Terancam Digulingkan AS, Akankah Rusia Kembali Menolong Presiden Venezuela Maduro?

Selasa, 04 November 2025 - 08:21 WIB
loading...
Terancam Digulingkan...
Presiden Venezuela Nicolas Maduro telah minta bantuan Rusia ketika posisinya terancam digulingkan Amerika Serikat. Foto/Kremlin.ru
A A A
CARACAS - Pada 2019, Amerika Serikat (AS) mendukung pemimpin oposisi Juan Guaido yang berusaha menggulingkan Presiden Nicolas Maduro dari kekuasaannya di Venezuela. Rusia menentang tekanan tersebut, memberikan bantuan diplomatik dan sedikit dukungan militer bagi pemerintah yang mungkin merupakan mitra terpenting Moskow di Amerika Latin.

Maduro berhasil melewati krisis ketika seruan Guaido untuk pemberontakan militer gagal dan upayanya untuk merebut kekuasaan pun kandas—sebuah kelegaan besar bagi Rusia dan pukulan bagi Amerika Serikat, yang menganggap kekuasaan Maduro tidak sah. Saat menjalani masa jabatan pertamanya, Presiden AS Donald Trump telah mengakui Guaido sebagai presiden sementara Venezuela pada Januari 2019.

Meskipun situasinya sangat berbeda saat ini, Amerika Serikat kembali meningkatkan tekanan terhadap Maduro.

Baca Juga: Terancam Perang Lawan AS, Venezuela Cari Bantuan Militer dari Rusia, China, dan Iran

Amerika Serikat telah membangun kehadiran militer yang besar di Karibia, di mana mereka kini mengirimkan sebuah kapal induk—USS Gerald R Ford, yang secara umum dianggap sebagai kapalinduk terbesar di dunia—dan telah melakukan berbagai serangan terhadap kapal-kapal yang diduga sebagai penyelundup narkoba, menewaskan puluhan orang.

Para pejabat AS telah mengutip dakwaan kejahatan narkoba tahun 2020 terhadap Maduro, dengan Menteri Luar Negeri Marco Rubio menyebutnya sebagai "buronan dari pengadilan Amerika". Pada bulan Agustus, Amerika Serikat menggandakan hadiah untuk informasi yang mengarah pada penangkapannya menjadi USD50 juta.

Dalam wawancara CBS yang dirilis Minggu (2/11/2025), Trump mengecilkan kekhawatiran bahwa Amerika Serikat akan berperang melawan Venezuela, tetapi ketika ditanya apakah masa jabatan Maduro tinggal menghitung hari, dia berkata, "Saya rasa begitu, ya."

Maduro dilaporkan kembali meminta dukungan Rusia—tetapi para analis mengatakan bahwa jika Washington berupaya keras untuk menggulingkannya, upaya Moskow untuk mencegahnya terbatas.

"Terus terang, tidak banyak yang dapat dilakukan Rusia, jika AS bertekad untuk mencoba menjatuhkan Maduro, selain upaya diplomatik," kata Mark Galeotti, seorang penulis, analis Rusia, dan profesor kehormatan di School of Slavonic and East European Studies, University College London.

Dalam laporan tertanggal 31 Oktober, The Washington Post menyatakan bahwa dokumen yang diperolehnya menunjukkan Maduro menulis surat kepada Presiden Rusia Vladimir Putin yang meminta Moskow untuk memperkuat pertahanan udara Venezuela dengan memulihkan pesawat tempur Sukhoi yang telah dibeli sebelumnya, membantu Caracas merombak mesin dan radar serta memperoleh rudal, dan memberikan dukungan logistik.

Menurut laporan tersebut, surat itu akan disampaikan oleh Menteri Perhubungan Venezuela, yang menurut Rusia telah mengunjungi Moskow pada pertengahan Oktober. The Washington Post juga melaporkan bahwa Maduro sedang mencari dukungan dari China dan Iran.

Tidak jelas apakah surat itu disampaikan kepada, atau diterima oleh, Kremlin. Baik pejabat Rusia maupun Venezuela belum mengomentari laporan tersebut atau membuat pernyataan publik tentang dukungan baru yang spesifik untuk pemerintahan Maduro.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Tegaskan Tanpa...
Trump Tegaskan Tanpa AS, Tidak akan Ada Israel, Netanyahu Harus Lebih Tanggung Jawab
Menlu Iran Tegaskan...
Menlu Iran Tegaskan Akhir Perang Dideklarasikan Senin, Resmi Berlaku Jumat
Trump: AS Tidak akan...
Trump: AS Tidak akan Bayar Iran Rp5 Triliun, Itu Berita Palsu
Inggris Akan Pasok Uranium...
Inggris Akan Pasok Uranium ke Ukraina dan Jatuhkan Sanksi Baru terhadap Rusia
Wapres AS Sebut Iran...
Wapres AS Sebut Iran Bisa Dapat Rp5.312 Triliun, tapi Trump Ragu
Jenderal Jerman Ancam...
Jenderal Jerman Ancam Serang Dahsyat Rusia: Kami Siap Bertempur Malam Ini
Larangan Perangkat Lunak...
Larangan Perangkat Lunak AS Bikin Susah Banyak Produsen Mobil
WNI Dikeroyok dan Dianiaya...
WNI Dikeroyok dan Dianiaya di Malaysia, Polisi Amankan 4 Orang yang Terlibat
Keji! Pasangan Muda-Mudi...
Keji! Pasangan Muda-Mudi Buang Bayi di Tempat Sampah Terminal Bus
Rekomendasi
PLN EPI Dorong UMKM...
PLN EPI Dorong UMKM Naik Kelas lewat Budidaya Madu Kelulut
Utang Pemerintah Bengkak...
Utang Pemerintah Bengkak saat Swasta Lesu, Alarm bagi Fiskal Negara
Yayasan Syarif Hidayatullah...
Yayasan Syarif Hidayatullah Dipakai Tanpa Izin, UIN Jakarta Siapkan Langkah Hukum
Berita Terkini
Selat Hormuz Tak Akan...
Selat Hormuz Tak Akan Lagi seperti Dulu, Ini 3 Alasannya
Trump Tegaskan Tanpa...
Trump Tegaskan Tanpa AS, Tidak akan Ada Israel, Netanyahu Harus Lebih Tanggung Jawab
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN...
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN dan Perundingan Bilateral di Sela-selanya
Pengaktifan Kembali...
Pengaktifan Kembali Transit Lewat Selat Hormuz Mungkin Perlu Waktu Beberapa Pekan
Menlu Iran Tegaskan...
Menlu Iran Tegaskan Akhir Perang Dideklarasikan Senin, Resmi Berlaku Jumat
Hamas Sambut Baik Kesepakatan...
Hamas Sambut Baik Kesepakatan AS-Iran, Serukan Penghentian Serangan di Gaza dan Lebanon
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved