3 Alasan Raja Charles Cabut Gelar Pangeran Andrew, Salah Satunya Skandal Seks

Jum'at, 31 Oktober 2025 - 14:01 WIB
loading...
A A A

1. Skandal Seks dan Reputasi Monarki yang Terluka


Alasan pertama dan paling mendasar adalah krisis reputasi yang menghantam monarki Inggris akibat skandal seksual yang melibatkan Pangeran Andrew dan Jeffrey Epstein—miliarder Amerika yang dikenal dengan jaringan perdagangan seks internasionalnya.

Kasus ini pertama kali mencuat pada tahun 2019, ketika Virginia Giuffre menuduh Andrew melakukan pelecehan seksual terhadap dirinya saat masih di bawah umur, dengan perantaraan Epstein. Meskipun Andrew selalu membantah tuduhan itu dan tidak pernah secara hukum dinyatakan bersalah, citra publik sudah terlanjur hancur.

BBC menyebut wawancara Andrew di program "Newsnight" tahun 2019 sebagai “disaster interview of the century”—di mana dia mencoba membela diri dengan alasan medis aneh bahwa dia “tidak bisa berkeringat” pada malam kejadian.

Akibatnya, Andrew kehilangan dukungan publik dan kepercayaan dari Istana. Pada 2022, Ratu Elizabeth II mencabut status militernya dan memaksanya mundur dari tugas kerajaan. Namun, saat itu dia masih mempertahankan gelar “Duke of York".

Kini, keputusan Raja Charles menutup bab terakhir dengan menghapus gelar itu sepenuhnya.

Menurut pakar monarki Richard Fitzwilliams, "Langkah ini bukan sekadar hukuman personal, tapi pembersihan moral agar monarki tidak terus disandera oleh dosa masa lalu.”

2. Tekanan Publik dan Politik Internal Monarki


Kedua, tekanan publik dan politik internal di lingkungan kerajaan meningkat drastis setelah naiknya Charles ke takhta pada 2022.

Survei YouGov UK tahun 2025 menunjukkan 74% warga Inggris menilai Pangeran Andrew tidak pantas lagi memegang gelar kerajaan, bahkan 61% di antaranya menginginkan pengusiran total dari keluarga kerajaan.

Situasi ini diperparah oleh kabar bahwa Andrew menolak meninggalkan kediaman mewahnya, Royal Lodge di Istana Windsor—rumah yang dia huni selama dua dekade. Beberapa anggota Parlemen bahkan menudingnya “menghamburkan uang publik” untuk biaya keamanan dan pemeliharaan, padahal dia tidak lagi menjalankan tugas kerajaan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Raja Charles Inggris...
Raja Charles Inggris Akan Ungkap Tagihan Pajak Pribadinya, Berapa Besar?
Krisis Politik Inggris...
Krisis Politik Inggris Makin Parah, PM Keir Starmer Bersiap Mengundurkan Diri
Putin Terus Tebar Ancaman,...
Putin Terus Tebar Ancaman, 4 Negara ini Memiliki Bunker Nuklir Teraman di Eropa
Starmer Didesak Mundur...
Starmer Didesak Mundur dari Jabatan Perdana Menteri Inggris
Fregat Rusia Tembaki...
Fregat Rusia Tembaki Kapal Pesiar Inggris, Starmer: Tindakan Sembrono
Kapal Fregat Rusia Lepaskan...
Kapal Fregat Rusia Lepaskan Tembakan Peringatan di Selat Inggris
Pangeran George Masuk...
Pangeran George Masuk Eton College, Sekolah Elit Keluarga Kerajaan
Iran-AS Capai Kesepakatan...
Iran-AS Capai Kesepakatan Damai, Israel Tolak Tarik Pasukan dari Lebanon
Siap-Siap, Apple bakal...
Siap-Siap, Apple bakal Naikkan Harga iPhone Dkk Imbas Biaya Chip Melonjak
Rekomendasi
Kadishub DKI Sangkal...
Kadishub DKI Sangkal Anak Buahnya Minta Duit Rp250 Ribu ke Ojol yang Motornya Diangkut
Aktivitas Gunung Anak...
Aktivitas Gunung Anak Krakatau Meningkat, Masyarakat Diimbau Waspada
Gempa Magnitudo 4,1...
Gempa Magnitudo 4,1 Kembali Guncang Sigi, BMKG Catat 1.163 Gempa Susulan Pascagempa M6,7
Berita Terkini
Selain Ingin Perang...
Selain Ingin Perang di Lebanon Berakhir, Iran Klaim Tak Ingin Kembangkan Senjata Nuklir
Demi Wujudkan Perdamaian...
Demi Wujudkan Perdamaian dengan Iran, AS Terus Tekan Israel
Meski Menang dalam Negosiasi...
Meski Menang dalam Negosiasi dan Perang, Iran: Kita Selalu Hati-hati
Studi: Surplus Ekspor...
Studi: Surplus Ekspor China Kian Tekan Peluang Industri Negara Berkembang
6 Tentara Israel Tewas...
6 Tentara Israel Tewas dalam 3 Hari Terakhir Akibat Sergapan Hizbullah
Meski IRGC Tutup Selat...
Meski IRGC Tutup Selat Hormuz, Perundingan Damai AS dan Iran Digelar di Swiss
Infografis
8 Helikopter Serang...
8 Helikopter Serang Tercanggih pada 2025, Salah Satunya Apache
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved