Bak Berburu Manusia, Para Turis Kaya Bayar Rp1,5 Miliar untuk Tembaki Orang-orang di Sarajevo
Kamis, 20 November 2025 - 08:32 WIB
loading...
A
A
A
Gavazzeni mengatakan dia pertama kali membaca laporan tentang dugaan "turis sniper" di media Italia pada tahun 1990-an, tetapi baru setelah menonton "Sarajevo Safari", sebuah film dokumenter tahun 2022 karya sutradara Slovenia, Miran Zupanič, dia mulai menyelidiki lebih lanjut.
Dalam film dokumenter tersebut, seorang mantan tentara Serbia dan seorang kontraktor mengeklaim bahwa sekelompok orang Barat menembaki penduduk sipil dari perbukitan di sekitar Sarajevo. Klaim tersebut telah dibantah keras oleh para veteran perang Serbia.
“Sarajevo Safari adalah titik awalnya,” kata Gavazzeni. “Saya memulai korespondensi dengan sutradara dan dari sana memperluas penyelidikan saya hingga saya mengumpulkan cukup materi untuk diajukan kepada jaksa Milan.”
Gavazzeni mengeklaim, “Banyak, banyak, banyak orang Italia diduga terlibat", tanpa memberikan angka pasti.
“Ada orang Jerman, Prancis, Inggris...orang-orang dari semua negara Barat yang membayar sejumlah besar uang untuk dibawa ke sana untuk menembak warga sipil," ujarnya.
“Tidak ada motivasi politik atau agama. Mereka adalah orang-orang kaya yang pergi ke sana untuk bersenang-senang dan kepuasan pribadi. Kita berbicara tentang orang-orang yang mencintai senjata api yang mungkin pergi ke lapangan tembak atau bersafari di Afrika," paparnya.
Dalam film dokumenter tersebut, seorang mantan tentara Serbia dan seorang kontraktor mengeklaim bahwa sekelompok orang Barat menembaki penduduk sipil dari perbukitan di sekitar Sarajevo. Klaim tersebut telah dibantah keras oleh para veteran perang Serbia.
“Sarajevo Safari adalah titik awalnya,” kata Gavazzeni. “Saya memulai korespondensi dengan sutradara dan dari sana memperluas penyelidikan saya hingga saya mengumpulkan cukup materi untuk diajukan kepada jaksa Milan.”
Gavazzeni mengeklaim, “Banyak, banyak, banyak orang Italia diduga terlibat", tanpa memberikan angka pasti.
“Ada orang Jerman, Prancis, Inggris...orang-orang dari semua negara Barat yang membayar sejumlah besar uang untuk dibawa ke sana untuk menembak warga sipil," ujarnya.
“Tidak ada motivasi politik atau agama. Mereka adalah orang-orang kaya yang pergi ke sana untuk bersenang-senang dan kepuasan pribadi. Kita berbicara tentang orang-orang yang mencintai senjata api yang mungkin pergi ke lapangan tembak atau bersafari di Afrika," paparnya.
Lihat Juga :