5 Drone Tempur yang Dipakai Negara Superpower, Mana yang Paling Efektif?

Rabu, 19 November 2025 - 14:08 WIB
loading...
A A A
Harga: USD1 – USD5 juta per unit

Dikembangkan oleh Chengdu Aircraft Industry Group (CAIG) Tiongkok, Wing Loong II adalah kendaraan udara tak berawak dengan ketinggian sedang dan daya tahan lama (MALE) yang dirancang untuk berbagai misi. Dari misi intelijen hingga serangan, alternatif MQ-9 Tiongkok ini merupakan drone hemat biaya yang telah menarik perhatian luas di Timur Tengah, Afrika, dan Asia.

Pertama kali diperkenalkan pada tahun 2015, Wing Loong II melakukan penerbangan perdananya pada tahun 2017 dan mulai beroperasi di tahun yang sama. Desain dan kemampuannya sangat terinspirasi oleh MQ-9 Reaper, tetapi Tiongkok telah berhasil memproduksi Wing Loong II dengan biaya yang jauh lebih rendah.

Beberapa atribut utamanya yang menjadikannya salah satu drone militer terbaik di tahun 2025 antara lain:

Hemat biaya: Wing Loong II memiliki kemampuan yang sebanding dengan MQ-9, tetapi dengan biaya yang jauh lebih murah.

Muatan yang luas: Mampu membawa amunisi sekitar dua kali lipat TB2 dan Anka, termasuk hingga 12 rudal udara-ke-darat.

Daya tahan lama: Drone ini dapat terbang hingga 32 jam, meskipun hanya 20 jam pada kecepatan maksimum 200 knot.

Potensi ekspor: Wing Loong II adalah salah satu drone tempur Tiongkok yang paling banyak diekspor. Integrasinya yang mudah dengan sistem persenjataan Tiongkok memberikan keuntungan bagi sekutu Tiongkok.

Wing Loong II digunakan oleh Angkatan Udara Tentara Pembebasan Rakyat (PLAAF), tetapi juga telah mendapatkan daya tarik di kalangan pelanggan internasional, terutama mereka yang tidak dapat membeli UAV Barat karena pembatasan politik. Drone ini digunakan oleh Arab Saudi, Mesir, UEA, Pakistan, dan banyak negara lainnya.

5. Kronstadt Orion (Rusia)

Peran: UCAV MALE untuk ISR dan Serangan

Muatan: 250 kg (Bom berpemandu KAB-20, KAB-50, rudal udara-ke-darat Vikhr-1)

Penggunaan tempur: Digunakan oleh Rusia di Suriah dan Ukraina

Harga: USD5 – USD10 juta per unit

Kronstadt Orion adalah drone MALE pertama yang diproduksi di dalam negeri oleh Rusia. Dikembangkan oleh Kronstadt Group

Sejak 2011, pesawat ini melakukan penerbangan perdananya pada tahun 2016 dan mulai beroperasi dengan Kementerian Pertahanan Rusia pada tahun 2020. Juga dikenal sebagai Inokhodets, yang berarti 'pelancong', drone sepanjang delapan meter (26 kaki) ini dapat membawa empat bom berpemandu atau empat rudal dengan muatan 250 kg.

Meskipun belum sesukses beberapa platform lain dalam daftar kami, Orion memiliki beberapa atribut utama yang menjadikannya salah satu drone militer terbaik yang beroperasi pada tahun 2025.

Daya tahan lama: Orion dapat terbang hingga 24 jam, sehingga mampu menjalankan misi jarak sangat jauh.

Kemampuan multiperan: Drone ini dapat melakukan misi pengintaian dan intelijen, serta serangan udara presisi dan operasi peperangan elektronik.

MALE Rusia pertama: Sebagai UCAV MALE pertama dari Rusia, Orion merupakan terobosan dan menjembatani kesenjangan antara drone taktis kecil dan UAV strategis besar. Kompatibel dengan amunisi Rusia: Orion menggunakan rudal dan bom berpemandu buatan Rusia, sehingga operator tidak perlu lagi bergantung pada sistem persenjataan buatan Barat.

Meskipun muatan Orion lebih kecil daripada Wing Loong II, muatannya sebanding dengan TB2 dan Anka. Muatannya dapat berupa kombinasi bom berpemandu KAB-20/50, bom bisu FAB-50, rudal berpemandu X-50, rudal anti-tank Kornet-D (setara rudal Hellfire milik Rusia), dan pod peperangan elektronik.

Saat ini, Orion hanya dioperasikan oleh Rusia, tetapi Kronstadt secara aktif mencari pelanggan internasional untuk platform tersebut. Versi ekspor Orion-E telah dipromosikan kepada pelanggan di Afrika, Asia, dan Timur Tengah sebagai alternatif drone Chinaatau Turki.

(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ukraina Menggila, Pertahanan...
Ukraina Menggila, Pertahanan Udara Rusia Hancurkan 5.000 Drone dalam Sepekan
Mantan Direktur CIA...
Mantan Direktur CIA Sebut Perang Drone Picu Bahaya dan Peluang, Ini 5 Alasannya
Negara Tetangga Indonesia...
Negara Tetangga Indonesia Ini dan Sekutunya Kembangkan Drone Bawah Laut
Mengejutkan! Iran Tembak...
Mengejutkan! Iran Tembak Jatuh 30 Drone Canggih MQ-9 Reaper AS, Total Harganya Rp16 Triliun
Dahsyatnya Balas Dendam...
Dahsyatnya Balas Dendam Ukraina, Luncurkan Hampir 600 Drone Sekaligus ke Rusia, 4 Tewas
24 Drone MQ-9 Reaper...
24 Drone MQ-9 Reaper AS Ditembak Jatuh Iran, Kerugiannya Capai Rp12,3 Triliun
Nokia Bangun Jaringan...
Nokia Bangun Jaringan Antidrone di Perbatasan Finlandia
AS Serang Iran, Ledakan...
AS Serang Iran, Ledakan Hebat Terdengar di Bandara Abbas hingga Pulau Qeshm
Arab Saudi Terbitkan...
Arab Saudi Terbitkan Paket Visa Elektronik untuk Pelancong Indonesia, Apa Itu?
Rekomendasi
Ketua Komite III DPD...
Ketua Komite III DPD RI Desak Kemenkes Percepat Pengadaan Alat Deteksi HIV pada Bayi
Kepala BPS Ungkap Progres...
Kepala BPS Ungkap Progres Sensus Ekonomi 2026 DKI Jakarta: Capai 45,17%
Trump Belum Nonton Piala...
Trump Belum Nonton Piala Dunia 2026 di Stadion, Presiden FIFA: Berpotensi Picu Pertanyaan Publik
Berita Terkini
3 Fakta Kebakaran Bar...
3 Fakta Kebakaran Bar di Bangkok Tewaskan 27 Orang, Pintu Darurat Terhalang
Selat Hormuz Makin Tidak...
Selat Hormuz Makin Tidak Aman, Harga Minyak Terus Melonjak
Gagalkan Rencana Intelijen...
Gagalkan Rencana Intelijen Ukraina, Rusia Tangkap Dalang Serangan Drone Berbasis AI
Iran Ancam Negara-negara...
Iran Ancam Negara-negara Teluk untuk Tidak Jadi Arena bagi Serangan AS
Untuk Pertama Kalinya,...
Untuk Pertama Kalinya, AS Gunakan Drone Laut untuk Menyerang Iran
Terungkap, Gempa Dahsyat...
Terungkap, Gempa Dahsyat Sumatra Sebabkan Singapura Tenggelam Secara Bertahap
Infografis
10 Bendera Negara Paling...
10 Bendera Negara Paling Unik di Dunia, Ada yang Bergambar Naga
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved