Terancam Digulingkan AS, Akankah Rusia Kembali Menolong Presiden Venezuela Maduro?

Selasa, 04 November 2025 - 08:21 WIB
loading...
A A A
"Saya pikir jika AS serius ingin mengubah rezim di Venezuela dengan kekerasan, Rusia kemungkinan besar tidak akan dapat membantu dengan cara apa pun," ujar Oleg Ignatov, analis senior Rusia di Crisis Group, kepada RFE/RL dalam komentar melalui email, Selasa (4/11/2025).

"Hal ini mustahil dilakukan sebelum dan sesudah [dimulainya] perang di Ukraina. Faktor geografi dan logistik yang mendasar berperan di sini."

Trump telah mengirimkan sinyal yang beragam tentang apakah Amerika Serikat sedang mempertimbangkan untuk menyerang target terkait narkoba di Venezuela. "Darat akan menjadi target berikutnya," ujarnya pada 23 Oktober dalam komentarnya tentang serangan terhadap kapal.

Namun pada 31 Oktober, ketika ditanya apakah laporan media bahwa dia sedang mempertimbangkan serangan di Venezuela benar, presiden AS tersebut berkata: "Tidak."

Jatuhnya Maduro akan menjadi pukulan telak bagi Moskow, berpotensi merampas pijakan kuncinya di Amerika Latin dan menggemakan penggulingan Bashar al-Assad dari Suriah pada Desember 2024, yang telah melemahkan pengaruh Kremlin di Timur Tengah.

Selain status Maduro sebagai sekutu dalam konfrontasi geopolitik Moskow dengan Washington dan Barat, Rusia telah berinvestasi besar-besaran dalam produksi minyak di Venezuela, yang memiliki cadangan minyak terbukti terbesar di dunia—meskipun sanksi AS berarti kedua negara tersebut berusaha menjual minyaknya kepada beberapa pembeli yang sama, seperti China.

Kalkulus Geopolitik


Meskipun perang melawan Ukraina telah memfokuskan Moskow pada perolehan senjata itu sendiri, Caracas di masa lalu, setidaknya, telah menjadi pembeli substansial senjata Rusia. Di tengah peningkatan kekuatan AS di dekatnya, Maduro mengatakan pada 22 Oktober bahwa Venezuela memiliki 5.000 rudal Igla-S buatan Rusia di "posisi pertahanan udara kunci".

Terlepas dari hubungan tersebut, Moskow mungkin melihat meningkatnya tekanan AS terhadap Venezuela sebagai perkembangan yang mengalihkan perhatian Washington dari Ukraina, mengurangi kemungkinan tekanan tambahan pada Rusia untuk menghentikan invasi.

Kremlin di bawah Putin bahkan mungkin melihat hikmah dari kepergian Maduro jika Amerika Serikat memaksanya turun dari kekuasaan.

"Dengan cara yang menyimpang, Moskow akan diuntungkan dengan operasi semacam itu, karena akan memperkuat klaimnya bahwa Barat, bukan Rusia, yang merupakan musuh South Global: arogan, kejam, dan imperialis," tulis Galeotti dalam komentar email kepada RFE/RL.

"Rusia, bagaimanapun juga, masih mampu menemukan sekutu dan klien di South Global, entah karena keyakinan atau, lebih sering, pragmatisme, dan selalu memanfaatkan petualangan Barat untuk menegaskan klaimnya bahwa tatanan global liberal hanyalah tipuan untuk membelokkan dunia demi kepentingan Barat," tulisnya.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bak Film Spionase, Mata-mata...
Bak Film Spionase, Mata-mata Italia Berkhianat dan Jual Rahasia NATO kepada Rusia
AS Diam-diam Tarik 10...
AS Diam-diam Tarik 10 Jet Tempur Siluman F-22 Raptor, Mundur dari Perang Iran
Militer AS Rilis Video...
Militer AS Rilis Video Rudal-rudal Gempur 140 Target di Iran
Iran Balas Serang Pangkalan...
Iran Balas Serang Pangkalan AS di Qatar, Bahrain, dan UEA
AS Serang Iran Lagi...
AS Serang Iran Lagi untuk Ketiga Kalinya
Iran Tutup Selat Hormuz...
Iran Tutup Selat Hormuz usai Serang Kapal Tak Berizin
Cawe-cawe Trump Disebut...
Cawe-cawe Trump Disebut Biang Kerok Kegagalan Timnas AS di Piala Dunia 2026
Pemimpin Tertinggi Iran...
Pemimpin Tertinggi Iran Bersumpah Balas Dendam Pembunuhan Ali Khamenei
Ngeri! Jendela Pesawat...
Ngeri! Jendela Pesawat Lepas, Lansia Nyaris Tersedot Keluar saat Penerbangan dari Yunani
Rekomendasi
Kortas Tipidkor Sebut...
Kortas Tipidkor Sebut Bukti Kasus Dugaan Korupsi Eks Jampidsus Segera Dilimpahkan ke Kejagung
5 Momen Paling Bersejarah...
5 Momen Paling Bersejarah Rivalitas Inggris vs Argentina di Piala Dunia, Ada Gol 'Tangan Tuhan'
DPR Minta Komjak Proaktif...
DPR Minta Komjak Proaktif Awasi Penanganan Perkara Febrie Adriansyah
Berita Terkini
Ditutup-tutupi selama...
Ditutup-tutupi selama 1 Bulan, 2 Pilot China Tewas saat Latihan Perang
Secara Strategis, Pakar...
Secara Strategis, Pakar Militer Ini Yakin Iran Lebih Unggul Dibandingkan AS
Mantan Emir Qatar Sheikh...
Mantan Emir Qatar Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani Wafat pada Usia 74 Tahun
Iran Bombardir Pangkalan...
Iran Bombardir Pangkalan AS di Yordania, Kuwait, Bahrain, dan Oman
Bak Film Spionase, Mata-mata...
Bak Film Spionase, Mata-mata Italia Berkhianat dan Jual Rahasia NATO kepada Rusia
AS Diam-diam Tarik 10...
AS Diam-diam Tarik 10 Jet Tempur Siluman F-22 Raptor, Mundur dari Perang Iran
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved