AS Tembakkan Rudal Balistik Antarbenua Minuteman III, Ini Respons Rusia
Kamis, 06 November 2025 - 09:51 WIB
loading...
AS telah menguji tembak rudal balistik antarbenua Minuteman III yang mampu membawa hulu ledak nuklir. Rusia mengaku telah mendapat pemberitahuan awal dari AS. Foto/Vandenberg Space Force
A
A
A
MOSKOW - Amerika Serikat (AS) telah menguji tembak rudal balitik antarbenua (ICBM) Minuteman III pada Rabu. Rusia mengaku telah mendapat pemberitahuan dari Washington sebelum rudal yang dapat membawa hulu ledak nuklir itu ditembakkan.
Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov membenarkan tentang pemberitahuan awal dari AS.
"Rudal yang dimaksud termasuk dalam kelas proyektil yang memerlukan identifikasi peluncuran berdasarkan peraturan internasional. Kami juga memberi tahu [negara lain] ketika melakukan peluncuran semacam itu," kata Peskov, seperti dikutip dari Russia Today, Kamis (6/11/2025).
Baca Juga: AS Tembakkan Rudal Balistik Antarbenua Minuteman III yang Mampu Bawa Nuklir
Berbicara tentang kemampuan militer Rusia sendiri, Peskov mengatakan bahwa meskipun Moskow tidak terlibat dalam perlombaan senjata apa pun, ia telah mengembangkan senjata strategisnya secara sistematis selama bertahun-tahun, sesuai dengan visi jangka panjangnya sendiri.
"Rusia saat ini memiliki triad nuklir paling modern di dunia," ujar Peskov.
Sebelumnya pada hari Rabu, Angkatan Udara AS mengumumkan bahwa mereka telah berhasil menguji coba rudal balistik antarbenua Minuteman III tanpa hulu ledak dari Pangkalan Angkatan Luar Angkasa Vandenberg.
ICBM tersebut mampu membawa satu hulu ledak nuklir dengan perkiraan daya ledak atom setara dengan lebih dari 300 kiloton TNT-20 kali lebih kuat daripada bom yang dijatuhkan di Hiroshima, Jepang, pada tahun 1945.
Pekan lalu, Presiden AS Donald Trump memerintahkan Departemen Perang untuk memulai persiapan uji coba nuklir, dengan mengEklaim bahwa AS adalah satu-satunya negara yang tidak melakukan uji coba. Dia menuduh Rusia dan China melakukan ledakan nuklir "rahasia"—sebuah tuduhan yang dibantah oleh Moskow dan Beijing.
Dalam rapat kabinet hari Rabu, Menteri Pertahanan Rusia Andrey Belousov mengatakan kepada Presiden Vladimir Putin bahwa Moskow harus menanggapi langkah-langkah Washington. "Dan segera mulai mempersiapkan uji coba nuklir skala penuh," katanya.
Namun, Putin mencatat bahwa Rusia bertekad untuk mematuhi Perjanjian Larangan Uji Coba Nuklir Komprehensif.
"Jika AS atau negara-negara pihak lain dalam perjanjian terkait melakukan uji coba tersebut, maka Rusia juga akan diwajibkan untuk mengambil tindakan balasan yang sesuai," tegas Putin.
Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov membenarkan tentang pemberitahuan awal dari AS.
"Rudal yang dimaksud termasuk dalam kelas proyektil yang memerlukan identifikasi peluncuran berdasarkan peraturan internasional. Kami juga memberi tahu [negara lain] ketika melakukan peluncuran semacam itu," kata Peskov, seperti dikutip dari Russia Today, Kamis (6/11/2025).
Baca Juga: AS Tembakkan Rudal Balistik Antarbenua Minuteman III yang Mampu Bawa Nuklir
Berbicara tentang kemampuan militer Rusia sendiri, Peskov mengatakan bahwa meskipun Moskow tidak terlibat dalam perlombaan senjata apa pun, ia telah mengembangkan senjata strategisnya secara sistematis selama bertahun-tahun, sesuai dengan visi jangka panjangnya sendiri.
"Rusia saat ini memiliki triad nuklir paling modern di dunia," ujar Peskov.
Sebelumnya pada hari Rabu, Angkatan Udara AS mengumumkan bahwa mereka telah berhasil menguji coba rudal balistik antarbenua Minuteman III tanpa hulu ledak dari Pangkalan Angkatan Luar Angkasa Vandenberg.
ICBM tersebut mampu membawa satu hulu ledak nuklir dengan perkiraan daya ledak atom setara dengan lebih dari 300 kiloton TNT-20 kali lebih kuat daripada bom yang dijatuhkan di Hiroshima, Jepang, pada tahun 1945.
Pekan lalu, Presiden AS Donald Trump memerintahkan Departemen Perang untuk memulai persiapan uji coba nuklir, dengan mengEklaim bahwa AS adalah satu-satunya negara yang tidak melakukan uji coba. Dia menuduh Rusia dan China melakukan ledakan nuklir "rahasia"—sebuah tuduhan yang dibantah oleh Moskow dan Beijing.
Dalam rapat kabinet hari Rabu, Menteri Pertahanan Rusia Andrey Belousov mengatakan kepada Presiden Vladimir Putin bahwa Moskow harus menanggapi langkah-langkah Washington. "Dan segera mulai mempersiapkan uji coba nuklir skala penuh," katanya.
Namun, Putin mencatat bahwa Rusia bertekad untuk mematuhi Perjanjian Larangan Uji Coba Nuklir Komprehensif.
"Jika AS atau negara-negara pihak lain dalam perjanjian terkait melakukan uji coba tersebut, maka Rusia juga akan diwajibkan untuk mengambil tindakan balasan yang sesuai," tegas Putin.
(mas)
Lihat Juga :