Netanyahu: Israel Tak Butuh Izin Negara Lain untuk Serang Gaza meski Sedang Gencatan Senjata

Senin, 27 Oktober 2025 - 08:30 WIB
loading...
Netanyahu: Israel Tak...
PM Benjamin Netanyahu sebut Israel tak butuh izin negara lain untuk serang Gaza meskipun sudah sepakat untuk gencatan senjata. Foto/GPO Israel
A A A
TEL AVIV - Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengatakan Israel tidak akan meminta izin atau persetujuan negara lain untuk menyerang target di Gaza atau pun Lebanon meskipun telah menyetujui gencatan senjata.

"Israel adalah negara merdeka. Kami akan mempertahankan diri dengan cara kami sendiri, dan kami akan terus menentukan nasib kami," ujar Netanyahu dalam pertemuan para menteri pemerintah pada hari Minggu, yang dilansir AFP, Senin (27/10/2025).

"Kami tidak meminta persetujuan siapa pun untuk ini. Kami mengendalikan keamanan kami," paparnya, setelah kunjungan selama seminggu oleh para pejabat tinggi AS yang berupaya mengkonsolidasikan gencatan senjata di Gaza.

Baca Juga: Netanyahu Bangga Israel Langgar Gencatan Senjata, Jatuhkan 153 Ton Bom di Gaza

Sebelumnya, pada hari Sabtu, Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, mengatakan dia menginstruksikan tentara untuk melanjutkan pembongkaran di wilayah Jalur Gaza yang masih berada di bawah kendali Israel sebagai bagian dari gencatan senjata dan perjanjian pertukaran tahanan.

"Saya telah menginstruksikan IDF (militer) untuk memprioritaskan penghancuran terowongan sebagai tugas utama di zona kuning yang saat ini berada di bawah kendali kami, di samping melindungi tentara dan masyarakat," tulis Katz di X.

Dia mengatakan hal ini dilakukan bersamaan dengan diskusi dengan para pejabat AS, termasuk wakil presiden, menteri luar negeri dan pertahanan, utusan presiden, dan komandan CENTCOM—mengenai perlunya melaksanakan rencana Presiden AS Donald Trump dan "memastikan pembongkaran dan penghancuran penuh semua terowongan teror di wilayah yang tersisa di bawah tanggung jawab mereka, di samping pelucutan senjata Hamas."

"Demilitarisasi Gaza melalui penghancuran terowongan Hamas, di samping pelucutan senjata Hamas, menurut pandangan saya, merupakan tujuan strategis terpenting untuk mencapai kemenangan di Gaza," ujarnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jaksa ICC Karim Khan...
Jaksa ICC Karim Khan Dicopot dari Jabatannya atas Tuduhan Pelecehan Seksual Bermotif Politik
Serangan Ekstremis Yahudi...
Serangan Ekstremis Yahudi Meningkat di Tepi Barat, Fatah Salahkan Pemerintah Israel
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
Wali Kota Sadiq Khan...
Wali Kota Sadiq Khan Sebut Netanyahu Pelaku Genosida dan Tidak Diterima di London
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
Menteri Israel Gabung...
Menteri Israel Gabung 4.000 Massa Yahudi Serbu Kompleks Masjid Al-Aqsa
Prabowo Tegaskan Dukungan...
Prabowo Tegaskan Dukungan untuk Palestina Tak Bisa Ditawar!
Menlu Indonesia dan...
Menlu Indonesia dan 7 Negara Islam Kecam Tindakan Provokatif Israel di Masjid Al-Aqsa
Iran Ngadu ke Rusia:...
Iran Ngadu ke Rusia: AS Ingkar Janji dan Jahat!
Rekomendasi
Mantan Ketua MK Sebut...
Mantan Ketua MK Sebut Kondisi Indonesia Suram: Hukum Sangat Tajam ke Bawah, tapi Tumpul ke Atas
Beli Samsung Galaxy...
Beli Samsung Galaxy Foldable 8 Lebih Hemat! Nikmati Promo Spesial Kartu Kredit BRI
Wamendagri: Indonesia...
Wamendagri: Indonesia Punya Satu Kesempatan Manfaatkan Bonus Demografi Menuju Negara Maju
Berita Terkini
Pasukan Khusus AS Siapkan...
Pasukan Khusus AS Siapkan Operasi Perebutan Bom Nuklir Iran, Ini 7 Strateginya
Setelah Ribuan Gen Z...
Setelah Ribuan Gen Z Berdemo selama Berminggu-minggu, Menteri Pendidikan India Mundur
Viral di Media Sosial,...
Viral di Media Sosial, Jet Tempur AS Diduga Jatuh di Iran pada Serangan ke-13
Siapa Yu Deng dan Hong...
Siapa Yu Deng dan Hong Wang? Matematikawan China yang Memecahkan Masalah Paling Sulit di Dunia
Selama 30 Tahun, Kakek...
Selama 30 Tahun, Kakek di Singapura Ini Perkosa 11 Gadis, Termasuk Anak, Cucu, hingga Keponakan
Ini Perceraian Termahal...
Ini Perceraian Termahal Abad Ini! Nilainya Capai Rp11 Triliun
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved