Ukraina Beli 150 Jet Tempur Gripen Swedia, Perang Melawan Rusia Kian Panas

Kamis, 23 Oktober 2025 - 07:16 WIB
loading...
Ukraina Beli 150 Jet...
Ukraina sepakat membeli 150 jet tempur JAS 39 Gripen E dari Swedia yang dirancang untuk perang melawan Rusia. Foto/Swedish Armed Forces
A A A
KYIV - Ukraina sepakat untuk membeli 150 jet tempur JAS 39 Gripen E dari Swedia yang dirancang untuk perang melawan Rusia. Kedua pihak telah menandatangani nota kesepahaman pada hari Rabu.

Angkatan Udara Ukraina selama ini mengoperasikan armada pesawat tua rancangan Soviet, meskipun secara bertahap telah mengakuisisi pesawat tempur Barat, termasuk F-16 buatan Amerika Serikat dan Mirage buatan Prancis.

Gripen, yang diproduksi oleh raksasa kedirgantaraan dan pertahanan Swedia; Saab, secara luas dianggap sebagai jet tempur yang ideal untuk Ukraina. Jet tempur ini dirancang untuk beroperasi dari landasan udara yang sederhana, membutuhkan perawatan minimal, dan dibangun untuk bertahan dan melawan ancaman musuh yang kuat seperti Rusia.

Baca Juga: Trump Batalkan Pertemuan dengan Putin Terkait Perang Ukraina, Ini Alasannya

Mengingat tuntutan perang, termasuk operasi udara yang tersebar, jet-jet tempur ini dapat berfungsi sebagai tulang punggung baru bagi Angkatan Udara Ukraina yang berubah dengan cepat.

Menteri Pertahanan Swedia Pal Jonson mengatakan Ukraina telah meminta 100 hingga 150 Gripen, khususnya varian E.

Stockholm baru saja menerima gelombang pertama pesawat ini. Jet-jet tempur ini merupakan upgrade generasi baru dengan serangkaian kemampuan yang lebih canggih, termasuk peperangan elektronik, mesin yang lebih bertenaga, dan peningkatan kapasitas persenjataan.

Gripen E dianggap sebagai pesawat generasi keempat yang canggih yang akan memajukan Angkatan Udara Ukraina.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan dia berharap dapat menerima Gripen pertama paling cepat tahun depan.

Namun, dengan perkiraan biaya masing-masing sebesar USD85 juta, pendanaan untuk jet tempur tersebut masih belum jelas. Kementerian Pertahanan Swedia tidak segera menanggapi permintaan informasi tambahan.

Gripen dianggap sebagai pilihan jet tempur yang sangat baik bagi Ukraina karena dirancang untuk jenis pertempuran melawan Rusia yang dihadapi Kyiv.

Swedia telah lama memandang Rusia sebagai ancaman potensial dan merancang Gripen di akhir Perang Dingin, dengan pesawat tempur Sukhoi Rusia yang sangat bermanuver dianggap sebagai musuh potensialnya.

Jet tempur Gripen dirancang untuk perang yang menargetkan infrastruktur pendukung penting dan landasan pacu, di mana disagregasi dan penyebaran sangat penting, seperti halnya di Ukraina.

Para pakar perang udara mengatakan bahwa Gripen lebih cocok daripada jet Barat lainnya, seperti F-16 dan Mirage, yang diterima Ukraina. Gripen memang jauh lebih sulit didapatkan, tetapi menawarkan keuntungan yang jelas.

Michael Bohnert, pakar perang udara di RAND Corporation, sebelumnya mengatakan kepada Business Insider: "Gripen dibuat sedikit lebih khusus untuk kebutuhan Ukraina."

Misalnya, Gripen dapat beroperasi lebih mudah dari jalan raya sipil jika lapangan terbang dan landasan pacu tradisional dihancurkan. Kedua wilayah ini telah menjadi target utama serangan rudal dan pesawat nirawak Rusia.

Fleksibilitas dan kemampuan untuk menjaga jet tempur tetap bergerak di luar ruangan diperlukan untuk menjaga kekuatan udara. Amerika Serikat dan sekutu NATO lainnya telah mengupayakan kemampuan semacam ini dengan latihan lepas landas dan mendarat di jalan raya serta aktivitas pesawat di lokasi-lokasi yang sulit.

Para pakar kekuatan udara dan peperangan di Royal United Services Institute Inggris menulis di awal perang bahwa Gripen Swedia sejauh ini menawarkan kandidat yang paling sesuai dalam hal persyaratan operasional untuk Ukraina.

Surat pernyataan niat (letter of intent) yang dikeluarkan pada hari Rabu merupakan langkah nyata pertama menuju akuisisi jet-jet tersebut. Namun, para pilot Ukraina telah berlatih menggunakan jet-jet tersebut sebagai persiapan. Mengintegrasikannya ke dalam campuran jet rancangan Barat dan Soviet milik Ukraina akan tetap menjadi tantangan penting ketika pesawat-pesawat tersebut akhirnya tiba.

Gripen tidak hanya menawarkan kemampuan tempur, tetapi juga interoperabilitas yang lebih baik dengan NATO. "Swedia mendukung dan ingin berkontribusi pada Angkatan Udara Ukraina yang kuat dan modern," ujar Jonson.

"Kami memiliki dialog yang baik dengan Ukraina tentang bagaimana Gripen E dapat menjadi bagian dari kekuatan ini di tahun-tahun mendatang," imbuh dia, yang dikutip dari Business Insider, Kamis (23/10/2025).
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Zelensky Ancam Serang...
Zelensky Ancam Serang Belarusia, Perang Rusia-Ukraina Bisa Meluas
Menkeu AS Sebut Zelensky...
Menkeu AS Sebut Zelensky Bajingan Kecil Bertingkah seperti Mr Bean yang Sakau
Putin Terus Tebar Ancaman,...
Putin Terus Tebar Ancaman, 4 Negara ini Memiliki Bunker Nuklir Teraman di Eropa
Warga Moskow Sudah Merasakan...
Warga Moskow Sudah Merasakan Perang Ukraina di Depan Halaman Rumah
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Penampakan Mengerikan...
Penampakan Mengerikan 'Hujan Minyak Hitam' di Langit Moskow akibat Serangan Terbesar Ukraina
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
Suami Divonis 4 Tahun...
Suami Divonis 4 Tahun Penjara karena Paksa Istri Berhubungan Seks dengan 120 Pria
Gempa Dahsyat M7,8 Filipina,...
Gempa Dahsyat M7,8 Filipina, Warga Syok Dasar Laut kini Jadi Daratan
Rekomendasi
Belajar dari Iran: Tiga...
Belajar dari Iran: Tiga Pelajaran Strategis bagi Indonesia
Ultah ke-34, Ayu Ting...
Ultah ke-34, Ayu Ting Ting Pamer Momen Romantis Bareng Kevin Gusnadi
Usia Peserta Miss Indonesia...
Usia Peserta Miss Indonesia Kini 19-25 Tahun, RCTI Cari Kandidat yang Lebih Matang untuk Miss World
Berita Terkini
Selain Ingin Perang...
Selain Ingin Perang di Lebanon Berakhir, Iran Klaim Tak Ingin Kembangkan Senjata Nuklir
Demi Wujudkan Perdamaian...
Demi Wujudkan Perdamaian dengan Iran, AS Terus Tekan Israel
Meski Menang dalam Negosiasi...
Meski Menang dalam Negosiasi dan Perang, Iran: Kita Selalu Hati-hati
Studi: Surplus Ekspor...
Studi: Surplus Ekspor China Kian Tekan Peluang Industri Negara Berkembang
6 Tentara Israel Tewas...
6 Tentara Israel Tewas dalam 3 Hari Terakhir Akibat Sergapan Hizbullah
Meski IRGC Tutup Selat...
Meski IRGC Tutup Selat Hormuz, Perundingan Damai AS dan Iran Digelar di Swiss
Infografis
600 Tentara Korea Utara...
600 Tentara Korea Utara Tewas saat Perang Melawan Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved