Putin Janjikan Respons Mengejutkan Rusia Jika Diserang Rudal Tomahawk AS
Jum'at, 24 Oktober 2025 - 08:54 WIB
loading...
Presiden Vladimir Putin janjikan respons mengejutkan Rusia jika diserang Ukraina dengan rudal jarak jauh Tomahawk buatan AS. Foto/US Navy
A
A
A
MOSKOW - Presiden Rusia Vladimir Putin menjanjikan respons sangat serius dan bahkan mengejutkan jika negaranya diserang Ukraina dengan rudal jarak jauh Tomahawk buatan Amerika Serikat (AS). Dia kembali memperingatkan bahwa tekanan Kyiv terhadap Washington untuk memasok senjata semacam itu sebagai upaya eskalasi.
Komentar Putin disampaikan kepada wartawan setelah pertemuan di Moskow pada hari Kamis.
"Ini adalah upaya eskalasi," katanya. "Tetapi jika senjata semacam itu digunakan untuk menyerang wilayah Rusia, responsnya akan sangat serius, bahkan mungkin mengejutkan. Biarkan mereka memikirkannya," katanya lagi, seperti dikutip dari Russia Today, Jumat (24/10/2025).
Baca Juga: AS Ogah Bantu Ukraina Tembakkan Rudal Canggih Tomahawk ke Rusia
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky telah mengangkat isu pengadaan rudal Tomahawk dalam pertemuannya dengan Presiden AS Donald Trump di Gedung Putih pekan lalu. Menurut laporan Axios, permintaan tersebut ditolak, meskipun para pejabat AS mengatakan opsi tersebut masih dalam peninjauan, dengan Trump diperkirakan akan membuat keputusan akhir.
Trump, dalam pembicaraan dengan Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte di Gedung Putih, mengatakan Tomahawk merupakan rudal jelajah jarak jauh dengan jangkauan maksimum sekitar 2.500 kilometer (1.550 mil). Menurutnya, membutuhkan pelatihan yang panjang dan kompleks untuk mengoperasikannya.
Presiden AS itu juga mengisyaratkan Washington tidak akan menembakkan rudal Tomahawk ke Rusia atas nama Ukraina.
“Masalah dengan Tomahawk...dibutuhkan minimal enam bulan, biasanya setahun, untuk mempelajari cara menggunakannya. Rudal itu sangat rumit,” kata Trump.
"Jadi satu-satunya cara Tomahawk akan ditembakkan adalah jika kita menembaknya, dan kita tidak akan melakukannya," lanjut Trump.
"Kita tahu cara menggunakannya, dan kita tidak akan mengajari orang lain," imbuh Trump.
Moskow sebelumnya telah memperingatkan bahwa meskipun pengiriman rudal Tomahawk tidak akan memengaruhi kondisi medan perang Ukraina, hal itu akan mengurangi prospek perdamaian dan berdampak buruk pada hubungan AS-Rusia.
Putin membahas masalah ini dengan Trump melalui panggilan telepon minggu lalu. "Pengiriman rudal tersebut akan sangat merusak prospek penyelesaian damai," ujarnya saat itu.
Setelah panggilan telepon tersebut, Trump mengatakan bahwa tidak mudah bagi AS untuk menyediakan rudal Tomahawk bagi Kyiv dan menegaskan bahwa Washington tidak boleh menghabiskan persenjataannya sendiri untuk Ukraina.
Komentar Putin disampaikan kepada wartawan setelah pertemuan di Moskow pada hari Kamis.
"Ini adalah upaya eskalasi," katanya. "Tetapi jika senjata semacam itu digunakan untuk menyerang wilayah Rusia, responsnya akan sangat serius, bahkan mungkin mengejutkan. Biarkan mereka memikirkannya," katanya lagi, seperti dikutip dari Russia Today, Jumat (24/10/2025).
Baca Juga: AS Ogah Bantu Ukraina Tembakkan Rudal Canggih Tomahawk ke Rusia
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky telah mengangkat isu pengadaan rudal Tomahawk dalam pertemuannya dengan Presiden AS Donald Trump di Gedung Putih pekan lalu. Menurut laporan Axios, permintaan tersebut ditolak, meskipun para pejabat AS mengatakan opsi tersebut masih dalam peninjauan, dengan Trump diperkirakan akan membuat keputusan akhir.
Trump, dalam pembicaraan dengan Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte di Gedung Putih, mengatakan Tomahawk merupakan rudal jelajah jarak jauh dengan jangkauan maksimum sekitar 2.500 kilometer (1.550 mil). Menurutnya, membutuhkan pelatihan yang panjang dan kompleks untuk mengoperasikannya.
Presiden AS itu juga mengisyaratkan Washington tidak akan menembakkan rudal Tomahawk ke Rusia atas nama Ukraina.
“Masalah dengan Tomahawk...dibutuhkan minimal enam bulan, biasanya setahun, untuk mempelajari cara menggunakannya. Rudal itu sangat rumit,” kata Trump.
"Jadi satu-satunya cara Tomahawk akan ditembakkan adalah jika kita menembaknya, dan kita tidak akan melakukannya," lanjut Trump.
"Kita tahu cara menggunakannya, dan kita tidak akan mengajari orang lain," imbuh Trump.
Moskow sebelumnya telah memperingatkan bahwa meskipun pengiriman rudal Tomahawk tidak akan memengaruhi kondisi medan perang Ukraina, hal itu akan mengurangi prospek perdamaian dan berdampak buruk pada hubungan AS-Rusia.
Putin membahas masalah ini dengan Trump melalui panggilan telepon minggu lalu. "Pengiriman rudal tersebut akan sangat merusak prospek penyelesaian damai," ujarnya saat itu.
Setelah panggilan telepon tersebut, Trump mengatakan bahwa tidak mudah bagi AS untuk menyediakan rudal Tomahawk bagi Kyiv dan menegaskan bahwa Washington tidak boleh menghabiskan persenjataannya sendiri untuk Ukraina.
(mas)
Lihat Juga :