Siapa Curtis Sliwa? Politikus Partai Republik yang Dijuluki Guardian Angels dan Jadi Lawan Zohran Mamdani
Minggu, 02 November 2025 - 14:30 WIB
loading...
A
A
A
Dalam beberapa tahun terakhir, Sliwa telah menjadi kandidat dalam politik lokal, pembawa acara radio, dan tokoh media.
Ia telah berjanji untuk merekrut 7.000 petugas baru Departemen Kepolisian New York (NYPD), memperkuat kembali unit-unit kepolisian yang kontroversial, dan — seperti yang tercantum di situs webnya — “meningkatkan strategi kepolisian proaktif dan intrusif untuk menyasar pembawa senjata api ilegal, residivis, dan pelaku kejahatan kekerasan sebelum kejahatan terjadi”.
Para kritikus mengatakan bahwa strategi-strategi tersebut secara historis telah menyebabkan meningkatnya profil rasial, pengawasan berlebihan terhadap komunitas minoritas, dan pelanggaran terhadap kebebasan sipil.
Ia juga mendorong keterjangkauan, sebuah isu yang dominan pada musim kampanye ini, dan berjanji untuk merombak sistem yang saat ini digunakan kota tersebut untuk berkoordinasi dengan program perumahan terjangkau.
Selain itu, Sliwa, yang memiliki beberapa kucing, telah menjadikan perlindungan hewan sebagai landasan utama kampanyenya.
Meskipun popularitasnya meroket beberapa dekade lalu, ia terus menggalang pendukung baru.
"Kinerjanya bersama Guardian Angels sangat berkesan bagi saya," ujar Shan Singh, seorang sopir taksi berusia 30 tahun dari Richmond Hill, Queens, kepada Al Jazeera.
Singh sebelumnya adalah seorang Demokrat, tetapi ia mengalihkan dukungannya kepada Presiden AS Donald Trump dan Partai Republik dalam pemilihan presiden 2024. Ia menganggap protes-protes yang baru-baru ini melanda kota itu berbahaya.
Fakta bahwa Sliwa tertinggal dalam jajak pendapat, tambahnya, tidak cukup untuk membuatnya kehilangan suaranya.
"Terlepas dari angka-angkanya, Curtis adalah orang yang paling nyata bagi saya," katanya.
5. Fokus ke Keamanan
Tidak mengherankan, Sliwa telah menjadikan keselamatan publik, khususnya dalam sistem transportasi, sebagai fokus kampanyenya. Bahkan ketika kejahatan menurun, Sliwa menyatakan bahwa kota ini "menghadapi krisis kejahatan, pelanggaran hukum, dan kepemimpinan yang gagal".Ia telah berjanji untuk merekrut 7.000 petugas baru Departemen Kepolisian New York (NYPD), memperkuat kembali unit-unit kepolisian yang kontroversial, dan — seperti yang tercantum di situs webnya — “meningkatkan strategi kepolisian proaktif dan intrusif untuk menyasar pembawa senjata api ilegal, residivis, dan pelaku kejahatan kekerasan sebelum kejahatan terjadi”.
Para kritikus mengatakan bahwa strategi-strategi tersebut secara historis telah menyebabkan meningkatnya profil rasial, pengawasan berlebihan terhadap komunitas minoritas, dan pelanggaran terhadap kebebasan sipil.
Ia juga mendorong keterjangkauan, sebuah isu yang dominan pada musim kampanye ini, dan berjanji untuk merombak sistem yang saat ini digunakan kota tersebut untuk berkoordinasi dengan program perumahan terjangkau.
Selain itu, Sliwa, yang memiliki beberapa kucing, telah menjadikan perlindungan hewan sebagai landasan utama kampanyenya.
6. Representasi Sayap Kanan
Sebagai satu-satunya kandidat sayap kanan dalam persaingan ini, Sliwa memiliki dukungan kuat di antara para pemilih terdaftar dari Partai Republik, yang mencakup 11 persen dari 4,7 juta pemilih terdaftar di New York.Meskipun popularitasnya meroket beberapa dekade lalu, ia terus menggalang pendukung baru.
"Kinerjanya bersama Guardian Angels sangat berkesan bagi saya," ujar Shan Singh, seorang sopir taksi berusia 30 tahun dari Richmond Hill, Queens, kepada Al Jazeera.
Singh sebelumnya adalah seorang Demokrat, tetapi ia mengalihkan dukungannya kepada Presiden AS Donald Trump dan Partai Republik dalam pemilihan presiden 2024. Ia menganggap protes-protes yang baru-baru ini melanda kota itu berbahaya.
Fakta bahwa Sliwa tertinggal dalam jajak pendapat, tambahnya, tidak cukup untuk membuatnya kehilangan suaranya.
"Terlepas dari angka-angkanya, Curtis adalah orang yang paling nyata bagi saya," katanya.
Lihat Juga :