AS dan Ukraina Tuding China Beri Citra Satelit untuk Bantu Serangan Rusia

Minggu, 19 Oktober 2025 - 12:42 WIB
loading...
A A A
Sehari kemudian, media Ukraina melaporkan bahwa beberapa satelit penginderaan jarak jauh China melintas di atas Ukraina barat bertepatan dengan serangan besar-besaran rudal dan drone Rusia yang berfokus pada wilayah Lviv.

Baik Beijing maupun Moskow membantah tuduhan tersebut. Namun, ini bukan pertama kalinya China dituding membantu Rusia memperkuat kemampuan pengintaian satelitnya yang terbatas.

Pada 2023, pemerintah AS menjatuhkan sanksi terhadap sejumlah perusahaan China karena memberikan citra satelit wilayah Ukraina kepada kelompok tentara bayaran Wagner. Departemen Keuangan AS juga menuduh perusahaan Rusia lainnya telah “membagikan citra satelit resolusi tinggi dari sumber asing kepada militer Rusia.”

Menurut kantor berita Agence France-Presse (AFP), sebuah perusahaan yang terkait dengan Wagner bahkan membeli dua satelit dari perusahaan China, Chang Guang Satellite Technology, yang kemudian dituduh pemerintahan Presiden Donald Trump telah memasok citra satelit kepada kelompok Houthi di Yaman.

Pada April 2024, Bloomberg melaporkan bahwa Washington telah “memperingatkan sekutunya bahwa China meningkatkan dukungannya terhadap Rusia, termasuk dengan menyediakan citra satelit untuk tujuan militer” serta bantuan bagi industri pertahanan Rusia.

Pejabat AS juga menyebut China membantu Rusia memperkuat kemampuan luar angkasanya. Pada September 2024, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengeklaim memiliki “informasi terbaru” bahwa Rusia menerima citra satelit China dari lokasi pembangkit nuklir Ukraina.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jerman akan Beli 50.000...
Jerman akan Beli 50.000 Drone Serang untuk Ukraina
Politik AS Didominasi...
Politik AS Didominasi Manula! Ini Deretan Politisi Tua yang Melebihi Usia Pensiun
Jepang Bentuk Badan...
Jepang Bentuk Badan Intelijen Baru untuk Pertama Kalinya sejak Perang Dunia II, Ini 5 Alasannya
Iran Dituding Retas...
Iran Dituding Retas Jaringan Seluler Timur Tengah untuk Lacak Personel AS
Iran Ejek AS Ngotot...
Iran Ejek AS Ngotot Terapkan Tarif di Selat Hormuz: Biaya 20% Trump Terlalu Mahal
AS Lancarkan Lebih Banyak...
AS Lancarkan Lebih Banyak Serangan ke Iran, Trump Kembali Blokade Selat Hormuz
UE Putar Haluan Kembali...
UE Putar Haluan Kembali ke Pelukan Rusia, Rogoh Dana Raksasa Rp123 Triliun demi LNG
Balas Gelombang Serangan...
Balas Gelombang Serangan AS, Rudal Iran Hantam Pangkalan Militer di Bahrain dan Yordania
Ingin Ambil Alih Selat...
Ingin Ambil Alih Selat Hormuz, Trump: Kita Adalah Malaikat Pelindung
Rekomendasi
Esgin dan Agraus Resources...
Esgin dan Agraus Resources Sinergi Garap Potensi Investasi Hijau dan Ekonomi Karbon
Spanyol Robek Gawang...
Spanyol Robek Gawang Prancis di Babak Pertama, Penalti Oyarzabal Jadi Pembeda
Dituduh Untungkan Spanyol,...
Dituduh Untungkan Spanyol, Kenapa Wasit Ivan Barton Batalkan Tendangan Bebas Prancis?
Berita Terkini
Jerman akan Beli 50.000...
Jerman akan Beli 50.000 Drone Serang untuk Ukraina
Politik AS Didominasi...
Politik AS Didominasi Manula! Ini Deretan Politisi Tua yang Melebihi Usia Pensiun
Jepang Bentuk Badan...
Jepang Bentuk Badan Intelijen Baru untuk Pertama Kalinya sejak Perang Dunia II, Ini 5 Alasannya
10 Danau Terjernih di...
10 Danau Terjernih di Dunia, Nomor 7 dari Indonesia
Iran Dituding Retas...
Iran Dituding Retas Jaringan Seluler Timur Tengah untuk Lacak Personel AS
Iran Ejek AS Ngotot...
Iran Ejek AS Ngotot Terapkan Tarif di Selat Hormuz: Biaya 20% Trump Terlalu Mahal
Infografis
Perbandingan Gaji Tentara...
Perbandingan Gaji Tentara AS dengan Rusia, China, dan Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved