8 Negara yang Warganya Paling Kurus di Dunia, dari Jepang hingga Korea Selatan

Kamis, 06 November 2025 - 04:40 WIB
loading...
8 Negara yang Warganya...
Jepang merupakan salah satu negara di mana warganya paling kurus di dunia. Foto/X/@PaprikaGirl_JP
A A A
LONDON - Secara umum, obesitas merupakan fenomena yang banyak ditemukan di negara maju. Sebaliknya, negara-negara dengan penduduk yang kurus di dunia sebagian besar adalah negara berkembang, yang banyak di antaranya kesulitan memenuhi kebutuhan pangan.

Namun, ada negara-negara maju, tetapi penduduknya termasuk yang tertipis di dunia. Negara-negara ini adalah negara-negara yang pola makan dan gaya hidupnya berkontribusi terhadap populasi yang lebih kurus dibandingkan kebanyakan negara maju lainnya.

8Negara yang Warganya Paling Kurus di Dunia, dari Jepang hingga Korea Selatan

1. Vietnam (2,1%)

Melansir World Atlas, Vietnam adalah negara di mana hanya 2,1% penduduknya yang dianggap obesitas. Jadi mengapa orang Vietnam begitu kurus? Seperti negara berkembang lainnya, Vietnam berjuang melawan tingginya angka kemiskinan.

Menurut Perserikatan Bangsa-Bangsa, hampir 10% penduduk Vietnam hidup dalam kemiskinan, sehingga tidak mengherankan jika banyak orang Vietnam kesulitan mendapatkan makanan yang cukup. Namun, kemiskinan bukanlah satu-satunya faktor yang membuat orang Vietnam tetap kurus.

Pola makan orang Vietnam, yang sebagian besar terdiri dari nasi, sayur, dan ikan, juga mencegah obesitas. Selain itu, budaya Vietnam menekankan kehidupan yang seimbang, termasuk keseimbangan asupan makanan yang tepat.

2. Bangladesh (3,6%)

Bangladesh adalah negara dengan penduduk yang kurus kedua di dunia, dengan tingkat obesitas hanya 3,6%. Alasan utama yang disayangkan mengapa orang Bangladesh begitu kurus adalah kemiskinan, yang menyebabkan kelaparan dan malnutrisi.

Menurut Program Pangan Dunia PBB (WFP), 40% penduduk Bangladesh mengalami kerawanan pangan. Anak-anak khususnya sangat terdampak kelaparan, hingga banyak dari mereka mengalami pertumbuhan terhambat. Faktanya, WFP memperkirakan bahwa stunting memengaruhi 36% anak-anak di bawah usia 5 tahun di Bangladesh.

3. Timor Leste (3,8%)

Timor Leste, yang dikenal sebagai Timor Timur dalam bahasa Inggris, memiliki tingkat obesitas hanya 3,8%. Ini adalah negara lain di mana kelaparan merupakan masalah serius.

Faktanya, Timor Leste memiliki indeks kelaparan tertinggi kedua menurut Indeks Kelaparan Global 2020. Salah satu alasan kerawanan pangan Timor Leste adalah kegagalan masyarakat Timor Leste untuk memproduksi cukup makanan di dalam negeri, yang diperburuk oleh dampak perubahan iklim.

Baca Juga: Biodata Zohran Mamdani, Wali Kota Muslim Pertama New York City dan Simbol Politik Baru Amerika

4. India (3,9%)

Hanya 3,9% penduduk India yang mengalami obesitas. Berbeda dengan Timor Leste, India menghasilkan cukup pangan dalam negeri untuk memenuhi kebutuhan pangan penduduknya. Namun demikian, masih banyak penduduk India yang kekurangan akses pangan.

Menurut Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO), 189,2 juta orang di India mengalami kekurangan gizi pada tahun 2020. Limbah makanan disebut sebagai salah satu penyebab utama kelaparan di India, dengan 40% sayuran dan 30% sereal tidak sampai ke konsumen dan hilang.

4. Kamboja (3,9%)

Kamboja memiliki tingkat obesitas yang sama dengan India, yaitu 3,9%. Negara ini tidak mampu memenuhi kebutuhan pangan penduduknya. Sumber daya alam telah terkuras akibat konflik bersenjata.

Pertanian dan produksi pangan juga terganggu oleh bencana alam yang sering terjadi di negara ini. Kelangkaan pangan musiman merupakan hal yang umum di Kamboja. Faktanya, dua pertiga rumah tangga di negara ini mengalami kelangkaan pangan musiman setiap tahun. Sekitar 40% anak-anak Kamboja mengalami malnutrisi kronis, yang seringkali menyebabkan pertumbuhan terhambat.

5. Nepal (4,1%)

Hanya 4,1% penduduk Nepal yang mengalami obesitas. Nepal adalah salah satu negara termiskin di Asia. Pada tahun 2019, 39% penduduk Nepal hidup dalam kemiskinan, dan 8% hidup dalam kemiskinan ekstrem.

Seperti negara-negara miskin lainnya, produktivitas pertanian Nepal terlalu rendah untuk memenuhi kebutuhan pangan penduduknya. Namun, situasinya telah membaik selama 20 tahun terakhir. Skor Indeks Kelaparan Global Nepal yang sebelumnya 37,4 pada tahun 2000, turun menjadi 19,5 pada tahun 2020.

6. Jepang (4,3%)

Tidak seperti kebanyakan dari 10 negara tertipis di dunia, Jepang bukanlah negara miskin atau berkembang. Justru sebaliknya. Jepang adalah salah satu negara terkaya dan termaju di dunia.

Lalu, mengapa hanya 4,3% orang Jepang yang mengalami obesitas? Sebagian besar tingkat obesitas yang rendah di Jepang berkaitan dengan pola makan. Orang Jepang tidak mengonsumsi makanan yang tinggi lemak jenuh, garam, atau gula. Mereka juga umumnya menghindari makanan olahan seperti yang Anda temukan di McDonald's. Cara makan orang Jepang juga berpengaruh.

Mereka umumnya makan dalam porsi kecil dan tidak sering mengemil di antara waktu makan. Pentingnya nutrisi yang tepat ditanamkan dalam benak anak-anak Jepang di sekolah dasar agar mereka tumbuh menjadi orang dewasa yang sehat. Orang Jepang juga telah berhasil mengintegrasikan olahraga dalam jumlah yang cukup ke dalam rutinitas harian mereka.

7. Etiopia (4,5%)

Etiopia telah mendapatkan reputasi buruk karena dilanda kelaparan dan kelaparan selama beberapa dekade terakhir. Hanya 4,5% penduduk Etiopia yang dianggap obesitas di negara yang hampir 8 juta penduduknya mengalami kerawanan pangan.

Sebagian besar penduduk negara ini bergantung pada pertanian yang sangat bergantung pada curah hujan, yang seringkali langka. Etiopia memang telah mengalami serangkaian kekeringan baru-baru ini, yang dampaknya diperparah oleh bencana alam lainnya, konflik bersenjata, dan kemiskinan ekstrem.

8. Korea Selatan (4,7%)

Seperti Jepang, Korea Selatan adalah negara maju. Hanya 4,7% penduduk Korea Selatan yang mengalami obesitas. Seperti di Jepang, pola makan orang Korea Selatan tidak mencakup makanan yang sangat berlemak atau makanan olahan.

Sebaliknya, orang Korea Selatan banyak mengonsumsi sayuran dan makanan laut. Layaknya orang Jepang, mereka juga makan dalam porsi yang lebih kecil dan memasukkan olahraga ke dalam rutinitas harian mereka.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jepang Naikkan Biaya...
Jepang Naikkan Biaya Visa sebanyak Lima Kali Lipat, Apa Pemicunya?
AS Kerahkan Sistem Rudal...
AS Kerahkan Sistem Rudal Canggih Typhon ke Jepang, Dapat Menargetkan China
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
Korea Utara Marah AS...
Korea Utara Marah AS Jual Rudal Canggih ke Korea Selatan, Menyebutnya Ekspor Perang
Respons Aksi China,...
Respons Aksi China, Jepang Perkuat Pertahanan Sisi Barat Daya
4 Fakta Pembunuhan WNI...
4 Fakta Pembunuhan WNI di Hokkaido, Tersangka Sudah Berniat Habisi Korban
Pendaftaran Program...
Pendaftaran Program Magang ke Jepang Dibuka Kemnaker, Begini Caranya
Negosiator Iran dan...
Negosiator Iran dan AS Bertemu di Jenewa untuk Babak Baru Pembicaraan Demi Akhiri Perang
Selat Hormuz Ditutup...
Selat Hormuz Ditutup Lagi, Trump Ancam Lenyapkan Iran
Rekomendasi
Ade Darmawan Yakin Jokowi...
Ade Darmawan Yakin Jokowi Kecewa Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Kejari Jaksel
Pasokan Seret Batu Bara...
Pasokan Seret Batu Bara Picu Pemadaman Listrik, Legislator Soroti Lambannya Persetujuan RKAB
MyPertamina Gelar Program...
MyPertamina Gelar Program Pesta Bola, Tingkatkan Engagement melalui Ekosistem Digital
Berita Terkini
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
6 PM dalam 10 Tahun...
6 PM dalam 10 Tahun 44 Hari, Seperti Apa Politik Antrean di Inggris?
Jepang Naikkan Biaya...
Jepang Naikkan Biaya Visa sebanyak Lima Kali Lipat, Apa Pemicunya?
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Keir Starmer Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Upacara Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Digelar selama 6 Hari
Infografis
Megawati Hangestri Gabung...
Megawati Hangestri Gabung Hyundai Hillstate di Liga Voli Korea Selatan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved