Militer Jepang Siap Bela Taiwan, China Kerahkan Coast Guard ke Pulau Sengketa
Senin, 17 November 2025 - 08:43 WIB
loading...
A
A
A
Serangan atau invasi oleh China akan berpotensi berubah menjadi konflik regional atau global, yang bisa melibatkan Amerika Serikat dan sekutunya termasuk Jepang, yang wilayahnya hanya berjarak 110 km (68 mil) dari Taiwan.
Di Taiwan, Kementerian Pertahanan-nya mengatakan pada Minggu pagi bahwa mereka telah mendeteksi 30 pesawat militer China, tujuh kapal Angkatan Laut, dan satu kapal lainnya, yang kemungkinan besar adalah kapal Penjaga Pantai, beroperasi di sekitar pulau tersebut selama 24 jam terakhir.
Peta yang disediakan oleh kementerian itu menunjukkan tiga pesawat nirawak (drone) terbang antara Taiwan dan kepulauan Jepang di lepas pantai timur lautnya, tampaknya berada sangat dekat dengan Yonaguni, pulau terdekat. Transit militer China di sana jarang terjadi, dan aktivitas militer China di zona identifikasi pertahanan udara (ADIZ) Taiwan umumnya minim dalam beberapa minggu terakhir.
Pada Sabtu malam, kementerian tersebut mengatakan China telah melakukan patroli tempur gabungan lainnya. "Untuk mengganggu wilayah udara dan laut di sekitar kami," katanya.
Kementerian tersebut menambahkan bahwa Taiwan telah mengirimkan pesawat dan kapalnya sendiri untuk memantau situasi. Taiwan melaporkan patroli China semacam itu beberapa kali terjadi dalam sebulan sebagai bagian dari apa yang disebut Taipei sebagai kampanye tekanan militer yang sedang berlangsung.
Jepang telah menghadapi tekanan yang semakin meningkat dari China sejak Takaichi menyampaikan pernyataannya, dengan konsul jenderal China di Osaka yang memicu protes resmi dari Tokyo dengan berkomentar bahwa “kepala kotor yang menonjol itu harus dipotong”.
Beijing kemudian memanggil duta besar Jepang untuk pertama kalinya dalam lebih dari dua tahun, dan Kementerian Pertahanan China menyatakan bahwa intervensi Jepang apa pun pasti akan gagal.
Pada Jumat pekan lalu, China memperingatkan warganya agar tidak bepergian ke Jepang, yang mendorong Tokyo untuk mendesak Beijing mengambil "langkah-langkah yang tepat", meskipun tidak memberikan penjelasan lebih lanjut.
Di Taiwan, Kementerian Pertahanan-nya mengatakan pada Minggu pagi bahwa mereka telah mendeteksi 30 pesawat militer China, tujuh kapal Angkatan Laut, dan satu kapal lainnya, yang kemungkinan besar adalah kapal Penjaga Pantai, beroperasi di sekitar pulau tersebut selama 24 jam terakhir.
Peta yang disediakan oleh kementerian itu menunjukkan tiga pesawat nirawak (drone) terbang antara Taiwan dan kepulauan Jepang di lepas pantai timur lautnya, tampaknya berada sangat dekat dengan Yonaguni, pulau terdekat. Transit militer China di sana jarang terjadi, dan aktivitas militer China di zona identifikasi pertahanan udara (ADIZ) Taiwan umumnya minim dalam beberapa minggu terakhir.
Pada Sabtu malam, kementerian tersebut mengatakan China telah melakukan patroli tempur gabungan lainnya. "Untuk mengganggu wilayah udara dan laut di sekitar kami," katanya.
Kementerian tersebut menambahkan bahwa Taiwan telah mengirimkan pesawat dan kapalnya sendiri untuk memantau situasi. Taiwan melaporkan patroli China semacam itu beberapa kali terjadi dalam sebulan sebagai bagian dari apa yang disebut Taipei sebagai kampanye tekanan militer yang sedang berlangsung.
Jepang telah menghadapi tekanan yang semakin meningkat dari China sejak Takaichi menyampaikan pernyataannya, dengan konsul jenderal China di Osaka yang memicu protes resmi dari Tokyo dengan berkomentar bahwa “kepala kotor yang menonjol itu harus dipotong”.
Beijing kemudian memanggil duta besar Jepang untuk pertama kalinya dalam lebih dari dua tahun, dan Kementerian Pertahanan China menyatakan bahwa intervensi Jepang apa pun pasti akan gagal.
Pada Jumat pekan lalu, China memperingatkan warganya agar tidak bepergian ke Jepang, yang mendorong Tokyo untuk mendesak Beijing mengambil "langkah-langkah yang tepat", meskipun tidak memberikan penjelasan lebih lanjut.
Lihat Juga :