Siapa Sirikit? Ibu Suri Thailand yang Bergaya Hidup Glamor dan Dipuja Rakyatnya
Minggu, 26 Oktober 2025 - 04:40 WIB
loading...
A
A
A
Orang-orang di pedesaan Thailand mengatakan bahwa mereka diabaikan, dan kami mencoba mengisi kesenjangan itu dengan tinggal bersama mereka di daerah terpencil,” katanya dalam sebuah wawancara dengan The Associated Press pada tahun 1979.
Proyek-proyek pembangunan kerajaan didirikan di seluruh Thailand, beberapa di antaranya diprakarsai dan diawasi langsung oleh ratu.
Untuk meningkatkan pendapatan keluarga miskin di pedesaan dan melestarikan kerajinan yang hampir punah, pada tahun 1976, sang ratu meluncurkan SUPPORT, sebuah yayasan yang telah melatih ribuan penduduk desa dalam menenun sutra, membuat perhiasan, melukis, keramik, dan kerajinan tradisional lainnya.
Terkadang dijuluki "Ratu Hijau", ia juga mendirikan pusat penangkaran satwa liar, "kebun binatang terbuka", dan tempat penetasan untuk menyelamatkan penyu laut yang terancam punah.
Proyek Forest Loves Water dan Little House in the Forest miliknya bertujuan untuk menunjukkan manfaat ekonomi dari pelestarian tutupan hutan dan sumber air.
Sementara kerajaan di tempat lain hanya memiliki peran seremonial atau simbolis, Ratu Sirikit percaya bahwa monarki adalah institusi vital di Thailand.
"Ada beberapa orang di universitas yang menganggap monarki sudah ketinggalan zaman. Tapi saya pikir Thailand membutuhkan seorang raja yang pengertian," ujarnya dalam wawancara tahun 1979. "Saat seruan, 'Raja akan datang,' ribuan orang akan berkumpul.
"Kata 'raja' saja sudah mengandung keajaiban. Sungguh luar biasa."
Proyek-proyek pembangunan kerajaan didirikan di seluruh Thailand, beberapa di antaranya diprakarsai dan diawasi langsung oleh ratu.
Untuk meningkatkan pendapatan keluarga miskin di pedesaan dan melestarikan kerajinan yang hampir punah, pada tahun 1976, sang ratu meluncurkan SUPPORT, sebuah yayasan yang telah melatih ribuan penduduk desa dalam menenun sutra, membuat perhiasan, melukis, keramik, dan kerajinan tradisional lainnya.
Terkadang dijuluki "Ratu Hijau", ia juga mendirikan pusat penangkaran satwa liar, "kebun binatang terbuka", dan tempat penetasan untuk menyelamatkan penyu laut yang terancam punah.
Proyek Forest Loves Water dan Little House in the Forest miliknya bertujuan untuk menunjukkan manfaat ekonomi dari pelestarian tutupan hutan dan sumber air.
Sementara kerajaan di tempat lain hanya memiliki peran seremonial atau simbolis, Ratu Sirikit percaya bahwa monarki adalah institusi vital di Thailand.
"Ada beberapa orang di universitas yang menganggap monarki sudah ketinggalan zaman. Tapi saya pikir Thailand membutuhkan seorang raja yang pengertian," ujarnya dalam wawancara tahun 1979. "Saat seruan, 'Raja akan datang,' ribuan orang akan berkumpul.
"Kata 'raja' saja sudah mengandung keajaiban. Sungguh luar biasa."
(ahm)
Lihat Juga :