Gara-gara Sanksi AS, Presiden Kolombia Gustavo Petro Sulit Gajian

Jum'at, 31 Oktober 2025 - 11:32 WIB
loading...
Gara-gara Sanksi AS,...
Presiden Kolombia Gustavo Petro kesulitan mendapatkan gajinya setelah terkena sanksi Amerika Serikat. Foto/NAI
A A A
BOGOTA - Presiden Kolombia Gustavo Petro kesulitan mendapatkan gajinya setelah terkena sanksi Amerika Serikat (AS). Kondisi itu diungkap pengacaranya, Daniel Kovalik.

Presiden Petro, istrinya, salah satu putranya, dan menteri dalam negerinya baru-baru ini dimasukkan ke dalam daftar hitam Departemen Keuangan AS oleh Presiden Donald Trump. Mereka dijatuhi sanksi atas tuduhan bahwa Petro gagal memerangi perdagangan narkoba.

Sanksi tersebut membekukan aset mereka di Amerika Serikat dan melarang mereka berbisnis dengan perusahaan-perusahaan yang terkait dengan AS.

Baca Juga: Presiden Kolombia Gustavo Petro Tak Gentar Disanksi AS: Kami Tak Bertekuk Lutut

"Kartu kredit dan rekening bank mereka telah dibekukan," kata Kovalik kepada AFP. "Bahkan mendapatkan gaji sebagai pejabat publik pun kini sulit," ujarnya, yang dilansir Jumat (31/10/2025).

Sebuah perusahaan bahan bakar yang berafiliasi dengan AS juga menolak mengisi bahan bakar pesawat kepresidenan di Spanyol, imbuh Kovalik.

Gaji bulanan Petro tidak dipublikasikan. Kovál berpendapat negosiasi dapat menyelesaikan masalah ini.

"Anda mengajukan kasus dan sering kali akan diselesaikan melalui negosiasi atau diplomasi," katanya. "Itu akan diselesaikan melalui perantara. Kami sedang mengupayakannya," imbuh dia.

Kovál berencana untuk menggugat sanksi tersebut di pengadilan AS dan di hadapan Departemen Keuangan.

"Apa pun caranya, prosesnya akan sangat panjang dan berlarut-larut," ujar Kovalik.

"Pengadilan Kolombia, mungkin badan internasional, bisa menanganinya, tetapi, jujur saja: AS tidak bertanggung jawab kepada siapa pun," paparnya.

Kovalik bersikeras bahwa Petro tidak bersalah. "Saya pikir kebenaranlah yang akan membebaskan kita," katanya.

"Saya sudah mengenal Petro selama 20 tahun, dan yang saya tahu adalah dia telah memerangi kartel narkoba sepanjang karier politiknya," terangnya.

Dia yakin Petro dihukum Trump karena menentang kebijakan luar negeri AS.

"Saya pikir (Trump) mencoba menyerang siapa pun yang menentang tujuan kebijakan luar negeri AS," kata Kovalik.

"Dan dia sedang dihukum. Ini pesan untuk semua pemimpin: Anda harus bersekutu, (atau) Anda akan dihukum," lanjut dia.

Kovalik memperingatkan bahwa perusahaan atau pemerintah mana pun yang bekerja sama dengan Petro juga dapat menghadapi sanksi.

Pengacara tersebut mengatakan dia bertemu Petro pada tahun 2000-an, di salah satu periode paling berdarah dalam konflik Kolombia, ketika keduanya mengecam hubungan antara tentara dan kelompok paramiliter. "Itulah yang menyatukan kami," ujarnya.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Lebih dari 50.000 Orang...
Lebih dari 50.000 Orang Dilaporkan Hilang akibat Gempa Venezuela
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan...
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan di Teluk yang Rusak Akibat Serangan Iran ke Israel
Lebanon dan Israel Tandatangani...
Lebanon dan Israel Tandatangani Kesepakatan Kerangka Kerja untuk Akhiri Perang
AS Kembali Serang Iran,...
AS Kembali Serang Iran, IRGC Balas Gempur Pasukan Amerika
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Kim Jong-un Janji Kapal...
Kim Jong-un Janji Kapal Perang Korut Dilengkapi Senjata Nuklir, Momok bagi AS
AS Sesumbar Siap Fasilitasi...
AS Sesumbar Siap Fasilitasi Iran jika Lolos 32 Besar Piala Dunia 2026
Korban Tewas Gempa Dahsyat...
Korban Tewas Gempa Dahsyat Venezuela Mencapai 920 Orang, Pencarian Korban Masih Berlangsung
Dobrak Tradisi, Raja...
Dobrak Tradisi, Raja Charles Ungkap Bayar Tagihan Pajak Rp306 Miliar Setahun
Rekomendasi
MEKAR Kembangkan Ekosistem...
MEKAR Kembangkan Ekosistem Pembiayaan Produktif
HUT ke-499, Pramono-Rano...
HUT ke-499, Pramono-Rano Resmi Luncurkan Logo 5 Abad Jakarta
3 Prioritas Pramono...
3 Prioritas Pramono Anung Jelang 5 Abad Kota Jakarta
Berita Terkini
Pakar Militer Ini Ungkap...
Pakar Militer Ini Ungkap AS dan Iran Masih Berusaha Raih Klaim Kemenangan
Penasihat Mojtaba Khamenei:...
Penasihat Mojtaba Khamenei: Iran Akan Selalu Cepat dan Tegas Setiap Serangan AS
Rudal Ukraina Hancurkan...
Rudal Ukraina Hancurkan Pabrik Senjata Rusia
UEA Keluarkan Alarm...
UEA Keluarkan Alarm Rudal Iran, Beberapa Detik Kemudian Dicabut, Pemerintah Minta Maaf
Pesawat Tabrak Gedung...
Pesawat Tabrak Gedung Tertinggi di China, 1 Jam Setelahnya Tampak Normal
Jet Tempur China dan...
Jet Tempur China dan Rusia Kompak Masuk ke Zona Pertahanan Udara Korsel
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved