AS Bantu Korea Selatan Buat Kapal Selam Nuklir, Apa Keuntungannya?

Minggu, 16 November 2025 - 17:03 WIB
loading...
A A A
Dengan demikian, kemampuannya untuk memperkaya atau memproses ulang uranium dibatasi oleh AS karena sepenuhnya bergantung pada impor.

3. Ingin Melawan Korea Utara

Program kapal terbaru ini ditujukan untuk melawan Korea Utara, yang baru-baru ini mengungkapkan bahwa mereka sedang menjalankan program kapal selam nuklirnya sendiri.

Presiden Lee telah memberi tahu Trump di KTT APEC bulan lalu bahwa Korea Selatan membutuhkannya untuk tujuan khusus tersebut.

Dalam sebuah wawancara TV pekan lalu, Ahn Gyu-back, Menteri Pertahanan Korea Selatan, mengatakan bahwa kapal selam nuklir akan menjadi "pencapaian yang membanggakan" bagi Korea Selatan, dan sebuah lompatan besar dalam memperkuat pertahanan negara itu melawan Korea Utara.

Kemampuan siluman kapal selam nuklir akan membuat pemimpin Korea Utara Kim Jong Un "terjaga di malam hari", tambahnya.

Baca Juga: Protes Kejahatan dan Korupsi, Demo Gen Z di Meksiko Berujung Rusuh

4. Korea Utara Sudah Memiliki Kapal Selam

Korea Utara juga telah menjalankan program kapal selam nuklir – kemungkinan dengan bantuan Rusia, menurut para pejabat Korea Selatan.

Pada Maret 2025, Korea Utara merilis foto-foto yang diklaimnya sebagai kapal selam bertenaga nuklir yang sedang dibangun, yang memperlihatkan Kim mengunjungi galangan kapal tersebut.

Pyongyang diperkirakan akan memiliki kapal selam tersebut dalam beberapa tahun mendatang.

Korea Utara juga diperkirakan memiliki sekitar 50 persenjataan nuklir, sebagai bagian dari program senjata nuklirnya yang lebih luas.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
Beijing: Asing Mata-matai...
Beijing: Asing Mata-matai China, Gunakan Kura-kura dan Ikan yang Dipasang Sensor
Korea Utara Marah AS...
Korea Utara Marah AS Jual Rudal Canggih ke Korea Selatan, Menyebutnya Ekspor Perang
China Luncurkan Alat...
China Luncurkan Alat Pelacak Kapal Selam Nuklir, Bakal Ubah Perang Masa Depan
Inggris Makin Tak Berdaya!...
Inggris Makin Tak Berdaya! Seluruh Armada Kapal Selam Serang Tak Bisa Beroperasi
Siapa Han Seong-sook?...
Siapa Han Seong-sook? PM Korea Selatan Perempuan Pimpin Transformasi AI
Bandung Disulap Jadi...
Bandung Disulap Jadi Korea Mini, Ribuan Pengunjung Serbu Festival K-Food Halal dan K-Culture
Delegasi Iran Berangkat...
Delegasi Iran Berangkat ke Swiss Negosiasi dengan AS, Perang Bakal Berakhir?
Gawat! Delegasi Iran...
Gawat! Delegasi Iran Walk Out dari Perundingan Damai dengan AS
Rekomendasi
Rupiah Tergerus Sentimen...
Rupiah Tergerus Sentimen Eksternal, Hari Ini Berakhir Tembus Rp17.843 per USD
Prabowo Teken UU Polri,...
Prabowo Teken UU Polri, Atur Jabatan Sipil, Usia Pensiun, hingga Rekrutmen Disabilitas
IHSG Hari Ini Berakhir...
IHSG Hari Ini Berakhir Ambles ke 6.116, Transaksi Cetak Rp13,4 Triliun
Berita Terkini
Jepang Naikkan Biaya...
Jepang Naikkan Biaya Visa sebanyak Lima Kali Lipat, Apa Pemicunya?
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Keir Starmer Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Upacara Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Digelar selama 6 Hari
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Mundur, Krisis Politik Berlanjut
Iran Menang Banyak!...
Iran Menang Banyak! Sanksi Dicabut dan Diizinkan Ekspor Minyak
Infografis
Indonesia-AS Teken Perjanjian...
Indonesia-AS Teken Perjanjian Dagang Resiprokal: Kabar Baik buat 4 Juta Buruh Tekstil
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved