Media Asing Soroti Keputusan Indonesia Nobatkan Soeharto sebagai Pahlawan Nasional
Senin, 10 November 2025 - 13:44 WIB
loading...
A
A
A
Memutihkan Sejarah
Bahkan setelah kematiannya, partai Soeharto, Golkar, tetap menjadi kekuatan politik utama yang mendukung Prabowo dalam pemerintahannya saat ini, dan memegang jabatan-jabatan penting dalam kabinetnya.
Analis politik Kevin O’Rourke, penulis buku “Reformasi: The Struggle for Power in Post-Soeharto Indonesia", mengatakan bahwa penobatan Soeharto sebagai pahlawan nasional dapat mengaburkan sejarah dan menjadi upaya untuk memulihkan otoritarianisme, meskipun itu tidak mudah.
“Cukup sulit untuk mengembalikan demokrasi ke dalam kotak ketika orang-orang sudah terbiasa dengannya,” katanya. Dia menambahkan bahwa masalahnya adalah, bagi banyak orang Indonesia, era Soeharto adalah era yang jauh.
Separuh penduduk Indonesia tidak akan lahir atau cukup umur untuk mengingat era tersebut, menurut statistik resmi.
Namun banyak yang masih mengingat kesulitan-kesulitan tersebut. Sekelompok orang, yang dikenal sebagai "Aksi Kamisan", telah mengadakan aksi diam di luar istana presiden di Jakarta setiap Kamis selama hampir 20 tahun, berpakaian hitam-hitam dan menuntut keadilan atas ekses-ekses yang dialami di bawah Soeharto.
Banyak dari mereka mengatakan masih belum mengetahui keberadaan orang-orang terkasih yang hilang di bawah pemerintahannya.
Namun, para pejabat membela langkah pencalonan Soeharto untuk gelar pahlawan nasional, dengan Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengatakan bahwa pemerintah telah melakukan penelitian dan semua kandidat, termasuk Suharto, telah memenuhi persyaratan.
Fadli juga mengatakan bahwa peran Soeharto dalam pembunuhan massal tahun 1965 yang pada akhirnya menandai berakhirnya pemerintahan Soekarno tidak pernah terbukti. Sejarawan mengatakan sekitar 500.000 orang terbunuh.
Menurut laporan Reuters, Indonesia tidak pernah menyelidiki pembunuhan massal tersebut.
(mas)
Lihat Juga :