Ikuti Langkah Indonesia, Malaysia Siap Kirim Pasukan Penjaga Perdamaian ke Gaza
Senin, 27 Oktober 2025 - 17:25 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: Perampokan Perhiasan Rp1,69 Triliun di Museum Louvre Ternyata Dibantu Orang Dalam
Prabowo menekankan bahwa sebagai salah satu "kontributor terbesar bagi pasukan penjaga perdamaian PBB," negara Asia Tenggara ini akan terus "bertugas di mana perdamaian membutuhkan penjaga" secara aktif.
“Jika dan ketika Dewan Keamanan dan Majelis ini memutuskan,” Indonesia siap mengirimkan 20.000 atau “bahkan lebih” tentara untuk “membantu mengamankan perdamaian di Gaza atau di tempat lain di Palestina sebagai bagian dari pasukan multilateral yang bersatu—agar solusi dua negara, yaitu perdamaian di Palestina dan Israel, dapat menjadi kenyataan, bukan hanya sekadar angan-angan,” kata Prabowo.
“Kekerasan tidak dapat digunakan untuk menyelesaikan konflik politik apa pun karena kekerasan hanya akan melahirkan lebih banyak kekerasan,” kata Prabowo, mendesak PBB untuk “mengambil sikap tegas guna menghentikan bencana ini.”
“Atau dunia akan memasuki situasi yang sangat berbahaya dengan perang yang tak berkesudahan dan eskalasi kekerasan,” ia memperingatkan, seraya menambahkan bahwa “tidak ada satu negara pun yang dapat menindas” seluruh umat manusia.
Prabowo mengingatkan majelis tentang “dominasi, penindasan, dan perbudakan kolonial” yang diderita bangsa Indonesia di bawah penjajahan Belanda.
Prabowo menekankan bahwa sebagai salah satu "kontributor terbesar bagi pasukan penjaga perdamaian PBB," negara Asia Tenggara ini akan terus "bertugas di mana perdamaian membutuhkan penjaga" secara aktif.
“Jika dan ketika Dewan Keamanan dan Majelis ini memutuskan,” Indonesia siap mengirimkan 20.000 atau “bahkan lebih” tentara untuk “membantu mengamankan perdamaian di Gaza atau di tempat lain di Palestina sebagai bagian dari pasukan multilateral yang bersatu—agar solusi dua negara, yaitu perdamaian di Palestina dan Israel, dapat menjadi kenyataan, bukan hanya sekadar angan-angan,” kata Prabowo.
“Kekerasan tidak dapat digunakan untuk menyelesaikan konflik politik apa pun karena kekerasan hanya akan melahirkan lebih banyak kekerasan,” kata Prabowo, mendesak PBB untuk “mengambil sikap tegas guna menghentikan bencana ini.”
“Atau dunia akan memasuki situasi yang sangat berbahaya dengan perang yang tak berkesudahan dan eskalasi kekerasan,” ia memperingatkan, seraya menambahkan bahwa “tidak ada satu negara pun yang dapat menindas” seluruh umat manusia.
Prabowo mengingatkan majelis tentang “dominasi, penindasan, dan perbudakan kolonial” yang diderita bangsa Indonesia di bawah penjajahan Belanda.
Lihat Juga :