Juru Bicara Baru Brigade Al-Quds Abu Hamza: Kami Tak akan Pernah Serahkan Senjata

Kamis, 23 Oktober 2025 - 16:37 WIB
loading...
Juru Bicara Baru Brigade...
Abu Hamza, juru bicara Brigade Al-Quds. Foto/cuplikan video
A A A
JALUR GAZA - Abu Hamza, juru bicara Brigade Al-Quds, menyampaikan pidato penghormatan untuk sejumlah komandan dan pejuang Brigade. Dia sekaligus menyampaikan duka cita atas kepergian pendahulu sekaligus mantan juru bicara kelompok itu.

Dalam pidatonya, ia menekankan persatuan dengan seluruh faksi Perlawanan lainnya dan menegaskan kembali komitmen mereka untuk terus memerangi penjajahan di tanah mereka sendiri.

Pada 18 Maret, hari ketika Israel mengingkari gencatan senjata awal, gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ) berduka atas terbunuhnya komandan dan juru bicara sayap militernya, Naji Abu Seif, yang lebih dikenal dengan nama samaran Abu Hamza.

Naji Abu Seif tewas dalam pembunuhan oleh Israel saat bersama keluarganya dan keluarga saudaranya.

Melanjutkan warisannya, juru bicara baru Brigade Al-Quds ini menggunakan nama samaran yang sama dengan pendahulunya.

Dalam pernyataan video yang dirilis Rabu (22/10/2025), Abu Hamza yang baru menjabat mengatakan rakyat Palestina menghadapi titik kritis dan sulit, serta berada di persimpangan sejarah yang menentukan — sebagai bangsa dan gerakan Perlawanan dalam perjuangan Arab dan Islam yang lebih luas.

Ia menjelaskan pertempuran Perlawanan dipaksakan kepada mereka sebagai respons langsung atas kejahatan berkelanjutan yang dilakukan penjajah Israel di Masjid al-Quds dan Tepi Barat, pelanggarannya terhadap tahanan, pengepungan yang mencekik, dan serangan mematikannya di Jalur Gaza.

Ia menegaskan Brigade Al-Quds telah menjadi bagian integral dari Operasi Banjir Al-Aqsa sejak awal.

“Bahkan sebelum tank pertama masuk,” ujar Abu Hamza, “Brigade Al-Quds telah dikerahkan di lapangan dengan seluruh formasi kami, siap menghadapi musuh dengan beragam kekuatan senjata kami.”

Ia lebih lanjut menegaskan penjajah Israel melancarkan perang terhadap rakyat Palestina bukan sebagai reaksi terhadap operasi Perlawanan, melainkan sebagai bagian dari rencana terencana untuk perang pemusnahan, yang didukung tanpa syarat oleh Amerika Serikat.

Abu Hamza menggambarkan tentara pendudukan sebagai "sama sekali tidak memiliki kemanusiaan dan nilai-nilai," dan mencirikannya sebagai kekuatan yang pada dasarnya rasis dan kejam.

"Kami sepenuhnya menyadari kesulitan jalan ini dan beban berat yang ditanggung rakyat kami," ujarnya. "Kami menghadapi perang ini bersama saudara-saudara setia kami di Lebanon, Yaman, dan Iran."

Brigade Al-Quds Berduka atas Komandannya


Dalam pidatonya, Abu Hamza mengonfirmasi terbunuhnya ratusan pejuang, personel, dan rekan Brigade di semua spesialisasi.
Ia juga mengumumkan pembunuhan anggota Dewan Militer Brigade dan mantan juru bicaranya, Naji Maher Abu Seif.

Brigade Al-Quds sebelumnya telah mengumumkan kerugian ini melalui unggahan di kanal Telegram mereka, yang menampilkan foto-foto dan nama-nama anggota Dewan Militer dan Staf yang gugur.

Di akhir pidatonya, Abu Hamza bersumpah Brigade akan tetap menjadi kekuatan untuk menghadapi musuh di tanah mereka sendiri, berapa pun lamanya waktu yang dibutuhkan.

Ia menekankan Brigade Al-Quds tidak akan pernah menyerahkan senjata mereka.

Ia menegaskan kembali kekuatan hubungan dengan semua faksi Perlawanan Palestina, menekankan hubungan antara Brigade Al-Quds dan Brigade Al-Qassam "tidak pernah putus."

Abu Hamza mengakhiri pernyataannya dengan menegaskan Brigade tetap berkomitmen pada gencatan senjata yang berlaku di Gaza, sekaligus menegaskan mereka akan memantau secara ketat kepatuhan Israel terhadap ketentuan-ketentuannya.

Baca juga: Konflik Internal Memanas, Netanyahu Pecat Kepala Keamanan Nasional Israel
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
AS Mediasi Perundingan...
AS Mediasi Perundingan Lebanon-Israel, Bahas Kemungkinan Penarikan Zionis dari Lebanon Selatan
Siapa Ahmed Wishah?...
Siapa Ahmed Wishah? Jurnalis Al Jazeera yang Dibunuh Israel
Israel Bunuh Jurnalis...
Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera dalam Serangan Udara di Gaza, Menuduhnya Milisi Hamas
Pasukan Israel Gagal...
Pasukan Israel Gagal Ambil Tank Komandan yang Gugur di Lebanon Selatan
4 Tentara Israel Tewas,...
4 Tentara Israel Tewas, Menteri-menteri Ekstremis Ancam Bakar Seluruh Lebanon, Buka Gerbang Neraka
Dewan Pers Minta Pemerintah...
Dewan Pers Minta Pemerintah Tempuh Jalur Diplomatik Bebaskan Jurnalis yang Ditangkap Israel
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Dilaporkan Akan Mengundurkan Diri pada Senin
PBB: Israel Lanjutkan...
PBB: Israel Lanjutkan Praktik Genosida di Gaza dan Tepi Barat, Anak-Anak Jadi Korban
Rekomendasi
IFG Life Tekankan Pentingnya...
IFG Life Tekankan Pentingnya Perencanaan Dana Pendidikan Sejak Dini
Teken Kerja Sama Hukum,...
Teken Kerja Sama Hukum, Indonesia dan Rusia Perkuat Mutual Legal Assistance
Istana Buka Suara soal...
Istana Buka Suara soal 2 Calon Manajer Kopdes Meninggal saat Latsarmil
Berita Terkini
Tiru Strategi Iran,...
Tiru Strategi Iran, Ukraina Tembakkan 323 Drone ke Wilayah Rusia pada Malam Hari
Pilot F-15 AS: Serangan...
Pilot F-15 AS: Serangan Drone Iran Membentuk Formasi Ubur-ubur
Menlu AS Jual Kesepakatan...
Menlu AS Jual Kesepakatan Damai dengan Iran ke Negara-negara Arab
Israel Anggap Turki...
Israel Anggap Turki Lebih Berbahaya Dibandingkan Iran
Trump Kecam Pemungutan...
Trump Kecam Pemungutan Suara Senat untuk Batasi Kewenangannya dalam Perang Iran
10 Mata-mata Perang...
10 Mata-mata Perang Dingin yang Tak Pernah Takut Mati
Infografis
Alasan Ratu Elizabeth...
Alasan Ratu Elizabeth II Tak Pernah Sudi Kunjungi Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved