5 Drone Tempur yang Dipakai Negara Superpower, Mana yang Paling Efektif?

Rabu, 19 November 2025 - 14:08 WIB
loading...
A A A
Beberapa alasan TB2 menjadi salah satu drone militer terbaik di dunia pada tahun 2025 antara lain:

Biaya rendah, dampak tinggi: TB2 adalah drone tempur terjangkau yang telah terbukti menjadi perlengkapan penting bagi negara-negara yang menganggap MQ-9 terlalu mahal.

Pengoperasian dan penyebaran yang mudah: Drone ini dapat lepas landas dari landasan udara sederhana dan hanya membutuhkan perawatan minimal agar tetap terbang.

Terbukti dalam pertempuran: Bahkan melawan militer yang canggih, TB2 telah bertahan, mengalahkan pertahanan udara, tank, dan kendaraan lapis baja Rusia.

Peningkatan berkelanjutan: Seperti MQ-9, TB2 terus ditingkatkan agar lebih efektif.

TB2 digunakan secara luas oleh negara asalnya, Turki, tetapi juga memainkan peran penting dalam konflik Ukraina-Rusia. Azerbaijan, Qatar, Ethiopia, dan Libya juga telah mengoperasikan TB2, sementara Polandia adalah negara NATO pertama yang membeli platform tersebut. Sejak mulai beroperasi, TB2 telah mencatat lebih dari satu juta jam terbang dan lebih dari 600 unit telah diproduksi.

Baca Juga: Usai Ancam Venezuela dan Kolombia, Trump Oke Serang Meksiko

3. TAI Anka (Turki

Peran: Medium Altitude Long Endurance (MALE) UAV untuk ISR & Serangan

Muatan: 359 kg (sistem pengintaian SAR/EO/IR, muatan peperangan elektronik SIGINT/COMINT)

Penggunaan tempur: Terbukti di Turki, Libya

Harga: USD10 – USD20 juta per unit

Drone Turki lainnya, TAI Anka, tidak digunakan seluas TB2, tetapi merupakan peningkatan dalam hal kemampuan. Memadukan daya tahan yang lama dengan muatan yang lebih berat, Anka awalnya dirancang sebagai drone pengintai dan pengintai udara jarak jauh, tetapi telah berkembang menjadi platform yang dipersenjatai.

Pertama kali terbang pada tahun 2010, Anka mulai beroperasi dengan Angkatan Udara Turki pada tahun 2016 sebagai Anka-A. Anka-B pertama kali terbang pada tahun 2015, mampu mendarat otomatis dan membawa muatan yang jauh lebih besar daripada Anka-A, membuka jalan bagi persenjataan drone tersebut. Terakhir, Anka-S adalah konfigurasi produksi massal Anka, dilengkapi antena SATCOM dan berbagai pilihan amunisi.

Karakteristik unggulan TAI Anka yang menjadikannya salah satu drone militer terbaik saat ini antara lain:

Daya tahan lama: Dengan waktu terbang lebih dari 30 jam, Anka dapat menjalankan misi yang lebih panjang dan terbang lebih jauh daripada TB2.

Muatan berat: Meskipun tidak mendekati muatan MQ-9, Anka menawarkan peningkatan muatan dibandingkan TB2.

Otonomi tingkat lanjut: Anka dapat menjalankan misi kompleks dengan input manusia minimal, dan varian Anka-S dapat dikendalikan oleh satelit.

Performa multi-peran: Anka telah terbukti dalam berbagai peran, termasuk ISR, serangan presisi, peperangan elektronik, dan pengawasan maritim.

Beberapa negara telah mengoperasikan drone Anka, termasuk Chad, Kazakhstan, Tunisia, dan, tentu saja, Turki. Drone ini sedang dipesan oleh Indonesia, Uzbekistan, Pakistan, dan Aljazair.

Sementara Anka masih berupaya untuk mendapatkan daya tarik di kalangan pasukan pertahanan global, Turki sudah merencanakan penggantinya. Anka-3 akan menjadi drone siluman supersonik bermesin jet ganda, dan diproyeksikan akan mulai beroperasi pada tahun 2026.

4. CAIG Wing Loong II (China)

Peran: Serangan dan pengawasan

Muatan: 480 kg (rudal anti-tank HJ-10, bom presisi)

Penggunaan tempur: Digunakan oleh beberapa negara, termasuk UEA dan Arab Saudi, di Yaman dan Libya
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ukraina Menggila, Pertahanan...
Ukraina Menggila, Pertahanan Udara Rusia Hancurkan 5.000 Drone dalam Sepekan
Mantan Direktur CIA...
Mantan Direktur CIA Sebut Perang Drone Picu Bahaya dan Peluang, Ini 5 Alasannya
Negara Tetangga Indonesia...
Negara Tetangga Indonesia Ini dan Sekutunya Kembangkan Drone Bawah Laut
Mengejutkan! Iran Tembak...
Mengejutkan! Iran Tembak Jatuh 30 Drone Canggih MQ-9 Reaper AS, Total Harganya Rp16 Triliun
Dahsyatnya Balas Dendam...
Dahsyatnya Balas Dendam Ukraina, Luncurkan Hampir 600 Drone Sekaligus ke Rusia, 4 Tewas
24 Drone MQ-9 Reaper...
24 Drone MQ-9 Reaper AS Ditembak Jatuh Iran, Kerugiannya Capai Rp12,3 Triliun
Nokia Bangun Jaringan...
Nokia Bangun Jaringan Antidrone di Perbatasan Finlandia
Diiringi Jutaan Pelayat,...
Diiringi Jutaan Pelayat, Jenazah Ali Khamenei Dimakamkan di Kota Mashhad
Kesaksian Pilot Jet...
Kesaksian Pilot Jet Tempur F-15 AS: Drone-Drone Iran seperti Ranjau Darat
Rekomendasi
Indonesia Siapkan Bank...
Indonesia Siapkan Bank Plasma Nasional, Target Beroperasi pada 2027
Ketua Komite III DPD...
Ketua Komite III DPD RI Desak Kemenkes Percepat Pengadaan Alat Deteksi HIV pada Bayi
Tak Oper ke Haaland,...
Tak Oper ke Haaland, Sorloth dan Kekasihnya Diteror
Berita Terkini
3 Fakta Kebakaran Bar...
3 Fakta Kebakaran Bar di Bangkok Tewaskan 27 Orang, Pintu Darurat Terhalang
Selat Hormuz Makin Tidak...
Selat Hormuz Makin Tidak Aman, Harga Minyak Terus Melonjak
Gagalkan Rencana Intelijen...
Gagalkan Rencana Intelijen Ukraina, Rusia Tangkap Dalang Serangan Drone Berbasis AI
Iran Ancam Negara-negara...
Iran Ancam Negara-negara Teluk untuk Tidak Jadi Arena bagi Serangan AS
Untuk Pertama Kalinya,...
Untuk Pertama Kalinya, AS Gunakan Drone Laut untuk Menyerang Iran
Terungkap, Gempa Dahsyat...
Terungkap, Gempa Dahsyat Sumatra Sebabkan Singapura Tenggelam Secara Bertahap
Infografis
10 Bendera Negara Paling...
10 Bendera Negara Paling Unik di Dunia, Ada yang Bergambar Naga
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved