Israel: Hizbullah Lebanon Sedang Bermain Api dengan Mempersenjatai Kembali

Senin, 03 November 2025 - 10:42 WIB
loading...
Israel: Hizbullah Lebanon...
Israel menuduh kelompok Hizbullah Lebanon telah mempersenjatai kembali. Foto/NCRI
A A A
TEL AVIV - Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu menuduh kelompok Hizbullah Lebanon telah mempersenjatai kembali. Dia mengisyaratkan pasukan Zionis akan mengintensifkan operasi di Lebanon melawan kelompok yang didukung Iran tersebut.

Israel dan Hizbullah sejatinya terikat perjanjian gencatan senjata sejak November 2024. Namun, Israel masih mempertahankan pasukan di lima wilayah di Lebanon selatan dan terus melakukan serangan rutin.

"Hizbullah sedang bermain api, dan presiden Lebanon sedang menunda-nunda," ujar Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip AFP, Senin (3/11/2025).

Baca Juga: Hizbullah Siap Membela Lebanon Jika Perang Pecah Lagi Melawan Israel

"Komitmen pemerintah Lebanon untuk melucuti senjata Hizbullah dan mengusirnya dari Lebanon selatan harus dilaksanakan. Penegakan hukum secara maksimal akan terus berlanjut dan bahkan diintensifkan—kami tidak akan membiarkan ancaman apa pun terhadap penduduk di utara," paparnya.

PM Netanyahu mengatakan bahwa Hizbullah telah mempersenjatai kembali dirinya.

"Kami berharap pemerintah Lebanon memenuhi komitmennya—untuk melucuti senjata Hizbullah—tetapi jelas kami akan menggunakan hak membela diri kami berdasarkan ketentuan gencatan senjata," ujar Netanyahu dalam rapat kabinet Israel pada hari Minggu.

"Kami tidak akan membiarkan Lebanon menjadi front baru yang melawan kami, dan kami akan bertindak seperlunya," lanjut dia, menurut pernyataan yang dikeluarkan oleh kantornya.

Ribuan warga Israel yang tinggal di dekat perbatasan utara dengan Lebanon terpaksa mengungsi dari rumah mereka selama berbulan-bulan setelah Hizbullah mulai menembakkan roket ke Israel menyusul pecahnya perang di Gaza pada Oktober 2023.

Serangan itu memicu konflik yang berlangsung lebih dari setahun dan berpuncak pada perang terbuka selama dua bulan sebelum gencatan senjata tahun lalu disepakati.

Kelompok militan yang didukung Iran itu telah sangat lemah akibat perang tersebut, tetapi tetap bersenjata dan tangguh secara finansial.

Pada September 2024, Israel membunuh pemimpin lama kelompok itu, Hassan Nasrallah, bersama dengan banyak pemimpin senior lainnya selama perang.

Sejak gencatan senjata, Amerika Serikat telah meningkatkan tekanan kepada otoritas Lebanon untuk melucuti senjata kelompok tersebut, sebuah langkah yang ditentang oleh Hizbullah dan sekutunya.

Pemerintah Lebanon telah menyusun rencana untuk memberlakukan monopoli negara atas senjata, dan mengatakan bahwa militer telah mulai menerapkannya, dimulai di wilayah selatan negara itu.

Israel tidak pernah berhenti melancarkan serangan udara di Lebanon meskipun ada gencatan senjata—biasanya mengeklaim menargetkan posisi Hizbullah—dan telah meningkatkan serangan dalam beberapa hari terakhir.

Pada Kamis lalu, pasukan darat Israel melancarkan serangan mematikan ke Lebanon selatan, yang mendorong Presiden Lebanon Joseph Aoun untuk memerintahkan militer guna menghadapi serangan semacam itu.

Aoun telah menyerukan perundingan dengan Israel pada pertengahan Oktober, setelah Presiden AS Donald Trump membantu menengahi gencatan senjata di Gaza.

Namun Aoun kemudian menuduh Israel menanggapi tawarannya dengan mengintensifkan serangannya, yang terbaru menewaskan empat orang di distrik Nabatiyeh pada hari Sabtu, menurut Kementerian Kesehatan Lebanon.

Kantor berita nasional Lebanon melaporkan bahwa tentara Israel menyerang sebuah mobil "dengan peluru kendali".

Militer Israel mengonfirmasi serangan tersebut, dengan mengatakan bahwa serangan itu menewaskan seorang anggota Pasukan Radwan Hizbullah di Lebanon selatan.

"Teroris tersebut terlibat dalam transfer senjata dan upaya membangun kembali infrastruktur teroris Hizbullah di Lebanon selatan," kata militer Israel, seraya menambahkan bahwa tiga anggota kelompok lainnya juga tewas.

Sehari sebelumnya, militer Israel telah mengumumkan tewasnya seorang petugas pemeliharaan Hizbullah, yang katanya sedang berupaya memulihkan infrastruktur gerakan tersebut.

Ratusan orang berkumpul di Nabatiyeh pada hari Minggu untuk memberikan penghormatan kepada para anggota Hizbullah yang tewas.

Para peserta melemparkan kelopak bunga ke peti mati yang dibungkus bendera Hizbullah, sambil meneriakkan: "Matilah Israel, matilah Amerika."

"Inilah harga yang harus dibayar Lebanon selatan setiap hari," ujar Rana Hamed, ibu dari salah satu dari lima pria yang tewas, kepada AFP. "Kami telah tahu bahwa Israel telah menjadi musuh kami selama beberapa dekade."
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Israel Anggap Turki...
Israel Anggap Turki Lebih Berbahaya Dibandingkan Iran
Trump Batasi Israel...
Trump Batasi Israel di Berbagai Bidang, Tak Hanya di Lebanon
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
AS Mediasi Perundingan...
AS Mediasi Perundingan Lebanon-Israel, Bahas Kemungkinan Penarikan Zionis dari Lebanon Selatan
Aktivis Zionis: 15 Tahun...
Aktivis Zionis: 15 Tahun Lagi, Israel Akan Perang dengan Mesir
Menteri Zionis Tolak...
Menteri Zionis Tolak Gencatan Senjata: Lebanon Seharusnya Jadi Arena Bermain Israel
Israel Temukan Batu...
Israel Temukan Batu Suci Berusia 2.700 Tahun yang Tertulis dalam Alkitab
Suami Divonis 4 Tahun...
Suami Divonis 4 Tahun Penjara karena Paksa Istri Berhubungan Seks dengan 120 Pria
Rekor! Polisi Australia...
Rekor! Polisi Australia Sita 3 Ton Kokain Senilai Rp10,2 Triliun
Rekomendasi
Ditjen Polpum Dorong...
Ditjen Polpum Dorong Standarisasi Anggaran Kesbangpol Berbasis Risiko dan Kebutuhan Daerah
Legal Standing Belum...
Legal Standing Belum Lengkap, Sidang Perdana Gugatan Bonatua Terhadap KPU-Rektor UGM Ditunda
Mencetak Pemimpin Masa...
Mencetak Pemimpin Masa Depan, SD Al Azhar Syifabudi Jatibening Gelar Wisuda STARL16HT
Berita Terkini
Menlu AS Jual Kesepakatan...
Menlu AS Jual Kesepakatan Damai dengan Iran ke Negara-negara Arab
Israel Anggap Turki...
Israel Anggap Turki Lebih Berbahaya Dibandingkan Iran
Trump Kecam Pemungutan...
Trump Kecam Pemungutan Suara Senat untuk Batasi Kewenangannya dalam Perang Iran
10 Mata-mata Perang...
10 Mata-mata Perang Dingin yang Tak Pernah Takut Mati
Senat AS Sahkan Resolusi...
Senat AS Sahkan Resolusi Penghentian Perang Iran, Pukulan Telak bagi Trump
Trump Ungkap Dana Iran...
Trump Ungkap Dana Iran yang Dilepaskan akan Digunakan untuk Beli Barang-barang AS
Infografis
Hamas Rekrut 15.000...
Hamas Rekrut 15.000 Pejuang sejak Dimulainya Perang dengan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved