Terungkap, Rincian Rahasia Kesepakatan Raksasa Israel dengan Google dan Amazon

Jum'at, 31 Oktober 2025 - 19:47 WIB
loading...
Terungkap, Rincian Rahasia...
Logo Google dan Amazon. Foto/Global Look Press/Jens Buttner
A A A
TEL AVIV - Israel telah memaksa raksasa teknologi Amerika Serikat (AS), Google dan Amazon, untuk melanggar kewajiban hukum mereka sendiri berdasarkan kontrak layanan cloud tahun 2021 dengan Israel. Kabar ini menurut investigasi bersama oleh beberapa media berita, termasuk The Guardian.

Kontrak negara Yahudi tersebut dengan platform teknologi AS telah diawasi ketat menyusul tuduhan yang meluas, termasuk dari PBB, bahwa respons militer Israel terhadap serangan Hamas pada 7 Oktober 2023 merupakan genosida.

Dikenal sebagai Proyek Nimbus, kesepakatan senilai USD1,2 miliar tersebut dilaporkan melarang perusahaan-perusahaan tersebut membatasi akses pemerintah Israel ke layanan cloud yang mereka sediakan, meskipun hal itu melanggar ketentuan penggunaan mereka, menurut laporan yang dimuat oleh The Guardian bersama dengan +972 Magazine dan Local Call.

Kesepakatan tersebut juga dilaporkan mengharuskan kedua perusahaan untuk secara diam-diam memberi tahu Israel menggunakan apa yang disebut "mekanisme kedipan mata" jika ada negara atau pengadilan asing yang ingin mengakses data Israel yang tersimpan di cloud.

"Kedipan" tersebut melibatkan perusahaan AS yang membayar Israel sejumlah uang – antara 1.000 dan 9.999 shekel – yang setara dengan kode panggilan internasional sumber permintaan setiap kali mereka mentransfer datanya ke negara asing.

Skema ini secara efektif memungkinkan perusahaan teknologi tersebut membocorkan informasi tentang permintaan data pihak ketiga, yang biasanya dirahasiakan.

Google dan Amazon juga dilaporkan akan menghadapi sanksi finansial yang berat jika mereka memutus layanan mereka di Israel.

Negara Yahudi tersebut dapat "menggunakan layanan apa pun" sesuka hati selama tidak melanggar hukum Israel, melanggar hak cipta, atau melibatkan penjualan kembali teknologi perusahaan, menurut teks kontrak yang bocor.

Klausul tersebut diduga bertujuan mencegah situasi di mana raksasa teknologi AS tersebut terpaksa memutuskan hubungan dengan Israel karena tekanan dari karyawan, pemegang saham, atau aktivis.

Karyawan Google semakin banyak memprotes hubungan perusahaan dengan pemerintah Israel di tengah perang di Gaza selama beberapa tahun terakhir.

Pada April 2024, perusahaan tersebut memecat hampir 30 pekerja tersebut, menuduh mereka mengganggu proses kerja.

Pada Juli 2025, salah satu pendiri Google, Sergey Brin, menuduh PBB "sangat anti-Semit" atas laporan yang menuduh perusahaan-perusahaan teknologi, termasuk Alphabet, mengambil untung dari perang genosida di Gaza.

Baca juga: Negara-negara Arab Tolak Gabung Pasukan Internasional Gaza, Singapura Kaget Dilobi AS
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Siapa Adam Hamawy? Dokter...
Siapa Adam Hamawy? Dokter Bedah AS yang Pernah Bertugas di Gaza dan Terpiih sebagai Anggota Kongres
Mengapa Militer AS Menyerang...
Mengapa Militer AS Menyerang Pulau Qeshm di Iran? Ini 4 Faktanya
Dokter Sukarelawan di...
Dokter Sukarelawan di Gaza Menang Pemilihan Pendahuluan Partai Demokrat AS
Hamas Sangkal Tudingan...
Hamas Sangkal Tudingan Tolak Serahkan Pemerintahan di Gaza
Markas Besar Militer...
Markas Besar Militer Iran Peringatkan Pembalasan Jika Israel Serang Pinggiran Selatan Beirut
Gagal Minta Pertanggungjawaban...
Gagal Minta Pertanggungjawaban Israel, Iran Kecam Dewan Keamanan PBB
Waymo Ojai, Robotaxi...
Waymo Ojai, Robotaxi Baru Google yang Dikembangkan Bersama Zeekr
Trump Marah Besar, Sebut...
Trump Marah Besar, Sebut Netanyahu ‘Gila' Usai Iran Hentikan Negosiasi
Mengapa Trump Murka...
Mengapa Trump Murka kepada Netanyahu hingga Keluar Kata-Kata Kasar?
Rekomendasi
Kronologi Wamen Imipas...
Kronologi Wamen Imipas Silmy Karim Serahkan Diri ke KPK
Kerugian Akibat Kejahatan...
Kerugian Akibat Kejahatan Siber Capai Rp9,1 Triliun, Indodax Ajak Verifikasi Kontak Resmi
Presiden Prabowo Bakal...
Presiden Prabowo Bakal Terima Surat Kepercayaan 17 Dubes Negara Sahabat Pekan Ini
Berita Terkini
Trump Akui Mendamprat...
Trump Akui Mendamprat Netanyahu dengan Makian Kasar: 'Saya Sedikit Terganggu...'
Meski AS-Iran Musuh...
Meski AS-Iran Musuh Bebuyutan, Trump Ingin Bertemu Mojtaba Khamenei
Kim Jong-un Janji Tingkatkan...
Kim Jong-un Janji Tingkatkan Bom Nuklir Secara Eksponensial, Sebut Musuh Korut Sangat Ganas
Jerman Gagal Rebut Kursi...
Jerman Gagal Rebut Kursi DK PBB untuk Pertama Kalinya
Iran Serang Kapal Perang...
Iran Serang Kapal Perang AS di Teluk Oman yang Diklaim sebagai Pusat Komando Amerika
Iran Klaim Rudal Patriot...
Iran Klaim Rudal Patriot AS yang Hancurkan Bandara Kuwait, Amerika Menyangkal
Infografis
6 Strategi Iran Memperpanjang...
6 Strategi Iran Memperpanjang Durasi Perang dengan AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved