Ikuti Langkah Indonesia, Malaysia Siap Kirim Pasukan Penjaga Perdamaian ke Gaza

Senin, 27 Oktober 2025 - 17:25 WIB
loading...
Ikuti Langkah Indonesia,...
Malaysia siap kirim pasukan penjaga perdamaian ke Gaza. Foto/X/@Marchfoward
A A A
KUALA LUMPUR - Malaysia siap berpartisipasi dalam misi penjaga perdamaian PBB di Gaza bersama negara-negara lain, termasuk anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI). Itu diungkapkan Perdana Menteri Malaysia Anwar.

Anwar menyampaikan pernyataan tersebut dalam pertemuan bilateral dengan Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres pada KTT ASEAN ke-47 di Kuala Lumpur, menurut media pemerintah Bernama News.

“Malaysia juga menegaskan kembali sikap tegasnya dalam mendukung perjuangan Palestina, dan menyambut baik posisi konsisten PBB serta keputusan Mahkamah Internasional (ICJ), yang menegaskan bahwa blokade bantuan kemanusiaan oleh rezim Israel ke Gaza merupakan pelanggaran hukum internasional,” kata Anwar dalam sebuah pernyataan yang dirilis oleh kantor perdana menteri.

Dalam pertemuan tersebut, Anwar dan Guterres juga membahas peran Malaysia sebagai ketua ASEAN dalam memfasilitasi perundingan damai antara Thailand dan Kamboja, serta dalam mempromosikan dialog inklusif di Myanmar.

Berdasarkan rencana 20 poin AS, perjanjian gencatan senjata bertahap di Gaza antara Hamas dan Israel, yang dimediasi melalui mediasi regional dan internasional, mulai berlaku pada 10 Oktober.

Sebelumnya, Indonesia siap mengerahkan 20.000 pasukan penjaga perdamaian di Gaza. Itu dipaparkan Presiden Indonesia Prabowo Subianto pada hari Selasa saat berpidato di sidang ke-80 Majelis Umum PBB di New York.

Baca Juga: Perampokan Perhiasan Rp1,69 Triliun di Museum Louvre Ternyata Dibantu Orang Dalam

Prabowo menekankan bahwa sebagai salah satu "kontributor terbesar bagi pasukan penjaga perdamaian PBB," negara Asia Tenggara ini akan terus "bertugas di mana perdamaian membutuhkan penjaga" secara aktif.

“Jika dan ketika Dewan Keamanan dan Majelis ini memutuskan,” Indonesia siap mengirimkan 20.000 atau “bahkan lebih” tentara untuk “membantu mengamankan perdamaian di Gaza atau di tempat lain di Palestina sebagai bagian dari pasukan multilateral yang bersatu—agar solusi dua negara, yaitu perdamaian di Palestina dan Israel, dapat menjadi kenyataan, bukan hanya sekadar angan-angan,” kata Prabowo.

“Kekerasan tidak dapat digunakan untuk menyelesaikan konflik politik apa pun karena kekerasan hanya akan melahirkan lebih banyak kekerasan,” kata Prabowo, mendesak PBB untuk “mengambil sikap tegas guna menghentikan bencana ini.”

“Atau dunia akan memasuki situasi yang sangat berbahaya dengan perang yang tak berkesudahan dan eskalasi kekerasan,” ia memperingatkan, seraya menambahkan bahwa “tidak ada satu negara pun yang dapat menindas” seluruh umat manusia.

Prabowo mengingatkan majelis tentang “dominasi, penindasan, dan perbudakan kolonial” yang diderita bangsa Indonesia di bawah penjajahan Belanda.

“Kami diperlakukan lebih rendah dari anjing di tanah air kami sendiri,” katanya, seraya menambahkan bahwa oleh karena itu bangsa Indonesia tahu “apa artinya diabaikannya keadilan dan apa artinya hidup dalam apartheid, hidup dalam kemiskinan, dan diabaikannya kesempatan yang sama.”

“Kami juga tahu apa yang dapat dilakukan solidaritas dalam perjuangan kemerdekaan kami, dalam perjuangan kami mengatasi kelaparan, penyakit, dan kemiskinan,” kata Prabowo, menggarisbawahi dukungan “vital” PBB yang diterima Indonesia.

Tentara Israel telah menewaskan lebih dari 65.300 warga Palestina, sebagian besar perempuan dan anak-anak, di Gaza sejak Oktober 2023. Pengeboman yang tak henti-hentinya telah membuat daerah kantong itu tak layak huni dan menyebabkan kelaparan serta penyebaran penyakit.

(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Israel Melarang Seruan...
Israel Melarang Seruan Azan di Masjid Ibrahimi Hebron, Sudah Hari Kelima
Sadisnya Tentara Israel,...
Sadisnya Tentara Israel, Tembak Mati Pria Palestina yang Sedang Tidur
Malaysia Tuntut Kompensasi...
Malaysia Tuntut Kompensasi Rp4,6 Triliun setelah Batal Dapatkan Rudal Canggih NSM Norwegia
Menlu Iran Bilang Hamas:...
Menlu Iran Bilang Hamas: Gaza Penting dalam Negosiasi dengan AS
PBB Ungkap Israel Bunuh...
PBB Ungkap Israel Bunuh Lebih dari 20.000 Anak Palestina
Kandidat Kuat PM Inggris...
Kandidat Kuat PM Inggris Andy Burnham Dinilai Tidak Berpihak ke Palestina
Penerbitan Panda Bond...
Penerbitan Panda Bond Mundur ke Akhir Juli, Purbaya Incar Likuiditas Jumbo
Penembakan Massal di...
Penembakan Massal di Sekolah Filipina Tewaskan 3 Siswa, 2 Pelaku Remaja Ditahan
Ngeri! Suhu Paris Lebih...
Ngeri! Suhu Paris Lebih Panas daripada Makkah
Rekomendasi
Pertamina Siap Turunkan...
Pertamina Siap Turunkan Harga BBM secara Bertahap Mulai Awal Juli
Jokowi Pede PSI Masuk...
Jokowi Pede PSI Masuk Parlemen Senayan di Pemilu 2029
UATAS dan AFPI Ajak...
UATAS dan AFPI Ajak Mahasiswa Bijak Kelola Keuangan
Berita Terkini
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan,...
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan, Korban Tewas Gempa Venezuela Capai 589 Orang
Israel Melarang Seruan...
Israel Melarang Seruan Azan di Masjid Ibrahimi Hebron, Sudah Hari Kelima
Hizbullah Sergap Unit...
Hizbullah Sergap Unit Israel di Beit Yahoun, 4 Tentara Zionis Terluka
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Singapura Marah Kapalnya...
Singapura Marah Kapalnya Diserang di Selat Hormuz
Iran Sebut Pernyataan...
Iran Sebut Pernyataan Bersama AS-GCC Provokatif, Serukan Zona Bebas Senjata Nuklir Timur Tengah
Infografis
Perbandingan Kekuatan...
Perbandingan Kekuatan Timnas Indonesia U-23 vs Malaysia U-23
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved