PBB Ungkap 9 Upaya Pengiriman Tenda ke Gaza Ditolak Israel
Selasa, 18 November 2025 - 17:21 WIB
loading...
Warga Palestina yang mengungsi berusaha menguras air yang membanjiri tenda-tenda mereka akibat hujan deras dan mencegah kerusakan barang-barang mereka di Permukiman Austria, Khan Yunis, Gaza, pada 16 November 2025. Foto/Abed Rahim Khatib/Anadolu Agency
A
A
A
JALUR GAZA - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menekankan situasi yang sangat sulit di Jalur Gaza, karena upayanya mengirimkan tenda kepada mereka yang membutuhkan berulang kali ditolak. Anadolu mengutip pernyataan dari Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA).
Juru bicara PBB Stephane Dujarric memperingatkan dalam konferensi pers bahwa, "Situasi kemanusiaan masih sangat sulit, dengan banyak orang kesulitan mengakses kebutuhan dasar yang mereka butuhkan untuk bertahan hidup."
Mengingat hujan lebat baru-baru ini di wilayah kantong tersebut, Dujarric mengatakan, "Tim kemanusiaan melakukan penilaian cepat di daerah terdampak selama akhir pekan dan memberikan beberapa bantuan awal."
"Sejak 10 Oktober, setidaknya sembilan upaya PBB dan mitra kami untuk mengirimkan tenda telah ditolak," ujarnya.
Ia mengatakan mitra yang menangani keamanan pangan melaporkan, "Dengan meningkatnya volume paket makanan yang masuk ke Gaza dalam beberapa hari terakhir, mereka berencana melanjutkan distribusi dua paket makanan dan satu kantong tepung di seluruh wilayah tersebut."
Namun, Dujarric juga mencatat distribusi di Gaza utara baru-baru ini terbatas dan berkata, “Awal pekan lalu, distribusi di Utara harus dibatasi pada biskuit berenergi tinggi dan satu kantong tepung karena mitra yang bekerja untuk membawa pasokan menghadapi kendala, termasuk deprioritas kargo kemanusiaan di penyeberangan, keterlambatan bea cukai, dan kurangnya akses ke penyeberangan utara.”
Menyoroti skala kerusakan di Jalur Gaza, Dujarric mengatakan tim telah “membersihkan 100.000 ton puing sejak gencatan senjata diberlakukan,” tetapi menambahkan, “Hampir 58 juta ton puing dan puing masih tersebar di Jalur Gaza, dan hanya setengahnya yang saat ini dapat diakses.”
Baca juga: Hamas: Resolusi Dewan Keamanan PBB tentang Gaza Tak Penuhi Tuntutan Rakyat Palestina
Juru bicara PBB Stephane Dujarric memperingatkan dalam konferensi pers bahwa, "Situasi kemanusiaan masih sangat sulit, dengan banyak orang kesulitan mengakses kebutuhan dasar yang mereka butuhkan untuk bertahan hidup."
Mengingat hujan lebat baru-baru ini di wilayah kantong tersebut, Dujarric mengatakan, "Tim kemanusiaan melakukan penilaian cepat di daerah terdampak selama akhir pekan dan memberikan beberapa bantuan awal."
"Sejak 10 Oktober, setidaknya sembilan upaya PBB dan mitra kami untuk mengirimkan tenda telah ditolak," ujarnya.
Ia mengatakan mitra yang menangani keamanan pangan melaporkan, "Dengan meningkatnya volume paket makanan yang masuk ke Gaza dalam beberapa hari terakhir, mereka berencana melanjutkan distribusi dua paket makanan dan satu kantong tepung di seluruh wilayah tersebut."
Namun, Dujarric juga mencatat distribusi di Gaza utara baru-baru ini terbatas dan berkata, “Awal pekan lalu, distribusi di Utara harus dibatasi pada biskuit berenergi tinggi dan satu kantong tepung karena mitra yang bekerja untuk membawa pasokan menghadapi kendala, termasuk deprioritas kargo kemanusiaan di penyeberangan, keterlambatan bea cukai, dan kurangnya akses ke penyeberangan utara.”
Menyoroti skala kerusakan di Jalur Gaza, Dujarric mengatakan tim telah “membersihkan 100.000 ton puing sejak gencatan senjata diberlakukan,” tetapi menambahkan, “Hampir 58 juta ton puing dan puing masih tersebar di Jalur Gaza, dan hanya setengahnya yang saat ini dapat diakses.”
Baca juga: Hamas: Resolusi Dewan Keamanan PBB tentang Gaza Tak Penuhi Tuntutan Rakyat Palestina
(sya)
Lihat Juga :