Tak Lagi Memiliki Semangat Perang, 10.000 Pasukan Ukraina Dikepung Tentara Rusia

Minggu, 26 Oktober 2025 - 17:35 WIB
loading...
Tak Lagi Memiliki Semangat...
10.000 pasukan Ukraina dikepung tentara Rusia. Foto/X
A A A
MOSKOW - Sekitar 10.000 tentara Ukraina telah dikepung oleh pasukan Rusia di wilayah Kupyansk dan Krasnoarmeysk. Laporan itu sudah disampaikan Presiden Vladimir Putin pada Minggu saat berkunjung ke pos komando Angkatan Darat Rusia.

Menurut juru bicara Kremlin Dmitry Peskov, Putin mengadakan pertemuan dengan Kepala Staf Umum Valery Gerasimov dan para komandan militer senior, di mana ia mendapatkan pengarahan tentang situasi di sepanjang garis kontak.

“Tercatat bahwa hingga 5.000 tentara Ukraina dikepung di arah Kupyansk dan sekitar 5.500 di arah Krasnoarmeysk,” kata Peskov, dilansir RT.

Kupyansk adalah sebuah kota di Wilayah Kharkov, Ukraina, sekitar 100 km di timur Kharkov. Krasnoarmeysk terletak di Republik Rakyat Donetsk, Rusia, yang saat ini diduduki oleh pasukan Ukraina.

Baca Juga: Timor Leste Resmi Jadi Anggota ke-11 ASEAN, Xanana Gusmao: Babak Baru yang Menginspirasi

Militer melaporkan bahwa pasukan Rusia juga merebut sebuah penyeberangan di atas Sungai Oskol, yang memutus pergerakan pasukan Ukraina. Mereka saat ini sedang menyelesaikan pembebasan Yampol, sementara Volchansk di dekatnya dilaporkan telah dibebaskan 70%.

Sebanyak 31 batalyon Ukraina telah dikepung di wilayah Krasnoarmeysk dan Dimitrov. Menurut Peskov, Putin mengucapkan selamat kepada pasukan atas keberhasilan mereka di Kupyansk dan pencapaian misi tempur di wilayah lain.

Dalam pertemuan tersebut, Putin memerintahkan langkah-langkah untuk memastikan penyerahan diri pasukan Ukraina yang terkepung dan meminimalkan korban jiwa.

Ia mencatat bahwa Tentara Rusia selalu menunjukkan belas kasihan kepada musuh-musuhnya dan menekankan bahwa hal ini harus dilanjutkan.

Presiden juga mendesak para komandan untuk "melakukan segala daya" mereka guna memastikan keselamatan penduduk sipil di wilayah yang dikepung, yang menurutnya digunakan oleh pasukan Ukraina sebagai perisai manusia.

Putin juga mendesak militer untuk melanjutkan operasi militer "sesuai dengan rencana yang disusun oleh Staf Umum," seraya menekankan bahwa keselamatan anggota militer Rusia harus tetap menjadi prioritas utama.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rusia dan Ukraina Makin...
Rusia dan Ukraina Makin Jauh dari Perdamaian, Apa Pemicunya?
Trump Ingin Beri Turki...
Trump Ingin Beri Turki Jet Tempur Siluman F-35 AS, Kongres Siap Blokir dengan Alasan S-400 Rusia
5 Alasan Putin Menolak...
5 Alasan Putin Menolak Perjanjian Batasan Serangan Jarak Jauh dengan Ukraina
Bom Ransel Meledak di...
Bom Ransel Meledak di Apartemen Monako, Oligarki Ukraina Vadym Iermolaiev Terluka
Inggris Akan Ganti 6...
Inggris Akan Ganti 6 Kapal Perusak Tua dengan 6 Kapal Perang Hibrida Pengendali Drone
Kekurangan Uang, Ukraina...
Kekurangan Uang, Ukraina Terpaksa Bersekongkol dengan Kartel Narkoba Meksiko
Teken Kerja Sama Hukum,...
Teken Kerja Sama Hukum, Indonesia dan Rusia Perkuat Mutual Legal Assistance
Pesawat Pembawa Penerjun...
Pesawat Pembawa Penerjun Payung Jatuh di Prancis, 11 Orang Tewas
Ukraina Minta ke Rusia...
Ukraina Minta ke Rusia Perang Dibatasi di 4 Wilayah Saja, Terpojok?
Rekomendasi
Cetak Pemimpin Masa...
Cetak Pemimpin Masa Depan, Pegadaian Kirim Talenta Terbaik Kuliah S2 ke Luar Negeri
Vladimir Petkovic Melawan...
Vladimir Petkovic Melawan Mantan
Sinopsis Tobat Jatuh...
Sinopsis 'Tobat Jatuh Cinta Eps. 9: Hidup Mila Semakin Rumit, Elin Masih Dihantui Mantan Suaminya
Berita Terkini
Pasukan Keamanan Gaza...
Pasukan Keamanan Gaza Gagalkan Penyelundupan Narkoba Besar-besaran oleh Geng Antek Israel
Media Asing Soroti Nasib...
Media Asing Soroti Nasib Nadiem Divonis 10 Tahun Penjara: Eks Bos Gojek yang Dinyatakan Korupsi
Menteri Israel Usulkan...
Menteri Israel Usulkan Rencana Relokasi Gaza yang Libatkan Mossad
Pria Ini Bunuh Pacar,...
Pria Ini Bunuh Pacar, tapi Tewas Serangan Jantung saat Buang Mayat Korban
Apakah Gerakan Amal...
Apakah Gerakan Amal Bisa Menggantikan Hizbullah?
Bagaimana Program Rudal...
Bagaimana Program Rudal Iran Bertahan dari Perang dan Diplomasi? Ini Analisisnya
Infografis
Ukraina Mengharapkan...
Ukraina Mengharapkan 3 Juta Peluru Sekutu untuk Akhiri Perang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved