Trump: AS Punya Senjata Nuklir yang Cukup untuk Ledakkan Dunia 150 Kali

Senin, 03 November 2025 - 12:14 WIB
loading...
Trump: AS Punya Senjata...
Amerika Serikat menguji coba senjata nuklir di Bikini Atoll pada Mei 1958 yang dinamai Operation Hardtack-1. Foto/LLNL/Live Science
A A A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengeklaim senjata nuklir Washington paling banyak dibandingkan dengan yang dimiliki Rusia dan China. Menurutnya, senjata Amerika tersebut cukup untuk meledakkan dunia hingga 150 kali.

Meski demikian, Trump menyinggung Beijing yang dia sebut telah membuat senjata nuklir dengan dengan cepat.

"Ya, kita punya senjata nuklir lebih banyak daripada negara lain. Rusia kedua. China ketiga, jauh di belakang, tapi mereka akan menyamainya dalam lima tahun. Tahukah Anda, mereka membuatnya dengan cepat, dan saya pikir kita harus melakukan sesuatu tentang denuklirisasi," ujarnya kepada CBS News, yang dilansir Senin (3/11/2025).

Baca Juga: AS Ungkap Tes Senjata Nuklirnya Tak Akan Libatkan Ledakan dan Awan Jamur

Trump mengakui bahwa dia membahas denuklirisasi dengan Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden China Xi Jinping.

"Denuklirisasi adalah hal yang sangat besar. Kami punya cukup senjata nuklir untuk meledakkan dunia 150 kali. Rusia punya banyak senjata nuklir, dan China akan punya banyak. Mereka punya beberapa. Mereka punya cukup banyak," ujarnya.

Mencoba membenarkan perintahnya baru-baru ini tentang uji coba senjata nuklir AS, Trump mengatakan China dan Rusia juga sedang menguji senjata nuklir mereka. "Anda tidak tahu apa-apa tentang itu," ujarnya.

Dalam wawancara tersebut, Trump sesumbar bahwa Washington adalah ancaman bagi Beijing. Presiden dari Partai Republik itu menekankan bahwa China selalu mengawasi AS.

Pernyataan itu muncul di tengah tuduhan badan intelijen Amerika Serikat terhadap China yang telah menyusup ke beberapa bagian jaringan listrik dan sistem air AS. Beijing juga dituduh mencuri kekayaan intelektual Amerika dan data pribadi warga Amerika.

"Kami juga merupakan ancaman bagi mereka. Banyak hal yang Anda katakan, kami lakukan kepada mereka," kata Trump.

"Lihat, ini adalah dunia yang sangat kompetitif, terutama antara China dan AS. Dan—kami selalu mengawasi mereka, dan mereka selalu mengawasi kami. Sementara itu, saya pikir kami berhubungan baik, dan saya pikir itu—saya pikir kami bisa menjadi lebih besar, lebih baik, dan lebih kuat dengan bekerja sama dengan mereka, alih-alih hanya—menghancurkan mereka," paparnya.

Lebih lanjut, Trump mengeklaim AS berhasil melawan China tetapi mengakui bahwa Beijing memiliki kekuatan mineral tanah jarang atas Washington.

"Kami bermain sangat baik melawan China. Dan tiba-tiba mereka berkata, 'Kalian tahu, kami harus melawan balik'. Maka mereka pun menggunakan kekuatan mereka. Kekuatan yang mereka miliki adalah logam tanah jarang karena mereka telah mengumpulkannya dan—dan benar-benar menjaganya selama 25, 30 tahun," kata Trump.

Mineral-mineral tanah dibutuhkan oleh AS untuk segala hal, mulai dari komputer hingga senjata.

"Mereka menggunakannya untuk melawan kami, dan kami menggunakan hal-hal lain untuk melawan mereka. Misalnya, suku cadang pesawat. Itu masalah besar. Mereka memiliki ratusan pesawat Boeing. Kami tidak akan memberi mereka suku cadang. Kami berdua mungkin bertindak sedikit tidak rasional, tetapi pada akhirnya, hal terpenting yang kami miliki adalah tarif," lanjut Trump.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rudal Ukraina Hancurkan...
Rudal Ukraina Hancurkan Pabrik Senjata Rusia
Pesawat Tabrak Gedung...
Pesawat Tabrak Gedung Tertinggi di China, 1 Jam Setelahnya Tampak Normal
Jet Tempur China dan...
Jet Tempur China dan Rusia Kompak Masuk ke Zona Pertahanan Udara Korsel
Ukraina Berusaha Rebut...
Ukraina Berusaha Rebut Kesempatan Pertama untuk Menang, tapi Kenapa Selalu Gagal?
Lebih dari 50.000 Orang...
Lebih dari 50.000 Orang Dilaporkan Hilang akibat Gempa Venezuela
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan...
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan di Teluk yang Rusak Akibat Serangan Iran ke Israel
Panda Bond Akan Manfaatkan...
Panda Bond Akan Manfaatkan Skema LCT, Bisa Tambah Cadev USD50 Miliar
Kemlu Pastikan 3 WNI...
Kemlu Pastikan 3 WNI di Venezuela Aman Pascagempa Dahsyat M7,1
Gempa Venezuela, Badan...
Gempa Venezuela, Badan Geologi AS Bikin Pemodelan Korban Tewas 10.000 hingga 100.000 Orang
Rekomendasi
Raih Penghargaan Infobank,...
Raih Penghargaan Infobank, MNC Guna Usaha Indonesia Catat Kinerja Unggul Selama 10 Tahun Berturut-turut
Markas Judi Online Hayam...
Markas Judi Online Hayam Wuruk Mirip di Kamboja dan Myanmar
Pancasakti Run 2026:...
Pancasakti Run 2026: Lari Sambil Selamatkan Bumi
Berita Terkini
Penasihat Mojtaba Khamenei:...
Penasihat Mojtaba Khamenei: Iran Akan Selalu Cepat dan Tegas Setiap Serangan AS
Rudal Ukraina Hancurkan...
Rudal Ukraina Hancurkan Pabrik Senjata Rusia
UEA Keluarkan Alarm...
UEA Keluarkan Alarm Rudal Iran, Beberapa Detik Kemudian Dicabut, Pemerintah Minta Maaf
Pesawat Tabrak Gedung...
Pesawat Tabrak Gedung Tertinggi di China, 1 Jam Setelahnya Tampak Normal
Jet Tempur China dan...
Jet Tempur China dan Rusia Kompak Masuk ke Zona Pertahanan Udara Korsel
Balas Serangan AS, Iran...
Balas Serangan AS, Iran Gempur Bahrain
Infografis
3 Senjata Canggih Iran...
3 Senjata Canggih Iran yang Ciptakan Mimpi Buruk bagi AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved