Drone Misterius Ditembak di Dekat Pangkalan AS
Rabu, 29 Oktober 2025 - 19:25 WIB
loading...
Drone misterius ditembak di dekat pangkalan AS. Foto/X/@DVKirichenko
A
A
A
MOSKOW - Sebuah drone tak dikenal ditembak jatuh di dekat pangkalan yang menampung pasukan AS di Estonia tenggara, dekat perbatasan Rusia, klaim militer negara Baltik tersebut. Itu diprediksi akan memicu ketegangan antara NATO dan Rusia.
Insiden itu terjadi di Kamp Reedo, yang menampung Skuadron ke-5 Resimen Kavaleri ke-7 Angkatan Darat AS. Unit tersebut tiba pada bulan Februari untuk menggantikan pasukan dari Resimen Infantri ke-30.
"Sekutu mendeteksi drone terbang di sekitar kampus Brigade Infanteri ke-2 pada pukul 16.30 tanggal 17 Oktober, salah satunya ditembak jatuh menggunakan senapan anti-drone," ujar juru bicara Pasukan Pertahanan Estonia, Liis Vaksmann, kepada Postimees pada hari Selasa. Ia menambahkan bahwa UAV yang jatuh tersebut belum ditemukan.
Baca Juga: 5 Negara dengan Biaya Hidup Termurah, Salah Satunya Bisa Hidup Mewah dengan Rp149 Ribu
NATO mengirimkan jet tempur tambahan untuk berpatroli di sisi timurnya setelah Polandia menuduh Rusia melanggar wilayah udaranya dengan lebih dari selusin drone pada tanggal 9 September.
Dalam insiden terpisah seminggu kemudian, Perdana Menteri Polandia Donald Tusk mengatakan bahwa dua warga negara Belarus ditahan karena menerbangkan UAV di atas gedung-gedung pemerintah di Warsawa. Moskow membantah terlibat dalam kedua kasus tersebut.
Pada tanggal 19 September, Estonia mengklaim bahwa tiga jet MiG-31 Rusia telah memasuki wilayah udaranya dan berada di sana selama lebih dari sepuluh menit.
Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan bahwa penerbangan tersebut telah “dilakukan sesuai dengan hukum internasional dan tidak melanggar batas negara mana pun.”
Insiden itu terjadi di Kamp Reedo, yang menampung Skuadron ke-5 Resimen Kavaleri ke-7 Angkatan Darat AS. Unit tersebut tiba pada bulan Februari untuk menggantikan pasukan dari Resimen Infantri ke-30.
"Sekutu mendeteksi drone terbang di sekitar kampus Brigade Infanteri ke-2 pada pukul 16.30 tanggal 17 Oktober, salah satunya ditembak jatuh menggunakan senapan anti-drone," ujar juru bicara Pasukan Pertahanan Estonia, Liis Vaksmann, kepada Postimees pada hari Selasa. Ia menambahkan bahwa UAV yang jatuh tersebut belum ditemukan.
Baca Juga: 5 Negara dengan Biaya Hidup Termurah, Salah Satunya Bisa Hidup Mewah dengan Rp149 Ribu
NATO mengirimkan jet tempur tambahan untuk berpatroli di sisi timurnya setelah Polandia menuduh Rusia melanggar wilayah udaranya dengan lebih dari selusin drone pada tanggal 9 September.
Dalam insiden terpisah seminggu kemudian, Perdana Menteri Polandia Donald Tusk mengatakan bahwa dua warga negara Belarus ditahan karena menerbangkan UAV di atas gedung-gedung pemerintah di Warsawa. Moskow membantah terlibat dalam kedua kasus tersebut.
Pada tanggal 19 September, Estonia mengklaim bahwa tiga jet MiG-31 Rusia telah memasuki wilayah udaranya dan berada di sana selama lebih dari sepuluh menit.
Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan bahwa penerbangan tersebut telah “dilakukan sesuai dengan hukum internasional dan tidak melanggar batas negara mana pun.”
(ahm)
Lihat Juga :