AS Kerahkan Kapal Induk Tercanggih, Dikhawatirkan Menginvasi Venezuela

Sabtu, 25 Oktober 2025 - 10:57 WIB
loading...
A A A
Trump mengumumkan apa yang tampaknya merupakan serangan pertama terhadap sebuah kapal pada 3 September, dengan merilis video singkat serangan tersebut.

Dalam minggu-minggu berikutnya, pemerintah Trump mengumumkan lebih banyak serangan tanpa mengungkapkan detail selain jumlah orang yang tewas dan klaim bahwa kapal-kapal tersebut membawa narkoba.

Sejak awal kampanye militer, pemerintah Trump telah memberikan justifikasi hukum yang meragukan atas serangan tersebut, dengan mengeklaim bahwa kapal-kapal tersebut berafiliasi dengan "organisasi teroris yang ditunjuk" atau DTO, yang kini terlibat dalam konflik bersenjata non-internasional dengan AS.

Namun, pemerintah Trump belum memberikan bukti konkret hingga saat ini bahwa mereka yang tewas dalam serangan kapal tersebut menyelundupkan narkoba ke AS. Dalam pengarahan kepada Kongres, para pejabat Pentagon pada dasarnya mengatakan bahwa kapal-kapal tersebut merupakan target yang sah karena Trump telah menetapkan mereka sebagai aset kartel yang dianggap sebagai DTO, menurut sumber-sumber AS yang mengetahui masalah tersebut.

Kampanye militer ini juga melibatkan Badan Intelijen Pusat (CIA). Trump mengonfirmasi pada 15 Oktober bahwa dia telah mengizinkan apa yang disebut "tindakan rahasia" oleh CIA di Venezuela.

The Guardian melaporkan bahwa CIA telah menyediakan sebagian besar data intelijen yang digunakan dalam serangan udara tersebut.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pertama Kali, Pasukan...
Pertama Kali, Pasukan AS Serang Pangkalan Angkatan Laut Iran dengan Drone Laut
Trump Akan Palaki Kapal...
Trump Akan Palaki Kapal yang Lewat Selat Hormuz, Bagaimana Aturan Hukum Internasional?
Inggris Semakin Ditekan...
Inggris Semakin Ditekan untuk Kembalikan 31 Ton Emas Venezuela
TV Iran Rayakan Kematian...
TV Iran Rayakan Kematian Mendadak Senator AS Pro-Israel: 'Dikirim ke Neraka'
Perang AS dan Iran Ternyata...
Perang AS dan Iran Ternyata Tak Menguntungkan Pihak yang Bertikai, Ini 4 Alasannya
Trump Lontarkan Klaim...
Trump Lontarkan Klaim Mengejutkan: 90% Mojtaba Khamenei Telah Tewas
AS Terapkan Blokade...
AS Terapkan Blokade Baru di Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Melonjak 9%
Breaking News!AS Kembali...
Breaking News!AS Kembali Bombardir Iran Besar-besaran, Tentara dan Warga Tewas
Trump Lapor ke Kongres...
Trump Lapor ke Kongres AS, Operasi Militer terhadap Iran Dimulai Lagi
Rekomendasi
Live Streaming Premier...
Live Streaming Premier Padel Malaga 2026 di VISION+: Jadwal Tanding dari Awal Sampai Final
Kejagung Lelang 90 Unit...
Kejagung Lelang 90 Unit Apartemen di Jaksel Milik Terpidana Benny Tjokro
Panji Bangsa Siap Terdepan...
Panji Bangsa Siap Terdepan Amankan Harlah ke-28 PKB
Berita Terkini
Pertama Kali, Pasukan...
Pertama Kali, Pasukan AS Serang Pangkalan Angkatan Laut Iran dengan Drone Laut
Trump Akan Palaki Kapal...
Trump Akan Palaki Kapal yang Lewat Selat Hormuz, Bagaimana Aturan Hukum Internasional?
Agen Mossad Pernah Temui...
Agen Mossad Pernah Temui Mahmoud Ahmadinejad di Budapest, Ada Apa Gerangan?
Inggris Semakin Ditekan...
Inggris Semakin Ditekan untuk Kembalikan 31 Ton Emas Venezuela
Apa Itu Gunung Pickaxe?...
Apa Itu Gunung Pickaxe? Lokasi Penyimpanan Senjata Nuklir Iran yang Akan Dihancurkan Trump
Norwegia Diam-diam Gunakan...
Norwegia Diam-diam Gunakan Pengaruhnya untuk Dorong Penangguhan Israel dari FIFA
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved