Israel Tangkap Jenderalnya yang Bocorkan Video Penyiksaan Tahanan Palestina
Selasa, 04 November 2025 - 07:31 WIB
loading...
Mayor Jenderal Yifat Tomer-Yerushalmi, jaksa militer Israel yang bocorkan video penyiksaan tahanan Palestina oleh tentara Israel. Jenderal ini mengundurkan diri setelah membocorkan video tersebut. Foto/X @IDF
A
A
A
TEL AVIV - Polisi Israel telah menangkap Mayor Jenderal Yifat Tomer-Yerushalmi, mantan jaksa militer yang membocorkan video tentang para tentara Zionis menyiksa tahanan Palestina. Skandal ini telah membuat Perdana Menteri Benjamin Netanyahu marah, menyebutnya sebagai serangan terhadap PR (public relations) Israel.
Tomer-Yerushalmi menghilang selama beberapa jam pada hari Minggu setelah mengumumkan pengunduran dirinya sebagai jaksa militer. Dia menghilang di tengah spekulasi yang beredar di media tentang kemungkinan percobaan bunuh diri.
Menurut salinan surat pengunduran dirinya yang dipublikasikan media Israel pada Jumat pekan lalu, jenderal perempuan itu mengakui bahwa kantornya telah merilis video tersebut ke media tahun lalu.
Baca Juga: Israel Sengaja Tanam Bom pada Mainan untuk Bunuh Anak-anak Gaza
Lima tentara cadangan Zionis telah didakwa secara resmi sejak video tersebut bocor pada tahun 2024. Di antara dakwaan yang mereka hadapi adalah penggunaan "benda tajam" untuk menusuk tahanan di dekat dubur.
Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben Gvir pada hari Senin mengatakan di Telegram: "Telah disepakati bahwa mengingat kejadian tadi malam, dinas penjara akan bertindak dengan kewaspadaan ekstra untuk memastikan keselamatan tahanan di pusat penahanan tempat ia ditahan."
Dalam pernyataan tersebut, Ben Gvir menekankan bahwa video yang bocor itu merupakan "fitnah" terhadap militer Zionis. "Pentingnya melakukan investigasi secara profesional untuk mengungkap kebenaran sepenuhnya terkait kasus yang berujung pada fitnah darah terhadap tentara IDF (militer)," katanya.
Pernyataan tersebut tidak menyebutkan dakwaan apa yang dihadapi Tomer-Yerushalmi.
Pada hari Senin (3/11/2025), Channel 12 melaporkan bahwa polisi menduga Tomer-Yerushalmi tidak berniat bunuh diri dan dia justru berpura-pura menghilang untuk menyingkirkan ponselnya, yang mungkin berisi informasi yang membahayakan.
Beberapa media Israel melaporkan bahwa dia meninggalkan sepucuk surat yang dapat diartikan sebagai catatan bunuh diri.
Pada Jumat lalu, militer Israel mengumumkan bahwa Tomer-Yerushalmi telah mengundurkan diri dari jabatannya sambil menunggu penyelidikan atas rekaman yang bocor yang diambil di pangkalan militer Sde Teiman di Israel selatan tahun lalu.
Kasus ini bermula pada Agustus 2024 ketika Channel 12 Israel menyiarkan rekaman dari Sde Teiman, yang telah digunakan untuk menahan warga Palestina yang diculik selama perang di Gaza.
Rekaman kamera pengawas pada saat itu menunjukkan bahwa tentara telah melakukan tindakan terlarang, tanpa menunjukkannya secara eksplisit, karena tampaknya terjadi di belakang pasukan yang memegang perisai.
Video tersebut dimuat oleh beberapa media, dan kasus ini memicu kemarahan dan protes dunia internasional terhadap Israel.
Militer Israel mengatakan pada bulan Februari bahwa mereka telah mengajukan tuntutan terhadap lima tentara cadangan yang terkait dengan penganiayaan di Sde Teiman.
Pernyataan tersebut mengatakan, "Mereka didakwa bertindak terhadap tahanan dengan kekerasan berat, termasuk menusuk pantat tahanan dengan benda tajam, yang telah menembus dekat rektum tahanan."
Ditambahkan pula, "Tindakan kekerasan tersebut telah menyebabkan cedera fisik yang parah pada tahanan, termasuk tulang rusuk yang retak, paru-paru yang tertusuk, dan robekan rektum bagian dalam."
Dakwaan tersebut mengatakan bahwa penganiayaan tersebut terjadi pada 5 Juli 2024, saat penggeledahan terhadap tahanan, yang dibawa ke area yang berdekatan dengan penjara, dengan mata tertutup dan tangan diborgol.
Laporan media Israel menyebutkan sejumlah bukti yang dikumpulkan selama penyelidikan, termasuk rekaman dari kamera pengawas dan dokumen medis.
