10 Jet Tempur Tercanggih Dunia Tahun 2025, Apakah F-35 AS Masih Nomor 1?
Selasa, 18 November 2025 - 11:36 WIB
loading...
Pesawat AS, Rusia, China, dan Eropa mendominasi dalam daftar jet tempur tercanggih tahun 2025. Salah satu pesawat tercanggih adalah F-35 AS. Foto/X @SputnikInt
A
A
A
JAKARTA - Di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global, perlombaan teknologi jet tempur kembali menjadi sorotan utama pada 2025. Negara-negara besar berlomba mengembangkan pesawat generasi kelima dan keenam yang tidak hanya mengandalkan kecepatan supersonik, tetapi juga kecerdasan buatan, sensor fusion, kemampuan stealth, hingga interoperabilitas dalam jaringan tempur modern.
Persaingan kini tak lagi soal siapa yang tercepat di udara, tetapi siapa yang paling “tak terlihat” dan paling unggul secara digital.
Selama hampir satu dekade, F-35 Lightning II milik Amerika Serikat (AS) kerap disebut sebagai jet tempur paling canggih di dunia, terutama berkat kemampuan stealth (siluman), jaringan sensor terintegrasi, dan keunggulannya dalam peperangan berbasis data.
Baca Juga: Ukraina Akan Dapatkan 100 Jet Tempur Rafale Prancis untuk Perang Melawan Rusia
Namun, pada 2025, posisi F-35 semakin ditantang oleh lahirnya pesawat-pesawat baru seperti Su-57 Rusia, J-20 dan J-31 China, hingga prototipe generasi keenam seperti NGAD Amerika, FCAS Eropa, serta Tempest Inggris–Jepang–Italia. Sekarang, dunia menyaksikan era baru kompetisi udara yang semakin sengit dan kompleks.
Apakah F-35 masih layak menyandang gelar jet tempur tercanggih dunia, ataukah predikat tersebut perlahan bergeser ke pemain lain yang datang dengan teknologi lebih futuristik? Berikut analisisnya.
Daftar 10 Jet Tempur Tercanggih di Dunia Tahun 2025
F-35 dilengkapi teknologi stealth kelas ketiga atau kelima (low observable), sensor fusion terbaik di kelasnya, interoperabilitas tinggi dengan platform Amerika Serikat dan sekutu.
Ia sudah terbukti dalam operasi tempur dan jumlah unitnya terbesar ke banyak negara sebagai jet tempur generasi kelima.
Pada 2025 program F-35 masih terus mengirim unit meski lebih dari 1.200 pesawat telah dikirimkan. Tak hanya itu, jet tempur ini juga menjalani upgrade perangkat lunak berkelanjutan untuk menjaga relevansinya.
Namun, program F-35 menghadapi isu biaya, logistik, dan kesiapan operasional di beberapa pengguna. Misalnya, laporan Kantor Audit Nasional (NAO) Inggris pada armada F-35 negara itu menunjukkan keterbatasan durasi terbang dan pasokan suku cadang.
F-35 tetap unggul secara ekosistem tempur modern meski tak bersih dari beragam masalah, sebagaimana dikutip dari The National Interest.
Kekurangannya adalah produksi dihentikan, sehingga jumlah terbatas. F-22 tetap jadi jet tempur eksklusif AS karena tak diekspor ke negara mana pun.
Produksi F-22 dihentikan karena fokus AS kini lebih ke program F-35 dan NGAD.
Untuk duel udara tradisional, F-22 Raptor tetap sangat berbahaya, menurut laporan National Security Journal.
Kelebihannya adalah kombinasi stealth yang terus di-upgrade, super-maneuverability, dan versi produksi yang semakin matang.
Beberapa media internasional menempatkan Su-57 sebagai salah satu jet tempur tercanggih berkat upgrade avionic dan biaya per unit yang relatif lebih rendah.
Namun, kritik terhadap Su-57 tetap pada produksi massal yang belum menjanjikan dan logistik jangka panjang akan diuji jika ekspor atau dioperasikan secara meluas. Terlebih, Rusia sekarang ini dihantam banyak sanksi oleh Barat.
Pesawat tempur siluman China ini kelebihannya pada desain stealth dan kapasitas muatan internal besar yang membuatnya cocok untuk misi BVR (beyond-visual-range).
China terus meng-upgrade avionic, ketersediaan mesin, dan kemampuan sensor J-20.
Meski demikian, kekurangan J-20 yang jadi sorotan analis Barat adalah aspek "engine and sustainment"-nya.
Menurut laporan National Security Journal, J-20 merepresentasikan lompatan industri pertahanan China.
Kelebihan pesawat tempur ini pada paket avionik dan sensor modern, sistem data-link yang kuat, dan fleksibilitas peran tempurnya. Rafale terus mendapat upgrade perangkat lunak (Block F4) yang memperpanjang daya saingnya menghadapi jet generasi kelima. Kelebihan lainnya adalah kemampuan interop Eropa dan pengalaman tempur.
Inggris melalui BAE Systems, Jerman melalui Airbus Defence and Space GmbH (dulu DASA), Italia melalui Leonardo (dulu Alenia Aeronautica), dan Spanyol melalui Airbus Defence and Space SAU (dulu CASA)
Keempat negara ini tergabung dalam konsorsium Eurofighter GmbH, yang mengembangkan pesawat. Sedangkan produksi mesin EJ200 dilakukan oleh konsorsium lain bernama Eurojet Turbo GmbH.
Kelebihan Eurofighter Typhoon adalah kemampuan manuver, sensor generasi modern (E-scan AESA retrofit), dan peran multi-peran yang terus di-upgrade.
Meski bukan jet tempur siluman generasi kelima, upgrade avionic dan integrasi drone/stand-off weapons membuatnya tetap relevan untuk banyak negara NATO di Eropa.
Kelebihan Su-35 adalah pada thrust-vectoring, jangkauan, dan kombinasi radar AESA yang membuatnya jadi ancaman serius di udara.
Biaya per unit relatif ramah, dan Su-35 tetap menjadi tulang punggung beberapa Angkatan Udara non-NATO. Kekurangan adalah tidak memiliki teknologi stealth.
Gripen E jadi pilihan negara yang butuh jet tempur modern tapi terjangkau. Pesawat ini dioperasikan Swedia, Brasil, Afrika Selatan, Republik Ceko, Hungaria, dan Thailand.
Kelebihannya pesawat tempur ini adalah platform-nya berkemampuan radar modern dan dilengkapi sensor canggih terintegrasi.
Program produksi massal mendekati fase pengiriman, dengan rencana awal pengiriman tahun 2026-2027. KF-21 menjadi nama baru yang diperhitungkan di Asia-Pasifik.
Kekurangannya adalah belum terbukti dalam pertempuran nyata dan masih bergantung upgrade lanjutan.
Meski tidak memiliki teknologi stealth seperti F-35, tetapi kombinasi biaya, ketersediaan, dan kemampuan serangannya membuatnya relevan masuk dalam daftar jet tempur tercanggih di dunia.
Alasannya adalah jaringan global pemakai dan dukungan logistik, sensor fusion terdepan, jumlah unit besar yang sudah beroperasi, dan terus-menerusnya upgrade perangkat lunak serta interoperabilitas dengan sistem AS-NATO.
Menurut laporan The National Interest, banyak analis dan ranking publik menempatkan F-35 di puncak atau sangat dekat di puncak daftar jet tempur tercanggih 2025.
Namun, F-35 bukan superior di segala aspek. Dia memiliki pesaing seperti F-22 yang unggul dalam dogfight; Su-57 dan J-20 yang mengejar pada aspek tertentu; dan beberapa negara lebih memilih kombinasi jet non-stealth yang lebih murah tetapi efektif seperti Typhoon, Rafale, Gripen).
Masalah kesiapan misi, ketersediaan suku cadang, dan biaya lifecycle—contoh armada Inggris—menunjukkan F-35 juga rentan masalah non-teknis yang memengaruhi efektivitas tempur. Itu berarti F-35 nomor satu menurut kapabilitas sistem keseluruhan, tapi bukan tanpa kelemahan.
Persaingan kini tak lagi soal siapa yang tercepat di udara, tetapi siapa yang paling “tak terlihat” dan paling unggul secara digital.
Selama hampir satu dekade, F-35 Lightning II milik Amerika Serikat (AS) kerap disebut sebagai jet tempur paling canggih di dunia, terutama berkat kemampuan stealth (siluman), jaringan sensor terintegrasi, dan keunggulannya dalam peperangan berbasis data.
Baca Juga: Ukraina Akan Dapatkan 100 Jet Tempur Rafale Prancis untuk Perang Melawan Rusia
Namun, pada 2025, posisi F-35 semakin ditantang oleh lahirnya pesawat-pesawat baru seperti Su-57 Rusia, J-20 dan J-31 China, hingga prototipe generasi keenam seperti NGAD Amerika, FCAS Eropa, serta Tempest Inggris–Jepang–Italia. Sekarang, dunia menyaksikan era baru kompetisi udara yang semakin sengit dan kompleks.
Apakah F-35 masih layak menyandang gelar jet tempur tercanggih dunia, ataukah predikat tersebut perlahan bergeser ke pemain lain yang datang dengan teknologi lebih futuristik? Berikut analisisnya.
Daftar 10 Jet Tempur Tercanggih di Dunia Tahun 2025
1. Lockheed Martin F-35 Lightning II (AS)
Jet tempur andalan Amerika ini tetap layak masuk daftar jet tempur tercanggih di dunia dengan sederet kelebihan.F-35 dilengkapi teknologi stealth kelas ketiga atau kelima (low observable), sensor fusion terbaik di kelasnya, interoperabilitas tinggi dengan platform Amerika Serikat dan sekutu.
Ia sudah terbukti dalam operasi tempur dan jumlah unitnya terbesar ke banyak negara sebagai jet tempur generasi kelima.
Pada 2025 program F-35 masih terus mengirim unit meski lebih dari 1.200 pesawat telah dikirimkan. Tak hanya itu, jet tempur ini juga menjalani upgrade perangkat lunak berkelanjutan untuk menjaga relevansinya.
Namun, program F-35 menghadapi isu biaya, logistik, dan kesiapan operasional di beberapa pengguna. Misalnya, laporan Kantor Audit Nasional (NAO) Inggris pada armada F-35 negara itu menunjukkan keterbatasan durasi terbang dan pasokan suku cadang.
F-35 tetap unggul secara ekosistem tempur modern meski tak bersih dari beragam masalah, sebagaimana dikutip dari The National Interest.
2. Lockheed Martin F-22 Raptor (AS)
Pesawat ini juga layak masuk daftar jet tempur tercanggih di dunia. Kelebihannya adaah unggul dalam manuver, memiliki radar cross-section rendah, kinerja udara-ke-udara superior.Kekurangannya adalah produksi dihentikan, sehingga jumlah terbatas. F-22 tetap jadi jet tempur eksklusif AS karena tak diekspor ke negara mana pun.
Produksi F-22 dihentikan karena fokus AS kini lebih ke program F-35 dan NGAD.
Untuk duel udara tradisional, F-22 Raptor tetap sangat berbahaya, menurut laporan National Security Journal.
3. Sukhoi Su-57 (Rusia)
Su-57 tercatat sebagai jet tempur siluman generasi kelima tercanggih yang dimiliki Rusia sejauh ini.Kelebihannya adalah kombinasi stealth yang terus di-upgrade, super-maneuverability, dan versi produksi yang semakin matang.
Beberapa media internasional menempatkan Su-57 sebagai salah satu jet tempur tercanggih berkat upgrade avionic dan biaya per unit yang relatif lebih rendah.
Namun, kritik terhadap Su-57 tetap pada produksi massal yang belum menjanjikan dan logistik jangka panjang akan diuji jika ekspor atau dioperasikan secara meluas. Terlebih, Rusia sekarang ini dihantam banyak sanksi oleh Barat.
4. Chengdu J-20 (China)
J-20 muncul sebagai penantang baru ketika F-35 AS dan Su-57 Rusia kerap diperbandingkan.Pesawat tempur siluman China ini kelebihannya pada desain stealth dan kapasitas muatan internal besar yang membuatnya cocok untuk misi BVR (beyond-visual-range).
China terus meng-upgrade avionic, ketersediaan mesin, dan kemampuan sensor J-20.
Meski demikian, kekurangan J-20 yang jadi sorotan analis Barat adalah aspek "engine and sustainment"-nya.
Menurut laporan National Security Journal, J-20 merepresentasikan lompatan industri pertahanan China.
5. Dassault Rafale F4 (Prancis)
Pesawat Rafale ikut andil dalam persaingan jet-jet tempur tercanggih di dunia. Indonesia juga tertarik untuk memilikinya dan saat ini masih dalam proses pemesanan.Kelebihan pesawat tempur ini pada paket avionik dan sensor modern, sistem data-link yang kuat, dan fleksibilitas peran tempurnya. Rafale terus mendapat upgrade perangkat lunak (Block F4) yang memperpanjang daya saingnya menghadapi jet generasi kelima. Kelebihan lainnya adalah kemampuan interop Eropa dan pengalaman tempur.
6. Eurofighter Typhoon (Inggris, Jerman, Italia, Spanyol)
Pesawat canggih Eropa ini merupakan proyek gabungan empat negara—Inggris, Jerman, Italia, dan Spanyol.Inggris melalui BAE Systems, Jerman melalui Airbus Defence and Space GmbH (dulu DASA), Italia melalui Leonardo (dulu Alenia Aeronautica), dan Spanyol melalui Airbus Defence and Space SAU (dulu CASA)
Keempat negara ini tergabung dalam konsorsium Eurofighter GmbH, yang mengembangkan pesawat. Sedangkan produksi mesin EJ200 dilakukan oleh konsorsium lain bernama Eurojet Turbo GmbH.
Kelebihan Eurofighter Typhoon adalah kemampuan manuver, sensor generasi modern (E-scan AESA retrofit), dan peran multi-peran yang terus di-upgrade.
Meski bukan jet tempur siluman generasi kelima, upgrade avionic dan integrasi drone/stand-off weapons membuatnya tetap relevan untuk banyak negara NATO di Eropa.
7. Sukhoi Su-35 (Rusia)
Meski bukan jet tempur siluman generasi kelima, Su-35 menjadi andalan Angkatan Udara Rusia. Pesawat ini juga diminati sejumlah negara, termasuk Indonesia. Sayangnya, pembelian oleh Indonesia terganjal karena potensi penjatuhan sanksi Barat terhadap Jakarta.Kelebihan Su-35 adalah pada thrust-vectoring, jangkauan, dan kombinasi radar AESA yang membuatnya jadi ancaman serius di udara.
Biaya per unit relatif ramah, dan Su-35 tetap menjadi tulang punggung beberapa Angkatan Udara non-NATO. Kekurangan adalah tidak memiliki teknologi stealth.
8. Saab JAS-39 Gripen E/F (Swedia)
Ini juga jet tempur canggih Eropa. Kelebihannya adalah biaya operasional rendah, arsitektur terbuka (mudah di-upgrade), interoperabilitas NATO, dan kemampuan HMC (human-machine collaboration) yang makin kuat.Gripen E jadi pilihan negara yang butuh jet tempur modern tapi terjangkau. Pesawat ini dioperasikan Swedia, Brasil, Afrika Selatan, Republik Ceko, Hungaria, dan Thailand.
9. KAI KF-21 Boramae (Korea Selatan dan Indonesia)
Jet tempur canggih Asia ini buatan Korea Aerospace Industries (KAI) Korea Selatan, namun Indonesia ikut andil dalam mendanai pengembangannya. Banyak yang menyebut KF-21 sebagai jet tempur patungan Korea Selatan-Indonesia.Kelebihannya pesawat tempur ini adalah platform-nya berkemampuan radar modern dan dilengkapi sensor canggih terintegrasi.
Program produksi massal mendekati fase pengiriman, dengan rencana awal pengiriman tahun 2026-2027. KF-21 menjadi nama baru yang diperhitungkan di Asia-Pasifik.
Kekurangannya adalah belum terbukti dalam pertempuran nyata dan masih bergantung upgrade lanjutan.
10. Boeing F/A-18E/F Super Hornet (Amerika Serikat)
Pesawat tempur Amerika ini memiliki kelebihan sebagai pesawat multirole, versi Block III dengan avionic modern dan kemampuan networking; andal sebagai fleet workhorse (AS dan sekutu).Meski tidak memiliki teknologi stealth seperti F-35, tetapi kombinasi biaya, ketersediaan, dan kemampuan serangannya membuatnya relevan masuk dalam daftar jet tempur tercanggih di dunia.
Apakah F-35 Masih Nomor 1?
Jawabannya: Ya, setidaknya untuk tahun 2025. F-35 masih sering dianggap jet tempur tercanggih nomor satu dalam konteks kemampuan tempur modern yang terintegrasi.Alasannya adalah jaringan global pemakai dan dukungan logistik, sensor fusion terdepan, jumlah unit besar yang sudah beroperasi, dan terus-menerusnya upgrade perangkat lunak serta interoperabilitas dengan sistem AS-NATO.
Menurut laporan The National Interest, banyak analis dan ranking publik menempatkan F-35 di puncak atau sangat dekat di puncak daftar jet tempur tercanggih 2025.
Namun, F-35 bukan superior di segala aspek. Dia memiliki pesaing seperti F-22 yang unggul dalam dogfight; Su-57 dan J-20 yang mengejar pada aspek tertentu; dan beberapa negara lebih memilih kombinasi jet non-stealth yang lebih murah tetapi efektif seperti Typhoon, Rafale, Gripen).
Masalah kesiapan misi, ketersediaan suku cadang, dan biaya lifecycle—contoh armada Inggris—menunjukkan F-35 juga rentan masalah non-teknis yang memengaruhi efektivitas tempur. Itu berarti F-35 nomor satu menurut kapabilitas sistem keseluruhan, tapi bukan tanpa kelemahan.
(mas)
Lihat Juga :