Israel Bangun Tembok Baru untuk Perluas Wilayah, Lebanon Ajukan Protes ke PBB

Minggu, 16 November 2025 - 14:34 WIB
loading...
Israel Bangun Tembok...
Israel bangun tembok baru untuk perluas wilayah, Lebanon ajukan protes ke PBB. Foto/X/@SuppressedNws1
A A A
TEL AVIV - Presiden Lebanon Joseph Aoun telah menginstruksikan Kementerian Luar Negeri untuk mengajukan pengaduan mendesak kepada Dewan Keamanan PBB atas pembangunan tembok beton oleh Israel di Lebanon selatan yang melampaui Garis Biru yang ditetapkan PBB. Tel Aviv memang terus menunjukkan ambisinya mewujudkan Israel Raya.

Anadolu melaporkan, Aoun meminta Menteri Luar Negeri Youssef Raggi untuk menugaskan misi tetap Lebanon di PBB untuk mengajukan pengaduan tersebut, dengan mengatakan bahwa tembok Israel tersebut melanggar kedaulatan Lebanon dan Resolusi Dewan Keamanan PBB 1701.

Resolusi 1701, yang diadopsi pada 11 Agustus 2006, menyerukan penghentian permusuhan antara Hizbullah dan Israel serta pembentukan zona bebas senjata antara Garis Biru dan Sungai Litani di Lebanon.

Aoun juga memerintahkan agar pengaduan tersebut menyertakan laporan PBB yang membantah penyangkalan Israel atas pembangunan tembok tersebut dan menegaskan bahwa struktur tersebut telah mencegah penduduk di selatan mengakses lebih dari 4.000 meter persegi tanah Lebanon.

Kepresidenan mengatakan laporan tersebut menunjukkan bahwa pasukan penjaga perdamaian PBB (UNIFIL) telah secara resmi memberi tahu Israel bahwa tembok tersebut harus dibongkar.

Lebanon mengatakan pembangunan dan keberadaan Israel yang berkelanjutan di luar Garis Biru, perbatasan de facto, merupakan pelanggaran terhadap wilayahnya dan terhadap batas yang diakui secara internasional yang ditetapkan setelah penarikan Israel pada tahun 2000.

Kepresidenan mengatakan bahwa aktivitas pembangunan Israel yang sedang berlangsung di wilayah tersebut, beserta kehadiran militernya, merupakan "pelanggaran nyata" terhadap Resolusi 1701 dan pelanggaran terhadap kedaulatan dan integritas teritorial Lebanon.

BacaJuga: Pejabat Militer AS: Langkah-langkah Awal Sedang Disiapkan untuk Kemungkinan Invasi Venezuela

Pada hari Jumat, UNIFIL menyatakan bahwa Israel telah membangun dua tembok di barat daya kota Yaroun, yang membuat lebih dari 4.000 meter persegi wilayah Lebanon tidak dapat diakses oleh rakyat Lebanon.

Ketegangan telah meningkat di Lebanon selatan selama berminggu-minggu, dengan tentara Israel mengintensifkan serangan udara hampir setiap hari di wilayah Lebanon, yang diduga menargetkan anggota dan infrastruktur Hizbullah.

Tentara Israel telah menewaskan lebih dari 4.000 orang dan melukai hampir 17.000 orang dalam serangannya di Lebanon, yang dimulai pada Oktober 2023 dan berubah menjadi ofensif skala penuh pada September 2024.

Berdasarkan gencatan senjata yang diumumkan pada November 2024, tentara Israel seharusnya mundur dari Lebanon selatan Januari ini, tetapi hanya sebagian yang ditarik dan terus mempertahankan kehadiran militer di lima pos perbatasan.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Hizbullah Sergap Unit...
Hizbullah Sergap Unit Israel di Beit Yahoun, 4 Tentara Zionis Terluka
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Pemimpin Hizbullah Tegaskan...
Pemimpin Hizbullah Tegaskan Israel Harus Tinggalkan Lebanon Tanpa Syarat
Sadisnya Tentara Israel,...
Sadisnya Tentara Israel, Tembak Mati Pria Palestina yang Sedang Tidur
Iran Tuduh NATO Terlibat...
Iran Tuduh NATO Terlibat Perang Gabungan AS-Israel Gara-gara Pengakuan Sekjen Mark Rutte
Trump Caci Maki Netanyahu:...
Trump Caci Maki Netanyahu: Semua Orang Yahudi Muak Denganmu!
Dubes Iran Tegas Tolak...
Dubes Iran Tegas Tolak Gencatan Senjata di Gaza: Palestina Harus Dibebaskan!
Mantan Menteri Kehakiman...
Mantan Menteri Kehakiman Korsel Divonis 25 Tahun Penjara Terkait Peran dalam Darurat Militer
Gempa M7,2 di Jepang:...
Gempa M7,2 di Jepang: Gedung-Gedung di Tokyo Berguncang, Korban Nihil
Rekomendasi
Prabowo Singgung Pihak...
Prabowo Singgung Pihak Bikin Gaduh usai Pemilu: Kapan Kita Mau Menuju Kesejahteraan untuk Rakyat?
Pertamina Siap Turunkan...
Pertamina Siap Turunkan Harga BBM secara Bertahap Mulai Awal Juli
Rumah BUMN SIG di Rembang...
Rumah BUMN SIG di Rembang Catat Transaksi Rp6,9 Miliar
Berita Terkini
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan,...
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan, Korban Tewas Gempa Venezuela Capai 589 Orang
Israel Melarang Seruan...
Israel Melarang Seruan Azan di Masjid Ibrahimi Hebron, Sudah Hari Kelima
Hizbullah Sergap Unit...
Hizbullah Sergap Unit Israel di Beit Yahoun, 4 Tentara Zionis Terluka
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Singapura Marah Kapalnya...
Singapura Marah Kapalnya Diserang di Selat Hormuz
Iran Sebut Pernyataan...
Iran Sebut Pernyataan Bersama AS-GCC Provokatif, Serukan Zona Bebas Senjata Nuklir Timur Tengah
Infografis
Ahmad Vahidi, Panglima...
Ahmad Vahidi, Panglima Baru IRGC di Tengah Perang Lawan AS-Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved