3 Fakta Trump Ancam Gelar Invasi Militer ke Nigeria karena Pembunuhan Umat Kristen
Senin, 03 November 2025 - 15:02 WIB
loading...
A
A
A
"Semua data menunjukkan bahwa tidak ada genosida Kristen yang terjadi di Nigeria," ujar Bulama Bukarti, seorang pengacara kemanusiaan Nigeria dan analis konflik dan pembangunan, kepada Al Jazeera. Ini adalah "narasi sayap kanan ekstrem yang berbahaya dan telah lama membara, yang diperkuat oleh Presiden Trump hari ini," ujarnya.
“Ini memecah belah dan hanya akan semakin meningkatkan ketidakstabilan di Nigeria,” tambah Bukarti, menjelaskan bahwa kelompok bersenjata di Nigeria telah menargetkan Muslim dan Kristen.
“Mereka mengebom pasar, gereja, masjid, dan menyerang setiap lokasi sipil yang mereka temukan – mereka tidak membeda-bedakan Muslim dan Kristen.”
“Inilah saat yang tepat ketika Nigeria membutuhkan bantuan, terutama bantuan militer,” kata Obadare. “Hal yang salah adalah menginvasi Nigeria dan mengabaikan otoritas atau wewenang pemerintah Nigeria. Melakukan hal itu akan kontraproduktif.”
Beberapa jam sebelum ancaman Trump, Presiden Nigeria Bola Ahmed Tinubu merilis pernyataan yang menekankan bahwa pemerintahnya “terus mengatasi tantangan keamanan yang memengaruhi warga negara lintas agama dan wilayah”.
“Karakterisasi Nigeria sebagai negara yang tidak toleran terhadap agama tidak mencerminkan realitas nasional kita, juga tidak mempertimbangkan upaya konsisten dan tulus pemerintah untuk melindungi kebebasan beragama dan berkeyakinan bagi seluruh warga Nigeria,” kata Tinubu pada hari Sabtu.
“Nigeria menentang persekusi agama dan tidak mendorongnya. Nigeria adalah negara dengan jaminan konstitusional untuk melindungi warga negara dari semua agama,” lanjut pernyataan itu.
“Ini memecah belah dan hanya akan semakin meningkatkan ketidakstabilan di Nigeria,” tambah Bukarti, menjelaskan bahwa kelompok bersenjata di Nigeria telah menargetkan Muslim dan Kristen.
“Mereka mengebom pasar, gereja, masjid, dan menyerang setiap lokasi sipil yang mereka temukan – mereka tidak membeda-bedakan Muslim dan Kristen.”
3. Nigeria Akan Terus Berjuang
Ebenezer Obadare, peneliti senior untuk Studi Afrika di Council on Foreign Relations yang berbasis di Washington, DC, setuju, dan mengatakan bahwa pemerintahan Trump harus bekerja sama dengan otoritas Nigeria untuk mengatasi “musuh bersama” ini.“Inilah saat yang tepat ketika Nigeria membutuhkan bantuan, terutama bantuan militer,” kata Obadare. “Hal yang salah adalah menginvasi Nigeria dan mengabaikan otoritas atau wewenang pemerintah Nigeria. Melakukan hal itu akan kontraproduktif.”
Beberapa jam sebelum ancaman Trump, Presiden Nigeria Bola Ahmed Tinubu merilis pernyataan yang menekankan bahwa pemerintahnya “terus mengatasi tantangan keamanan yang memengaruhi warga negara lintas agama dan wilayah”.
“Karakterisasi Nigeria sebagai negara yang tidak toleran terhadap agama tidak mencerminkan realitas nasional kita, juga tidak mempertimbangkan upaya konsisten dan tulus pemerintah untuk melindungi kebebasan beragama dan berkeyakinan bagi seluruh warga Nigeria,” kata Tinubu pada hari Sabtu.
“Nigeria menentang persekusi agama dan tidak mendorongnya. Nigeria adalah negara dengan jaminan konstitusional untuk melindungi warga negara dari semua agama,” lanjut pernyataan itu.
Lihat Juga :