Dorong Anak Muda Nikah, China Beri Voucer Senilai Rp2,3 Juta bagi Pengantin Baru
Senin, 17 November 2025 - 18:27 WIB
loading...
China beri voucer senilai Rp2,3 juta bagi pengantin baru. Foto/X/@mlnxiotiji15272
A
A
A
BEIJING - Kota Ningbo di China timur akan menerbitkan voucer konsumsi pernikahan bagi pasangan yang mendaftarkan pernikahan mereka antara 28 Oktober dan 31 Desember. Itu seiring dengan upaya pemerintah yang gencar mendorong pasangan muda untuk menikah dan memiliki anak.
Angka pernikahan di China anjlok seperlima tahun lalu, penurunan terbesar yang pernah tercatat. Menurunnya minat untuk menikah dan memulai keluarga telah lama dikaitkan dengan tingginya biaya pengasuhan anak dan pendidikan.
"Pasangan pengantin baru dapat menerima delapan voucer konsumsi pernikahan, senilai total 1.000 yuan (USD141) atau setara Rp2,3 juta," ungkap departemen urusan sipil Ningbo melalui aplikasi WeChat resminya pada akhir Oktober, dilansir Al Arabiya.
Voucer dapat digunakan untuk berbagai bisnis, termasuk fotografi pernikahan, upacara dan perayaan, akomodasi hotel, ritel, dan sektor terkait pernikahan lainnya, demikian pernyataan tersebut.
Baca Juga: 10 Negara yang Paling Tidak Dikenal, dari Nauru hingga Tuvalu
"Voucher ini terbatas jumlahnya dan akan didistribusikan berdasarkan siapa cepat dia dapat," katanya.
Langkah serupa juga telah diterapkan di kota-kota di wilayah timur seperti Hangzhou dan Pinghu, yang menyatakan bahwa voucher tunai akan ditawarkan hingga akhir tahun.
Bagi otoritas China, meningkatkan minat terhadap pernikahan dan memiliki bayi merupakan perhatian utama.
China memiliki populasi terbesar kedua di dunia dengan 1,4 miliar jiwa, dan populasinya menua dengan cepat.
Langkah-langkah yang diambil tahun lalu oleh otoritas untuk mengatasi masalah ini termasuk mendesak perguruan tinggi dan universitas untuk menyediakan "pendidikan cinta" guna menekankan pandangan positif tentang pernikahan, cinta, kesuburan, dan keluarga.
Beijing juga telah menginstruksikan pemerintah daerah untuk mengalokasikan sumber daya guna mengatasi krisis populasi dan menyebarkan rasa hormat terhadap kelahiran anak dan pernikahan "pada usia yang tepat."
Lebih dari 6,1 juta pasangan mendaftar untuk menikah tahun lalu, turun dari 7,68 juta tahun sebelumnya.
Angka pernikahan di China anjlok seperlima tahun lalu, penurunan terbesar yang pernah tercatat. Menurunnya minat untuk menikah dan memulai keluarga telah lama dikaitkan dengan tingginya biaya pengasuhan anak dan pendidikan.
"Pasangan pengantin baru dapat menerima delapan voucer konsumsi pernikahan, senilai total 1.000 yuan (USD141) atau setara Rp2,3 juta," ungkap departemen urusan sipil Ningbo melalui aplikasi WeChat resminya pada akhir Oktober, dilansir Al Arabiya.
Voucer dapat digunakan untuk berbagai bisnis, termasuk fotografi pernikahan, upacara dan perayaan, akomodasi hotel, ritel, dan sektor terkait pernikahan lainnya, demikian pernyataan tersebut.
Baca Juga: 10 Negara yang Paling Tidak Dikenal, dari Nauru hingga Tuvalu
"Voucher ini terbatas jumlahnya dan akan didistribusikan berdasarkan siapa cepat dia dapat," katanya.
Langkah serupa juga telah diterapkan di kota-kota di wilayah timur seperti Hangzhou dan Pinghu, yang menyatakan bahwa voucher tunai akan ditawarkan hingga akhir tahun.
Bagi otoritas China, meningkatkan minat terhadap pernikahan dan memiliki bayi merupakan perhatian utama.
China memiliki populasi terbesar kedua di dunia dengan 1,4 miliar jiwa, dan populasinya menua dengan cepat.
Langkah-langkah yang diambil tahun lalu oleh otoritas untuk mengatasi masalah ini termasuk mendesak perguruan tinggi dan universitas untuk menyediakan "pendidikan cinta" guna menekankan pandangan positif tentang pernikahan, cinta, kesuburan, dan keluarga.
Beijing juga telah menginstruksikan pemerintah daerah untuk mengalokasikan sumber daya guna mengatasi krisis populasi dan menyebarkan rasa hormat terhadap kelahiran anak dan pernikahan "pada usia yang tepat."
Lebih dari 6,1 juta pasangan mendaftar untuk menikah tahun lalu, turun dari 7,68 juta tahun sebelumnya.
(ahm)
Lihat Juga :