Pada Oktober 2024, sebuah komisi PBB menemukan ribuan tahanan Palestina menjadi sasaran penyiksaan yang meluas dan sistematis di kamp-kamp militer dan fasilitas penahanan Israel yang merupakan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan berupa penyiksaan.
Israel menyebut tuduhan tersebut "keterlaluan", dan menambahkan bahwa mereka berkomitmen penuh pada standar hukum internasional terkait perlakuan terhadap tahanan.
Tomer-Yerushalmi menghilang selama beberapa jam pada hari Minggu setelah mengumumkan pengunduran dirinya sebagai jaksa militer. Dia menghilang di tengah spekulasi yang beredar di media tentang kemungkinan percobaan bunuh diri.
Menurut salinan surat pengunduran dirinya yang dipublikasikan media Israel pada Jumat pekan lalu, jenderal perempuan itu mengakui bahwa kantornya telah merilis video tersebut ke media tahun lalu.
Baca Juga: Israel Sengaja Tanam Bom pada Mainan untuk Bunuh Anak-anak Gaza
Lima tentara cadangan Zionis telah didakwa secara resmi sejak video tersebut bocor pada tahun 2024. Di antara dakwaan yang mereka hadapi adalah penggunaan "benda tajam" untuk menusuk tahanan di dekat dubur.
Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben Gvir pada hari Senin mengatakan di Telegram: "Telah disepakati bahwa mengingat kejadian tadi malam, dinas penjara akan bertindak dengan kewaspadaan ekstra untuk memastikan keselamatan tahanan di pusat penahanan tempat ia ditahan."
Dalam pernyataan tersebut, Ben Gvir menekankan bahwa video yang bocor itu merupakan "fitnah" terhadap militer Zionis. "Pentingnya melakukan investigasi secara profesional untuk mengungkap kebenaran sepenuhnya terkait kasus yang berujung pada fitnah darah terhadap tentara IDF (militer)," katanya.
Pernyataan tersebut tidak menyebutkan dakwaan apa yang dihadapi Tomer-Yerushalmi.
Pada hari Senin (3/11/2025), Channel 12 melaporkan bahwa polisi menduga Tomer-Yerushalmi tidak berniat bunuh diri dan dia justru berpura-pura menghilang untuk menyingkirkan ponselnya, yang mungkin berisi informasi yang membahayakan.
Beberapa media Israel melaporkan bahwa dia meninggalkan sepucuk surat yang dapat diartikan sebagai catatan bunuh diri.
Pada Jumat lalu, militer Israel mengumumkan bahwa Tomer-Yerushalmi telah mengundurkan diri dari jabatannya sambil menunggu penyelidikan atas rekaman yang bocor yang diambil di pangkalan militer Sde Teiman di Israel selatan tahun lalu.
Kasus ini bermula pada Agustus 2024 ketika Channel 12 Israel menyiarkan rekaman dari Sde Teiman, yang telah digunakan untuk menahan warga Palestina yang diculik selama perang di Gaza.
Rekaman kamera pengawas pada saat itu menunjukkan bahwa tentara telah melakukan tindakan terlarang, tanpa menunjukkannya secara eksplisit, karena tampaknya terjadi di belakang pasukan yang memegang perisai.
Video tersebut dimuat oleh beberapa media, dan kasus ini memicu kemarahan dan protes dunia internasional terhadap Israel.
Militer Israel mengatakan pada bulan Februari bahwa mereka telah mengajukan tuntutan terhadap lima tentara cadangan yang terkait dengan penganiayaan di Sde Teiman.
Pernyataan tersebut mengatakan, "Mereka didakwa bertindak terhadap tahanan dengan kekerasan berat, termasuk menusuk pantat tahanan dengan benda tajam, yang telah menembus dekat rektum tahanan."
Ditambahkan pula, "Tindakan kekerasan tersebut telah menyebabkan cedera fisik yang parah pada tahanan, termasuk tulang rusuk yang retak, paru-paru yang tertusuk, dan robekan rektum bagian dalam."
Dakwaan tersebut mengatakan bahwa penganiayaan tersebut terjadi pada 5 Juli 2024, saat penggeledahan terhadap tahanan, yang dibawa ke area yang berdekatan dengan penjara, dengan mata tertutup dan tangan diborgol.
Laporan media Israel menyebutkan sejumlah bukti yang dikumpulkan selama penyelidikan, termasuk rekaman dari kamera pengawas dan dokumen medis.
Pada Oktober 2024, sebuah komisi PBB menemukan ribuan tahanan Palestina menjadi sasaran penyiksaan yang meluas dan sistematis di kamp-kamp militer dan fasilitas penahanan Israel yang merupakan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan berupa penyiksaan.
Israel menyebut tuduhan tersebut "keterlaluan", dan menambahkan bahwa mereka berkomitmen penuh pada standar hukum internasional terkait perlakuan terhadap tahanan.
(mas)
Lihat Juga :