Profil Changpeng Zhao, Raja Kripto yang Diampuni Donald Trump
Senin, 27 Oktober 2025 - 13:20 WIB
loading...
A
A
A
Pada tahun 2017, di tengah ledakan harga Bitcoin, Zhao mendirikan Binance di Shanghai. Hanya dalam waktu kurang dari setahun, platform itu mengalahkan Coinbase dan Bitfinex, menjadi bursa kripto terbesar di dunia berdasarkan volume perdagangan.
Namun kesuksesan luar biasa itu datang bersama badai. Pada 2023, Departemen Kehakiman AS menuduh Zhao dan Binance melakukan pelanggaran berat terhadap aturan keuangan, termasuk membantu transaksi yang berpotensi digunakan untuk pencucian uang dan pendanaan terorisme.
Pada November 2023, Zhao mengaku bersalah dalam kasus "failure to maintain an effective anti-money laundering program", dan dijatuhi hukuman empat bulan penjara oleh pengadilan federal di Seattle.
Binance pun setuju membayar denda USD4,3 miliar, salah satu denda keuangan terbesar dalam sejarah Amerika Serikat.
Meski begitu, selama masa hukuman, Zhao tetap menjadi sosok karismatik bagi jutaan penggemar kripto di seluruh dunia. Di media sosial X, tanda pagar (tagar) #FreeCZ menjadi tren global, menandakan kepercayaan besar komunitas terhadap dirinya.
Ketika Donald Trump kembali ke Gedung Putih pada awal 2025, dia menegaskan akan menghapus hambatan bagi inovasi digital.
Pada Oktober 2025, dia menandatangani keputusan pengampunan penuh (full presidential pardon) untuk Changpeng Zhao—sebuah langkah yang disebut analis sebagai manuver ekonomi strategis untuk menarik kembali komunitas kripto dan investasi fintech ke Amerika Serikat.
Namun kesuksesan luar biasa itu datang bersama badai. Pada 2023, Departemen Kehakiman AS menuduh Zhao dan Binance melakukan pelanggaran berat terhadap aturan keuangan, termasuk membantu transaksi yang berpotensi digunakan untuk pencucian uang dan pendanaan terorisme.
Pada November 2023, Zhao mengaku bersalah dalam kasus "failure to maintain an effective anti-money laundering program", dan dijatuhi hukuman empat bulan penjara oleh pengadilan federal di Seattle.
Binance pun setuju membayar denda USD4,3 miliar, salah satu denda keuangan terbesar dalam sejarah Amerika Serikat.
Meski begitu, selama masa hukuman, Zhao tetap menjadi sosok karismatik bagi jutaan penggemar kripto di seluruh dunia. Di media sosial X, tanda pagar (tagar) #FreeCZ menjadi tren global, menandakan kepercayaan besar komunitas terhadap dirinya.
Ketika Donald Trump kembali ke Gedung Putih pada awal 2025, dia menegaskan akan menghapus hambatan bagi inovasi digital.
Pada Oktober 2025, dia menandatangani keputusan pengampunan penuh (full presidential pardon) untuk Changpeng Zhao—sebuah langkah yang disebut analis sebagai manuver ekonomi strategis untuk menarik kembali komunitas kripto dan investasi fintech ke Amerika Serikat.
Lihat Juga :