Cerai, Pria Ini Setuju Bayar Mantan Istri Rp3,9 Juta Setiap 3 Bulan untuk Tunjangan Kucing
Senin, 03 November 2025 - 14:58 WIB
loading...
Pria di Turki bercerai dari istrinya. Namun, dia setuju membayar mantan istri Rp3,9 juta setiap tiga bulan untuk merawat kucing-kucing mereka. Foto/Anadolu
A
A
A
ISTANBUL - Seorang pria di Turki setuju membayar mantan istrinya 10.000 lira (Rp3,9 juta) setiap tiga bulan untuk membiayai perawatan kedua kucing mereka. Kasus perceraian ini telah menjadi berita utama media-media internasional dan memberi makna baru pada "hak asuh kucing".
Pasangan Bugra dan Ezgi bercerai setelah dua tahun menikah di Istanbul karena masalah hubungan yang serius. Meskipun hubungan romantis mereka berakhir, tanggung jawab mereka terhadap kucing-kucing mereka masih sangat terasa—dan mengikat secara hukum.
Ezgi diberikan hak asuh atas kucing-kucing tersebut, dan Bugra akan memberikan pembayaran triwulanan selama 10 tahun ke depan untuk menutupi biaya makanan, vaksinasi, dan perawatan secara keseluruhan.
Baca Juga: Bocah Ini Tak Sengaja Telan Emas Senilai Rp23 Juta, Dilarang BAB di Luar Rumah karena Terlalu Mahal
Jumlah tersebut akan disesuaikan setiap tahun dengan inflasi dan akan berhenti hanya ketika kucing-kucing tersebut mati. Selain itu, Bugra akan membayar Ezgi 550.000 lira (Rp218 juta) sebagai kompensasi finansial.
"Hewan peliharaan yang tidak dirawat dengan baik akan menjadi hewan liar, dan meninggalkan hewan peliharaan yang dipasangi mikrochip di jalanan adalah ilegal," kata pengacara Turki, Aylin Esra Eren, seperti dikutip South China Morning Post, Senin (3/11/2025).
Undang-undang perlindungan hewan di Turki memperlakukan hewan peliharaan sebagai makhluk hidup, bukan properti, yang berarti menelantarkan mereka merupakan penyiksaan sekaligus pelanggaran hukum. Pelanggar dapat didenda hingga 60.000 lira.
Kasus inovatif ini dapat mengubah cara perceraian menangani hak asuh hewan peliharaan. "Merawat kucing membutuhkan perhatian terhadap makanan, suasana hati, dan kesehatannya, seperti membesarkan anak," jelas Eren.
Perjanjian ini adalah yang pertama di Turki yang secara hukum mendefinisikan tanggung jawab perawatan hewan peliharaan, menawarkan perlindungan hewan peliharaan sebagai anggota keluarga—dan menetapkan preseden dalam "ekonomi hewan peliharaan" yang sedang berkembang pesat, dengan populasi kucing dan anjing di Turki mencapai 20,9 juta pada tahun 2023.
Pasangan Bugra dan Ezgi bercerai setelah dua tahun menikah di Istanbul karena masalah hubungan yang serius. Meskipun hubungan romantis mereka berakhir, tanggung jawab mereka terhadap kucing-kucing mereka masih sangat terasa—dan mengikat secara hukum.
Ezgi diberikan hak asuh atas kucing-kucing tersebut, dan Bugra akan memberikan pembayaran triwulanan selama 10 tahun ke depan untuk menutupi biaya makanan, vaksinasi, dan perawatan secara keseluruhan.
Baca Juga: Bocah Ini Tak Sengaja Telan Emas Senilai Rp23 Juta, Dilarang BAB di Luar Rumah karena Terlalu Mahal
Jumlah tersebut akan disesuaikan setiap tahun dengan inflasi dan akan berhenti hanya ketika kucing-kucing tersebut mati. Selain itu, Bugra akan membayar Ezgi 550.000 lira (Rp218 juta) sebagai kompensasi finansial.
"Hewan peliharaan yang tidak dirawat dengan baik akan menjadi hewan liar, dan meninggalkan hewan peliharaan yang dipasangi mikrochip di jalanan adalah ilegal," kata pengacara Turki, Aylin Esra Eren, seperti dikutip South China Morning Post, Senin (3/11/2025).
Undang-undang perlindungan hewan di Turki memperlakukan hewan peliharaan sebagai makhluk hidup, bukan properti, yang berarti menelantarkan mereka merupakan penyiksaan sekaligus pelanggaran hukum. Pelanggar dapat didenda hingga 60.000 lira.
Kasus inovatif ini dapat mengubah cara perceraian menangani hak asuh hewan peliharaan. "Merawat kucing membutuhkan perhatian terhadap makanan, suasana hati, dan kesehatannya, seperti membesarkan anak," jelas Eren.
Perjanjian ini adalah yang pertama di Turki yang secara hukum mendefinisikan tanggung jawab perawatan hewan peliharaan, menawarkan perlindungan hewan peliharaan sebagai anggota keluarga—dan menetapkan preseden dalam "ekonomi hewan peliharaan" yang sedang berkembang pesat, dengan populasi kucing dan anjing di Turki mencapai 20,9 juta pada tahun 2023.
(mas)
Lihat Juga :