AS dan Venezuela di Ambang Perang, Trump Bersedia Berunding dengan Maduro
Senin, 17 November 2025 - 11:06 WIB
loading...
Presiden AS Donald Trump bersedia berunding dengan Presiden Venezuela Nicolas Maduro setelah kedua negara di ambang perang. Foto/BBC
A
A
A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan dia terbuka untuk bernegosiasi dengan Presiden Venezuela Nicolas Maduro guna meredakan ketegangan. Komentar Trump muncul ketika kedua negara telah di ambang perang, di mana kelompok tempur kapal induk USS Gerald R Ford Angkatan Laut Amerika sekarang siap beraksi di Laut Karibia.
Trump menuduh Maduro mengoperasikan kartel "teroris narkotika", sebuah tuduhan yang dibantah pemimpin Venezuela tersebut.
"Kami mungkin akan berdiskusi dengan Maduro, dan kita lihat saja nanti bagaimana hasilnya," kata Trump pada hari Minggu di Florida sebelum menaiki pesawat ke Washington.
Baca Juga: Kapal Induk Gerald R Ford dan 12.000 Tentara AS Siap Beraksi, Tak Gubris Ajakan Damai Venezuela
"Mereka ingin berunding," katanya lagi, sebagaimana dikutip dari Russia Today, Senin (17/11/2025).
Trump juga mengulangi klaimnya bahwa pemerintah Venezuela membantu kartel menyelundupkan narkoba ke AS dan telah membebaskan ratusan ribu penjahat kekerasan melintasi perbatasan AS.
Dia berargumen bahwa penetapan Cartel de los Soles sebagai organisasi teroris asing oleh Departemen Luar Negeri AS akan memungkinkan militer Amerika untuk menyerang target di daratan Venezuela.
"Itu memungkinkan kami melakukan itu, tetapi kami belum mengatakan akan melakukannya," kata Trump.
AS telah melakukan serangan terhadap lebih dari 20 kapal yang diduga kartel narkoba di perairan internasional di Karibia sejak September dan mengirimkan armada Angkatan Laut ke wilayah tersebut, termasuk kapal induk USS Gerald R Ford.
Pada bulan Agustus, Trump meningkatkan hadiah untuk penangkapan Maduro menjadi USD50 juta.
Maduro membantah tuduhan terlibat perdagangan narkoba dan memperingatkan AS agar tidak melancarkan "perang gila".
"Jangan ada lagi perang tanpa akhir. Jangan ada lagi perang yang tidak adil. Jangan ada lagi Libya. Jangan ada lagi Afghanistan," ujar Maduro kepada Stefano Pozzebon dari CNN dalam sebuah pertemuan massa di Caracas pada Kamis lalu.
Menanggapi peningkatan kekuatan militer AS, Maduro telah menempatkan militer negaranya dalam siaga tinggi dan memulai beberapa latihan militer.
Trump menuduh Maduro mengoperasikan kartel "teroris narkotika", sebuah tuduhan yang dibantah pemimpin Venezuela tersebut.
"Kami mungkin akan berdiskusi dengan Maduro, dan kita lihat saja nanti bagaimana hasilnya," kata Trump pada hari Minggu di Florida sebelum menaiki pesawat ke Washington.
Baca Juga: Kapal Induk Gerald R Ford dan 12.000 Tentara AS Siap Beraksi, Tak Gubris Ajakan Damai Venezuela
"Mereka ingin berunding," katanya lagi, sebagaimana dikutip dari Russia Today, Senin (17/11/2025).
Trump juga mengulangi klaimnya bahwa pemerintah Venezuela membantu kartel menyelundupkan narkoba ke AS dan telah membebaskan ratusan ribu penjahat kekerasan melintasi perbatasan AS.
Dia berargumen bahwa penetapan Cartel de los Soles sebagai organisasi teroris asing oleh Departemen Luar Negeri AS akan memungkinkan militer Amerika untuk menyerang target di daratan Venezuela.
"Itu memungkinkan kami melakukan itu, tetapi kami belum mengatakan akan melakukannya," kata Trump.
AS telah melakukan serangan terhadap lebih dari 20 kapal yang diduga kartel narkoba di perairan internasional di Karibia sejak September dan mengirimkan armada Angkatan Laut ke wilayah tersebut, termasuk kapal induk USS Gerald R Ford.
Pada bulan Agustus, Trump meningkatkan hadiah untuk penangkapan Maduro menjadi USD50 juta.
Maduro membantah tuduhan terlibat perdagangan narkoba dan memperingatkan AS agar tidak melancarkan "perang gila".
"Jangan ada lagi perang tanpa akhir. Jangan ada lagi perang yang tidak adil. Jangan ada lagi Libya. Jangan ada lagi Afghanistan," ujar Maduro kepada Stefano Pozzebon dari CNN dalam sebuah pertemuan massa di Caracas pada Kamis lalu.
Menanggapi peningkatan kekuatan militer AS, Maduro telah menempatkan militer negaranya dalam siaga tinggi dan memulai beberapa latihan militer.
(mas)
Lihat Juga :