3 Alasan Raja Charles Cabut Gelar Pangeran Andrew, Salah Satunya Skandal Seks
Jum'at, 31 Oktober 2025 - 14:01 WIB
loading...
A
A
A
Langkah Raja Charles untuk meminta Andrew pindah ke kediaman pribadi bukan hanya soal keuangan, tetapi juga politik simbolik. Yakni, menunjukkan bahwa monarki kini ingin lebih efisien, transparan, dan bebas dari beban moral keluarga.
Menurut analis kerajaan, Ingrid Seward, di Daily Telegraph, keputusan Raja Charles adalah pesan ke seluruh Inggris: monarki tidak lagi melindungi yang bersalah hanya karena mereka berdarah biru.
Alasan ketiga bersifat lebih strategis, yakni reformasi monarki. Sejak menjadi raja, Charles III dikenal mendorong konsep “slimmed-down monarchy”—monarki ramping dengan sedikit anggota aktif dan fokus pada pelayanan publik, bukan privilese keluarga.
Dalam konteks ini, mencabut gelar Pangeran Andrew adalah bagian dari modernisasi sistem kerajaan. Raja Charles ingin menegaskan bahwa keluarga kerajaan bukan lembaga impunitas, melainkan institusi publik yang tunduk pada nilai moral dan transparansi.
Selain itu, monarki Inggris tengah menghadapi tekanan global: dari popularitas Pangeran Harry dan Meghan di Amerika hingga meningkatnya perdebatan di Australia dan Kanada tentang keluar dari Persemakmuran Inggris.
Dengan mencabut gelar Pangeran Andrew, Raja Charles mencoba memulihkan legitimasi monarki di mata dunia—bahwa kerajaan Inggris masih bisa "self-correct" dan menegakkan etika internalnya.
Profesor Robert Hazell dari University College London menyebut langkah ini sebagai tindakan korektif yang diperlukan untuk menjaga keberlangsungan monarki konstitusional di abad ke-21.
Menurut analis kerajaan, Ingrid Seward, di Daily Telegraph, keputusan Raja Charles adalah pesan ke seluruh Inggris: monarki tidak lagi melindungi yang bersalah hanya karena mereka berdarah biru.
3. Transformasi Monarki di Era “Charles Reform”
Alasan ketiga bersifat lebih strategis, yakni reformasi monarki. Sejak menjadi raja, Charles III dikenal mendorong konsep “slimmed-down monarchy”—monarki ramping dengan sedikit anggota aktif dan fokus pada pelayanan publik, bukan privilese keluarga.
Dalam konteks ini, mencabut gelar Pangeran Andrew adalah bagian dari modernisasi sistem kerajaan. Raja Charles ingin menegaskan bahwa keluarga kerajaan bukan lembaga impunitas, melainkan institusi publik yang tunduk pada nilai moral dan transparansi.
Selain itu, monarki Inggris tengah menghadapi tekanan global: dari popularitas Pangeran Harry dan Meghan di Amerika hingga meningkatnya perdebatan di Australia dan Kanada tentang keluar dari Persemakmuran Inggris.
Dengan mencabut gelar Pangeran Andrew, Raja Charles mencoba memulihkan legitimasi monarki di mata dunia—bahwa kerajaan Inggris masih bisa "self-correct" dan menegakkan etika internalnya.
Profesor Robert Hazell dari University College London menyebut langkah ini sebagai tindakan korektif yang diperlukan untuk menjaga keberlangsungan monarki konstitusional di abad ke-21.
(mas)
Lihat Juga :