Pesawat Kargo Meledak Saat Lepas Landas, 7 Tewas, 11 Luka-luka
Rabu, 05 November 2025 - 11:45 WIB
loading...
Pesawat kargo mengalami kecelakaan dan terbakar di Bandara Internasional Louisville Muhammad Ali, Kentucky, AS. Foto/x
A
A
A
WASHINGTON - Satu pesawat kargo meledak saat lepas landas dari Bandara Internasional Louisville Muhammad Ali di Kentucky. Insiden itu mengakibatkan tujuh korban jiwa dan 11 orang luka-luka, menurut pejabat setempat.
Dewan Keselamatan Transportasi Nasional (NTSB) dan Badan Penerbangan Federal (FAA) segera meluncurkan penyelidikan.
FAA mengonfirmasi Penerbangan UPS 2976 –pesawat kargo McDonnell Douglas MD-11 yang dioperasikan UPS Airlines – jatuh sekitar pukul 17.15 waktu setempat pada hari Selasa ( 4/11/2025) saat lepas landas dari Louisville menuju Bandara Internasional Daniel K. Inouye di Honolulu.
Rekaman dari lokasi kejadian menunjukkan bangkai pesawat yang terbakar di dekat ujung landasan pacu.
Kepulan asap hitam membubung tinggi di atas lokasi kecelakaan, dan api terlihat menghanguskan bangunan-bangunan industri di dekatnya.
"Ini adalah lokasi kejadian aktif dengan api dan puing-puing. Menjauhlah," ujar Departemen Kepolisian Metro Louisville (LMPD).
Perintah untuk tetap di tempat dikeluarkan untuk semua lokasi dalam radius lima mil dari bandara. Grade Lane antara Stooges dan Crittenden ditutup tanpa batas waktu, dan bandara menghentikan semua operasinya.
UPS mengonfirmasi tiga awak berada di dalam pesawat pada saat kecelakaan. Meskipun laporan awal tidak segera mengonfirmasi status mereka, para pejabat kemudian mengatakan setidaknya tujuh orang tewas dan 11 lainnya luka-luka, dan mengindikasikan jumlah korban mungkin meningkat.
Data pelacakan penerbangan menunjukkan MD-11 mencapai ketinggian sekitar 175 kaki dan kecepatan 184 knot sebelum turun dengan cepat dan jatuh.
Kecelakaan itu terjadi di dekat pusat kargo udara global UPS di Louisville, fasilitas penanganan paket terbesar perusahaan.
Insiden ini diperkirakan akan menyebabkan gangguan signifikan pada operasi perusahaan, yang menangani lebih dari dua juta paket setiap hari.
Boeing, yang mengakuisisi McDonnell Douglas pada tahun 1997, mengatakan pihaknya prihatin dengan keselamatan dan kesejahteraan semua yang terdampak dan akan memberikan dukungan teknis untuk penyelidikan tersebut.
Baca juga: Lebih dari 1,4 Juta Orang telah Memberi Suara dalam Pemilu Wali Kota New York
Dewan Keselamatan Transportasi Nasional (NTSB) dan Badan Penerbangan Federal (FAA) segera meluncurkan penyelidikan.
FAA mengonfirmasi Penerbangan UPS 2976 –pesawat kargo McDonnell Douglas MD-11 yang dioperasikan UPS Airlines – jatuh sekitar pukul 17.15 waktu setempat pada hari Selasa ( 4/11/2025) saat lepas landas dari Louisville menuju Bandara Internasional Daniel K. Inouye di Honolulu.
Rekaman dari lokasi kejadian menunjukkan bangkai pesawat yang terbakar di dekat ujung landasan pacu.
Kepulan asap hitam membubung tinggi di atas lokasi kecelakaan, dan api terlihat menghanguskan bangunan-bangunan industri di dekatnya.
"Ini adalah lokasi kejadian aktif dengan api dan puing-puing. Menjauhlah," ujar Departemen Kepolisian Metro Louisville (LMPD).
Perintah untuk tetap di tempat dikeluarkan untuk semua lokasi dalam radius lima mil dari bandara. Grade Lane antara Stooges dan Crittenden ditutup tanpa batas waktu, dan bandara menghentikan semua operasinya.
UPS mengonfirmasi tiga awak berada di dalam pesawat pada saat kecelakaan. Meskipun laporan awal tidak segera mengonfirmasi status mereka, para pejabat kemudian mengatakan setidaknya tujuh orang tewas dan 11 lainnya luka-luka, dan mengindikasikan jumlah korban mungkin meningkat.
Data pelacakan penerbangan menunjukkan MD-11 mencapai ketinggian sekitar 175 kaki dan kecepatan 184 knot sebelum turun dengan cepat dan jatuh.
Kecelakaan itu terjadi di dekat pusat kargo udara global UPS di Louisville, fasilitas penanganan paket terbesar perusahaan.
Insiden ini diperkirakan akan menyebabkan gangguan signifikan pada operasi perusahaan, yang menangani lebih dari dua juta paket setiap hari.
Boeing, yang mengakuisisi McDonnell Douglas pada tahun 1997, mengatakan pihaknya prihatin dengan keselamatan dan kesejahteraan semua yang terdampak dan akan memberikan dukungan teknis untuk penyelidikan tersebut.
Baca juga: Lebih dari 1,4 Juta Orang telah Memberi Suara dalam Pemilu Wali Kota New York
(sya)
Lihat Juga :