Trump: Israel Akan Kehilangan Seluruh Dukungan AS Jika Caplok Tepi Barat!
Jum'at, 24 Oktober 2025 - 06:43 WIB
loading...
Presiden Donald Trump (kanan) tegaskan Israel akan kehilangan seluruh dukungan Washington jika nekat mencaplok Tepi Barat, Palestina. Foto/ GPO/Avi Ohayon
A
A
A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan Israel akan kehilangan seluruh dukungan Washington jika negara Yahudi itu nekat mencaplok Tepi Barat, wilayah Palestina yang diduduki.
"Itu tidak akan terjadi," kata Trump kepada TIME, sembari menegaskan dia telah berjanji kepada para pemimpin Arab bahwa Tepi Barat tidak akan dicaplok Israel.
"Israel akan kehilangan seluruh dukungannya dari AS jika itu terjadi," lanjut Trump, yang dilansir DW, Jumat (24/10/2025).
Pemimpin AS tersebut juga menjelaskan percakapan dengan Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu yang menyebabkan Netanyahu menyetujui kesepakatan gencatan senjata dengan Hamas di Gaza.
Baca Juga: Wapres AS Vance Akui Tidak Tahu Siapa yang Akan Kelola Gaza di Masa Depan
"Saya katakan kepada (Netanyahu): Anda tidak bisa melawan dunia," kata Trump. "Saya menghentikannya, karena dia pasti akan terus melaju," imbuh dia.
Trump juga mengatakan dia berencana mengunjungi Gaza suatu saat nanti.
Komentar Trump muncul setelah Parlemen atau Knesset Israel telah memberikan suara untuk memberikan persetujuan awal terhadap rancangan undang-undang (RUU) yang akan memaksakan kedaulatan Israel atas Tepi Barat yang diduduki. Langkah ini setara dengan pencaplokan wilayah Palestina, yang merupakan pelanggaran terang-terangan terhadap hukum internasional.
Meskipun ada penolakan dari PM Netanyahu dan partainya, Likud, anggota Knesset yang beranggotakan 120 orang memberikan suara 25-24 pada hari Selasa untuk memajukan RUU tersebut. RUU ini merupakan suara pertama dari empat suara yang dibutuhkan untuk mengesahkannya menjadi undang-undang.
Sebuah pernyataan Knesset mengatakan bahwa RUU tersebut disetujui dalam pembacaan awal "untuk menerapkan kedaulatan Negara Israel atas wilayah Yudea dan Samaria (Tepi Barat)". Sekarang akan diserahkan ke Komite Urusan Luar Negeri dan Pertahanan Knesset untuk pertimbangan lebih lanjut.
Wakil Presiden AS JD Vance mengkritik RUU tentang pencaplokan Tepi Barat yang diduduki, dan menambahkan bahwa dia secara pribadi merasa terhina oleh langkah Knesset Israel tersebut.
"Itu adalah tindakan politik yang sangat bodoh," katanya saat meninggalkan Israel setelah kunjungan ke negara Yahudi tersebut.
Vance menambahkan bahwa posisi resmi AS adalah bahwa wilayah tersebut tidak akan dianeksasi atau dicaplok oleh Israel, dan hal ini tetap tidak berubah.
"Itu tidak akan terjadi," kata Trump kepada TIME, sembari menegaskan dia telah berjanji kepada para pemimpin Arab bahwa Tepi Barat tidak akan dicaplok Israel.
"Israel akan kehilangan seluruh dukungannya dari AS jika itu terjadi," lanjut Trump, yang dilansir DW, Jumat (24/10/2025).
Pemimpin AS tersebut juga menjelaskan percakapan dengan Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu yang menyebabkan Netanyahu menyetujui kesepakatan gencatan senjata dengan Hamas di Gaza.
Baca Juga: Wapres AS Vance Akui Tidak Tahu Siapa yang Akan Kelola Gaza di Masa Depan
"Saya katakan kepada (Netanyahu): Anda tidak bisa melawan dunia," kata Trump. "Saya menghentikannya, karena dia pasti akan terus melaju," imbuh dia.
Trump juga mengatakan dia berencana mengunjungi Gaza suatu saat nanti.
Komentar Trump muncul setelah Parlemen atau Knesset Israel telah memberikan suara untuk memberikan persetujuan awal terhadap rancangan undang-undang (RUU) yang akan memaksakan kedaulatan Israel atas Tepi Barat yang diduduki. Langkah ini setara dengan pencaplokan wilayah Palestina, yang merupakan pelanggaran terang-terangan terhadap hukum internasional.
Meskipun ada penolakan dari PM Netanyahu dan partainya, Likud, anggota Knesset yang beranggotakan 120 orang memberikan suara 25-24 pada hari Selasa untuk memajukan RUU tersebut. RUU ini merupakan suara pertama dari empat suara yang dibutuhkan untuk mengesahkannya menjadi undang-undang.
Sebuah pernyataan Knesset mengatakan bahwa RUU tersebut disetujui dalam pembacaan awal "untuk menerapkan kedaulatan Negara Israel atas wilayah Yudea dan Samaria (Tepi Barat)". Sekarang akan diserahkan ke Komite Urusan Luar Negeri dan Pertahanan Knesset untuk pertimbangan lebih lanjut.
Wakil Presiden AS JD Vance mengkritik RUU tentang pencaplokan Tepi Barat yang diduduki, dan menambahkan bahwa dia secara pribadi merasa terhina oleh langkah Knesset Israel tersebut.
"Itu adalah tindakan politik yang sangat bodoh," katanya saat meninggalkan Israel setelah kunjungan ke negara Yahudi tersebut.
Vance menambahkan bahwa posisi resmi AS adalah bahwa wilayah tersebut tidak akan dianeksasi atau dicaplok oleh Israel, dan hal ini tetap tidak berubah.
(mas)
Lihat Juga :