Trump Akan Jual Jet Tempur Siluman F-35 ke Arab Saudi, Menyebutnya Sekutu Hebat AS
Selasa, 18 November 2025 - 07:41 WIB
loading...
A
A
A
Pemerintahan Trump secara resmi memberi tahu Kongres pada November 2020 bahwa mereka berencana untuk menjual 50 unit jet tempur siluman F-35 ke Uni Emirat Arab sebagai bagian dari kesepakatan senjata yang lebih luas senilai USD23 miliar yang bertujuan untuk mencegah potensi ancaman dari Iran, meskipun ada kekhawatiran yang diajukan oleh Israel.
Pengumuman Uni Emirat Arab datang tak lama setelah Trump kalah dalam pemilu 2020 dari Joe Biden (Partai Demokrat) dan menyusul penandatanganan Perjanjian Abraham antara Israel dan Uni Emirat Arab.
Namun, Biden, segera setelah menjabat pada Januari 2021, menunda penjualan jet tempur itu.
Langkah Trump kemungkinan akan mendapat sorotan dari para aktivis hak asasi manusia karena kunjungan Pangeran Mohammed bin Salman ini menandai kunjungan pertamanya ke Washington sejak 2018.
Dalam kunjungan tersebut, putra mahkota tersebut melakukan tur tiga minggu di AS yang bertujuan untuk meningkatkan persepsi bangsanya di mata masyarakat Amerika yang prihatin dengan adat istiadat sosial kerajaan yang konservatif, perlakuan yang tidak setara terhadap perempuan, dan fakta memalukan bahwa 15 dari 19 pembajak yang terlibat dalam serangan 11 September 2001 di Amerika Serikat adalah warga negara Arab Saudi.
Reputasi Arab Saudi semakin terkikis beberapa bulan setelah kunjungan terakhir Pangeran Mohammed bin Salman ke Washington dengan pembunuhan dan mutilasi kolumnis Washington Post, Jamal Khashoggi, di Konsulat Arab Saudi di Turki. Operasi tersebut menargetkan seorang kritikus kerajaan yang kemudian dipastikan oleh badan intelijen AS kemungkinan diarahkan oleh Pangeran Mohammed bin Salman.
Pangeran Mohammed bin Salman membantah terlibat pembunuhan dan mutilasi Khashoggi.
Namun tujuh tahun kemudian, awan gelap dalam hubungan AS-Saudi telah disingkirkan oleh Trump, yang telah mempererat dukungannya terhadap putra mahkota berusia 40 tahun tersebut, yang dia pandang sebagai pemain penting dalam membentuk Timur Tengah dalam beberapa dekade mendatang.
"Mereka telah menjadi sekutu yang hebat," puji Trump.
Pengumuman Uni Emirat Arab datang tak lama setelah Trump kalah dalam pemilu 2020 dari Joe Biden (Partai Demokrat) dan menyusul penandatanganan Perjanjian Abraham antara Israel dan Uni Emirat Arab.
Namun, Biden, segera setelah menjabat pada Januari 2021, menunda penjualan jet tempur itu.
Langkah Trump kemungkinan akan mendapat sorotan dari para aktivis hak asasi manusia karena kunjungan Pangeran Mohammed bin Salman ini menandai kunjungan pertamanya ke Washington sejak 2018.
Dalam kunjungan tersebut, putra mahkota tersebut melakukan tur tiga minggu di AS yang bertujuan untuk meningkatkan persepsi bangsanya di mata masyarakat Amerika yang prihatin dengan adat istiadat sosial kerajaan yang konservatif, perlakuan yang tidak setara terhadap perempuan, dan fakta memalukan bahwa 15 dari 19 pembajak yang terlibat dalam serangan 11 September 2001 di Amerika Serikat adalah warga negara Arab Saudi.
Reputasi Arab Saudi semakin terkikis beberapa bulan setelah kunjungan terakhir Pangeran Mohammed bin Salman ke Washington dengan pembunuhan dan mutilasi kolumnis Washington Post, Jamal Khashoggi, di Konsulat Arab Saudi di Turki. Operasi tersebut menargetkan seorang kritikus kerajaan yang kemudian dipastikan oleh badan intelijen AS kemungkinan diarahkan oleh Pangeran Mohammed bin Salman.
Pangeran Mohammed bin Salman membantah terlibat pembunuhan dan mutilasi Khashoggi.
Namun tujuh tahun kemudian, awan gelap dalam hubungan AS-Saudi telah disingkirkan oleh Trump, yang telah mempererat dukungannya terhadap putra mahkota berusia 40 tahun tersebut, yang dia pandang sebagai pemain penting dalam membentuk Timur Tengah dalam beberapa dekade mendatang.
"Mereka telah menjadi sekutu yang hebat," puji Trump.
(mas)
Lihat Juga :