Apakah Wali Kota Muslim Pertama New York City Zohran Mamdani Pro-LGBT?
Senin, 10 November 2025 - 12:24 WIB
loading...
A
A
A
Halaman Wikipedia tentang posisi politiknya menyebut secara eksplisit: “Mamdani mendukung hak-hak LGBTQ+ dengan menjadikan NYC sebagai kota perlindungan LGBTQ+ dengan Kantor Urusan LGBTQIA+.”
Zohran Kwame Mamdani lahir di Kampala, Uganda, dari keluarga imigran keturunan India. Dia pindah ke Amerika Serikat saat masih kecil dan tumbuh di Queens, New York. Sebelum terjun ke politik, dia dikenal sebagai organisator komunitas progresif, mengadvokasi perumahan rakyat, hak imigran, dan keadilan sosial.
Karier politiknya mulai mencuat ketika dia terpilih menjadi anggota Majelis Negara Bagian New York pada 2020, mewakili Partai Demokrat sayap kiri progresif. Sosoknya menonjol karena menggabungkan identitas Muslim, imigran, dan aktivis sosial—tiga elemen yang jarang berpadu di kancah politik Amerika.
Posisi Mamdani telah menimbulkan dilema menarik, bagaimana seorang politisi Muslim bisa mendukung kebijakan LGBT secara terbuka di negara sekuler seperti AS?
Bagi Mamdani, jawabannya terletak pada pemisahan antara iman pribadi dan mandat publik. Dalam wawancara dengan Al Jazeera, dia menegaskan bahwa "politik harus melayani seluruh rakyat, bukan satu tafsir agama.
Sikap ini telah membuatnya diserang dari dua arah. Dia sempat diserang kelompok Islam konservatif, yang menilai dukungan terhadap LGBT bertentangan dengan ajaran agama. Dia juga diserang kelompok sayap kanan AS, yang menyerang latar belakang Muslimnya dan menyebutnya tidak sejalan dengan nilai-nilai Amerika.
Zohran Kwame Mamdani lahir di Kampala, Uganda, dari keluarga imigran keturunan India. Dia pindah ke Amerika Serikat saat masih kecil dan tumbuh di Queens, New York. Sebelum terjun ke politik, dia dikenal sebagai organisator komunitas progresif, mengadvokasi perumahan rakyat, hak imigran, dan keadilan sosial.
Karier politiknya mulai mencuat ketika dia terpilih menjadi anggota Majelis Negara Bagian New York pada 2020, mewakili Partai Demokrat sayap kiri progresif. Sosoknya menonjol karena menggabungkan identitas Muslim, imigran, dan aktivis sosial—tiga elemen yang jarang berpadu di kancah politik Amerika.
Bagaimana Bisa Politisi Muslim Mendukung LGBT?
Posisi Mamdani telah menimbulkan dilema menarik, bagaimana seorang politisi Muslim bisa mendukung kebijakan LGBT secara terbuka di negara sekuler seperti AS?
Bagi Mamdani, jawabannya terletak pada pemisahan antara iman pribadi dan mandat publik. Dalam wawancara dengan Al Jazeera, dia menegaskan bahwa "politik harus melayani seluruh rakyat, bukan satu tafsir agama.
Sikap ini telah membuatnya diserang dari dua arah. Dia sempat diserang kelompok Islam konservatif, yang menilai dukungan terhadap LGBT bertentangan dengan ajaran agama. Dia juga diserang kelompok sayap kanan AS, yang menyerang latar belakang Muslimnya dan menyebutnya tidak sejalan dengan nilai-nilai Amerika.
Lihat Juga :