Profil SAHUC, Lembaga Penyelenggara Haji Afrika Selatan yang Diterpa Isu Korupsi
Senin, 20 Oktober 2025 - 12:54 WIB
loading...
A
A
A
Peran yang dipegangnya meliputi akreditasi agen travel, koordinasi kuota, dan komunikasi antara jemaah, biro perjalanan lokal, serta otoritas Arab Saudi. Namun posisi sentral ini kini menjadi sumber kontroversi, karena sejumlah pihak menganggap SAHUC bertindak melebihi mandatnya.
Dua narasi besar bersaing di pemberitaan media-media Afrika Selatan: tuduhan bahwa SAHUC mencoba memonopoli proses haji dan tuduhan penyalahgunaan/ketidaktransparanan dana—versus bantahan SAHUC yang menyatakan bahwa tuduhan itu keliru atau menyesatkan.
Beberapa organisasi, termasuk Sunni Jamiatul Ulama (SJU) yang disebut sebagai salah satu anggota pendiri menuduh keputusan SAHUC untuk mengambil alih peran akreditasi dan koordinasi tanpa konsultasi memecah konsensus internal dan melanggar konstitusi organisasi. Protes publik dan demonstrasi sempat terjadi di beberapa kota.
SAHUC juga diterpa tuduhan skandal keuangan dan permintaan pengembalian dana. Partai oposisi, Democratic Alliance (DA), dan sejumlah pengamat menuntut audit independen terhadap keuangan SAHUC. DA secara terbuka meminta penyelidikan atas dugaan “self-enrichment” dan menuntut agar SAHUC mengembalikan dana jamaah jika perannya menjadi tidak relevan akibat perubahan sistem pendaftaran haji.
SAHUC menolak tuduhan penyalahgunaan dana dan menyebut klaim tersebut palsu, menyesatkan, dan merusak reputasi. Pihaknya juga menyatakan komitmen terhadap perlindungan jemaah.
Dua narasi besar bersaing di pemberitaan media-media Afrika Selatan: tuduhan bahwa SAHUC mencoba memonopoli proses haji dan tuduhan penyalahgunaan/ketidaktransparanan dana—versus bantahan SAHUC yang menyatakan bahwa tuduhan itu keliru atau menyesatkan.
Beberapa organisasi, termasuk Sunni Jamiatul Ulama (SJU) yang disebut sebagai salah satu anggota pendiri menuduh keputusan SAHUC untuk mengambil alih peran akreditasi dan koordinasi tanpa konsultasi memecah konsensus internal dan melanggar konstitusi organisasi. Protes publik dan demonstrasi sempat terjadi di beberapa kota.
SAHUC juga diterpa tuduhan skandal keuangan dan permintaan pengembalian dana. Partai oposisi, Democratic Alliance (DA), dan sejumlah pengamat menuntut audit independen terhadap keuangan SAHUC. DA secara terbuka meminta penyelidikan atas dugaan “self-enrichment” dan menuntut agar SAHUC mengembalikan dana jamaah jika perannya menjadi tidak relevan akibat perubahan sistem pendaftaran haji.
SAHUC menolak tuduhan penyalahgunaan dana dan menyebut klaim tersebut palsu, menyesatkan, dan merusak reputasi. Pihaknya juga menyatakan komitmen terhadap perlindungan jemaah.
(mas)
Lihat Juga :