AS Kerahkan Kapal Induk Tercanggih, Dikhawatirkan Menginvasi Venezuela

Sabtu, 25 Oktober 2025 - 10:57 WIB
loading...
A A A
"Mereka berjanji tidak akan pernah terlibat lagi dalam perang, dan mereka justru 'mengada-adakan' perang," katanya kepada media pemerintah pada Jumat malam.

Selama berminggu-minggu, pemerintahan Trump telah mempertimbangkan untuk meningkatkan kampanye militer melawan kartel narkoba—serta upayanya untuk menggoyahkan pemerintahan presiden Venezuela–setelah kampanye awal serangan terhadap setidaknya sembilan kapal yang diduga sebagai kapal penyelundup narkoba.

Trump juga mengonfirmasi kepada para wartawan di Gedung Putih pada hari Kamis bahwa tahap selanjutnya dari kampanye militernya adalah menyerang target di darat.

"Darat akan menjadi target berikutnya," kata Trump. "Narkoba darat jauh lebih berbahaya bagi mereka. Akan jauh lebih berbahaya. Anda akan segera melihatnya," ujarnya.

Trump tidak membahas target negara mana yang akan diserang AS. Namun, dia mengarahkan Menteri Pertahanan Pete Hegseth yang duduk di sampingnya di acara Gedung Putih tentang pembatasan aliran narkoba ilegal ke AS, untuk memberi tahu Kongres tentang rencana pemerintah.

Ketika ditanya apakah dia akan mendeklarasikan perang terhadap kartel narkoba, Trump mengisyaratkan akan melanjutkan serangan individual.

"Saya pikir kita hanya akan membunuh orang-orang yang membawa narkoba ke negara kita, oke?" katanya. "Kita akan membunuh mereka, Anda tahu mereka akan, seperti, mati."
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menlu Iran Tegaskan...
Menlu Iran Tegaskan Akhir Perang Dideklarasikan Senin, Resmi Berlaku Jumat
Trump: AS Tidak akan...
Trump: AS Tidak akan Bayar Iran Rp5 Triliun, Itu Berita Palsu
Wapres AS Sebut Iran...
Wapres AS Sebut Iran Bisa Dapat Rp5.312 Triliun, tapi Trump Ragu
Zionis Israel Ratapi...
Zionis Israel Ratapi Kesepakatan Damai AS-Iran: Kami Ditinggalkan Sendirian!
Pesawat Pengebom Nuklir...
Pesawat Pengebom Nuklir B-52 AS Jatuh Tewaskan 8 Awak, Harganya Rp1,5 Triliun
Ini Alasan Trump Puji...
Ini Alasan Trump Puji Putin dan Xi Jinping atas Kesepakatan Damai AS-Iran
Larangan Perangkat Lunak...
Larangan Perangkat Lunak AS Bikin Susah Banyak Produsen Mobil
Pilu Seorang Ibu Gugat...
Pilu Seorang Ibu Gugat OpenAI Usai Kematian Putrinya Dikaitkan ChatGPT
Trump Sebut Israel Bisa...
Trump Sebut Israel Bisa Hancur dalam 24 Jam jika Iran Punya Senjata Nuklir
Rekomendasi
Digeruduk Mahasiswa...
Digeruduk Mahasiswa UGM saat Diskusi, Budiman Sudjatmiko: Kami Bersedia untuk Dikritik
Kemenag Susun Kosa Isyarat...
Kemenag Susun Kosa Isyarat Istilah Fikih dan Teologi Islam untuk Disabilitas
Prancis di Persimpangan...
Prancis di Persimpangan Mimpi dan Trauma
Berita Terkini
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN...
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN dan Perundingan Bilateral di Sela-selanya
Pengaktifan Kembali...
Pengaktifan Kembali Transit Lewat Selat Hormuz Mungkin Perlu Waktu Beberapa Pekan
Menlu Iran Tegaskan...
Menlu Iran Tegaskan Akhir Perang Dideklarasikan Senin, Resmi Berlaku Jumat
Hamas Sambut Baik Kesepakatan...
Hamas Sambut Baik Kesepakatan AS-Iran, Serukan Penghentian Serangan di Gaza dan Lebanon
7 Fakta Unik Cape Verde,...
7 Fakta Unik Cape Verde, Negara Kecil yang Bikin Spanyol Frustrasi di Piala Dunia 2026
Inggris, Prancis, Jerman,...
Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia Siap Cabut Sanksi Teheran setelah Kesepakatan Damai AS-Iran
Infografis
AS Kerahkan 15.000 Prajurit...
AS Kerahkan 15.000 Prajurit dan 100 Jet Tempur Amankan Selat Hormuz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved