Eks Menlu Yordania: Negara-negara Teluk Tak akan Bangun Lagi Gaza Tanpa Pengakuan Negara Palestina

Rabu, 22 Oktober 2025 - 10:03 WIB
loading...
Eks Menlu Yordania:...
Mantan Menlu Yordania Marwan Muasher (kiri) sedang berbicara dalam suatu acara. Foto/cuplikan video
A A A
AMMAN - Bukan rahasia lagi, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump ingin negara-negara Teluk yang kaya minyak berinvestasi besar-besaran dalam membangun kembali "situs pembongkaran" Gaza. Begitulah Trump menyebut Gaza setelah dua tahun genosida Israel terhadap rakyat Palestina.

Namun, mantan menteri luar negeri Yordania dan kini wakil presiden studi di Carnegie Endowment for International Peace di Washington, Marwan Muasher, mengatakan pada hari Selasa (21/10/2025) bahwa negara-negara Teluk bahkan tidak diajak berkonsultasi mengenai masalah ini.

"Pertanyaannya adalah, siapa yang akan membangun kembali Gaza?" ujarnya dalam panel di Carnegie yang menilai langkah selanjutnya di wilayah kantong tersebut.

"Perwakilan negara-negara Teluk berada di kota ini pekan lalu. Saya mendengar langsung dari mereka," tambahnya.

Dia menjelaskan, "Mereka mengatakan tidak ada yang berkonsultasi dengan kami mengenai hal ini. Tidak ada yang meminta kami untuk membangun kembali Gaza, dan tanpa adanya penyelesaian politik, kami tidak tertarik untuk membangun kembali Gaza."

Penyelesaian politik yang benar-benar dapat bertahan harus melibatkan pengakuan negara Palestina bagi 7,5 juta warga Palestina di wilayah penjajahan Israel.

Dan meskipun rencana 20 poin Trump mengisyaratkan aspirasi untuk kenegaraan, pendekatan pemerintah AS yang sangat pro-Israel—yang dipimpin kaum Evangelis Kristen yang tidak menggunakan istilah "orang Palestina"—sangat jauh dari pengakuan negara Palestina, sebagaimana yang telah dilakukan oleh sekutu terdekatnya, Israel.

Knesset Israel telah memberikan suara menentang gagasan solusi dua negara sepenuhnya, meskipun kebijakan tersebut telah menjadi dasar semua negosiasi sejak awal 1990-an.

"Uni Eropa telah menggelontorkan miliaran dolar ke Gaza, hanya untuk melihatnya dibom berulang kali. Uni Eropa tidak akan membangun kembali Gaza. Amerika Serikat tidak akan membangun kembali Gaza," ujar Muasher.

"Ya, akan ada janji, akan ada konferensi, tetapi semuanya hanya di atas kertas. Saya sama sekali tidak optimis bahwa rekonstruksi Gaza, sekali lagi, tanpa adanya cakrawala, akan terwujud," papar dia.

Amr Hamzawy, direktur program Timur Tengah Carnegie, mengatakan Mesir telah meminta AS membantu menyelenggarakan pertemuan puncak rekonstruksi untuk Gaza, tetapi "kondisi politik saat ini (masih) ambivalen, ambigu, dan tidak jelas".

"Kami memiliki rencana rekonstruksi yang telah dikembangkan oleh Mesir dan diadopsi oleh Liga Arab," ujarnya mengenai dokumen yang ditandatangani pada bulan Juli.

Dia mengatakan, “Dan saya yakin ini akan terus menjadi pendekatan holistik untuk merekonstruksi Gaza. Jadi ini bukan masalah kawasan atau Palestina yang tidak memiliki rencana. Rencananya sudah ada. Implementasinya bergantung pada kemauan politik di pihak Israel dan isu rekonstruksi regional dan internasional."

Tidak Ada yang Jelas


Muasher mengaku merasa pesimistis dengan rencana gencatan senjata Trump secara keseluruhan.

"Rencananya jelas di pekan pertama. Sangat jelas, sangat spesifik, dan mereka mengakhiri perang. Bebaskan semua sandera. Selebihnya, tidak ada yang jelas. Siapa yang akan membangun kembali Gaza? Apa yang harus dilakukan pasukan stabilisasi?" tanyanya.

Dia menekankan, "Israel ahli dalam menggunakan ambiguitas untuk mendorong rancangannya sendiri."

Namun, kenegaraan Palestina, katanya, adalah satu-satunya area yang membuatnya merasa penuh harapan.

"(Itu) akan terjadi hanya karena Anda tidak akan menyingkirkan 7,5 juta warga Palestina. Mereka tidak akan ke mana-mana," tegas dia.

"Ada orang lain seperti saya yang tidak percaya solusi dua negara mungkin lagi, tetapi itu bukan intinya. Kenegaraan akan terwujud. Sayangnya, itu tidak akan terjadi dalam waktu dekat," pungkas dia.

Baca juga: Wapres AS Vance Akui Tidak Tahu Siapa yang akan Kelola Gaza di Masa Depan
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Peringatkan AS...
Iran Peringatkan AS dan Israel Jangan Serang Prosesi Pemakaman Khamenei!
Jerman Berani Menolak...
Jerman Berani Menolak Loyal pada AS: 'Sesama Anggota NATO Jangan Mendikte!'
PBB Perkirakan Pembersihan...
PBB Perkirakan Pembersihan Puing-puing Gaza Perlu Waktu Lebih dari 140 Tahun
CIA akan Rilis Berkas...
CIA akan Rilis Berkas Baru Program Pengendalian Pikiran Terkait Nazi
Israel Ngotot Tempatkan...
Israel Ngotot Tempatkan Pasukannya di Lebanon, Suriah, dan Gaza Tanpa Batas Waktu
Kiper Palestina Saleem...
Kiper Palestina Saleem Al-Ashqar Tewas Dibunuh Tentara Israel di Gaza
Sisir TKP Kasus Penganiayaan,...
Sisir TKP Kasus Penganiayaan, Polda Jabar Ungkap Taufik Hidayat Pukul YTR dengan Helm dan Besi
WHO: Gelombang Panas...
WHO: Gelombang Panas Eropa Sebabkan 1.300 Kematian, Terbanyak di Prancis
Media AS Ungkap Israel...
Media AS Ungkap Israel Berencana Bunuh Menlu dan Ketua Parlemen Iran
Rekomendasi
AllianzGI Sebut Pasar...
AllianzGI Sebut Pasar Global Masih Resilien, Seleksi Aset Jadi Kunci di Tengah Ketidakpastian
Ubedilah Badrun: Kritik...
Ubedilah Badrun: Kritik Rocky Gerung pada Tiyo Ardianto Itu Keliru
MNC Sekuritas Berikan...
MNC Sekuritas Berikan Welcome Reward Berupa Special Fee untuk Investor Baru
Berita Terkini
Iran Peringatkan AS...
Iran Peringatkan AS dan Israel Jangan Serang Prosesi Pemakaman Khamenei!
Jadi Anak Presiden dan...
Jadi Anak Presiden dan Jabat Panglima Militer, Jenderal Ini Seenaknya Menutup Media
5 Pemimpin Muslim yang...
5 Pemimpin Muslim yang Jenazahnya Diawetkan sebelum Dimakamkan, Ali Khamenei Paling Lama
Ketika Uang Negara Rp35.914...
Ketika Uang Negara Rp35.914 Triliun Lenyap Dikorupsi sejak 2003
Mojtaba Disebut Tak...
Mojtaba Disebut Tak Akan Hadiri Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei, Ini Alasannya
Komika Turki Ditangkap...
Komika Turki Ditangkap atas Tuduhan Menghina Islam dan Erdogan
Infografis
4 Alasan Palestina Optimis...
4 Alasan Palestina Optimis Akan Segera Menjadi Negara Merdeka
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved