerintah Suriah Terbuka untuk Bertemu Hizbullah
PM Pakistan Sharif akan...
PM Pakistan Sharif akan Hadiri Pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran Khamenei
CIA akan Rilis Berkas...
CIA akan Rilis Berkas Baru Program Pengendalian Pikiran Terkait Nazi
Infografis
Tak Efektif Lawan China,...
Tak Efektif Lawan China, Taiwan Batalkan Proyek 60 Kapal Serbu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved