Apa Itu Rudal Tomahawk AS dan Mengapa Ukraina Sangat Menginginkannya?

Minggu, 19 Oktober 2025 - 07:30 WIB
loading...
A A A
The Institute for the Study of War (ISW) memperkirakan terdapat ratusan target militer Rusia dalam jangkauan Tomahawk.

Ukraina berpendapat bahwa kemampuan rudal Tomahawk akan membantu mendorong Presiden Rusia Vladimir Putin untuk menanggapi seruan Trump agar melakukan negosiasi langsung guna mengakhiri perang dengan lebih serius.

Pada hari Selasa, Menteri Luar Negeri Polandia Radoslaw Sikorski berpendapat bahwa Tomahawk bisa sangat efektif karena ukuran wilayah Rusia menyulitkan cakupan pertahanan udaranya.

Apa Saja Kerugiannya dari Sudut Pandang Ukraina?


Tomahawk biasanya diluncurkan dari kapal permukaan dan kapal selam, yang tidak dimiliki Ukraina. Ada varian peluncuran darat yang relatif baru, Typhon, yang jelas lebih cocok untuk Ukraina, tetapi peluncurnya terbatas. Angkatan Darat AS diketahui hanya memiliki dua, meskipun peluncur lain, X-Mav, yang dianggap lebih mobile daripada Typhon, telah didemonstrasikan minggu ini.

Selain itu, jumlah rudal ini relatif kecil, diperkirakan oleh beberapa pakar mencapai 20 hingga 50 rudal. Rudal-rudal tersebut umumnya dianggap paling efektif jika diluncurkan secara salvo, yang akan sulit dilakukan jika jumlahnya terbatas.

Rudal Apa Saja yang Telah Dipasok Sekutu ke Ukraina?


Ukraina saat ini memiliki beberapa rudal yang dipasok oleh sekutu Barat, termasuk ATACMS dan GMLRS buatan AS serta Storm Shadow buatan Inggris dan Prancis. Dari rudal-rudal tersebut, yang memiliki jangkauan terjauh adalah ATACMS dengan jarak 190 mil.

Ukraina juga telah mengembangkan rudalnya sendiri: Flamingo, yang diluncurkan pada bulan Agustus dan memiliki jangkauan lebih dari 1.000 mil; dan rudal antikapal Neptune, yang diluncurkan pada tahun 2015. Versi-versi selanjutnya memiliki jangkauan lebih dari 600 mil.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Sedang Mempersiapkan...
Iran Sedang Mempersiapkan Ujian Besar terhadap Blokade AS di Selat Hormuz
Trump Desak Netanyahu...
Trump Desak Netanyahu Tarik Pasukan Israel dari Suriah dan Lebanon
Biaya Perang AS di Iran...
Biaya Perang AS di Iran Setara Buang Emas Lebih dari 15.000 Kg Per Hari
Blokade Angkatan Laut...
Blokade Angkatan Laut AS terhadap Iran Dimulai Lagi, Kerahkan Lebih Banyak Kekuatan Militer
Taktik Trump Sering...
Taktik Trump Sering Menjiplak Musuh-musuhnya, dari Blokade Laut hingga Tarif Selat Hormuz
Diejek Habis-habisan,...
Diejek Habis-habisan, Trump akan Ganti Biaya Kargo Selat Hormuz 20% dengan Kesepakatan Investasi untuk Negara-negara Teluk
Trump Minta Tarif 20%...
Trump Minta Tarif 20% Kargo di Selat Hormuz, Bisa Kantongi Rp541 Miliar per Supertanker
Iran Retas Jaringan...
Iran Retas Jaringan Seluler Timur Tengah Lacak Militer AS
Makkah Bakal Gelap Gulita...
Makkah Bakal Gelap Gulita di Tanggal Ini, Ada Gerhana Matahari Total!
Rekomendasi
Transformasi Polri di...
Transformasi Polri di Tengah Era Disrupsi Digital
Harga Serat Naik, Pemilik...
Harga Serat Naik, Pemilik Brand Lokal Mulai Menghitung Ulang Pilihan Kainnya
Sinopsis Tobat Jatuh...
Sinopsis 'Tobat Jatuh Cinta' Eps 24: Kampung Sindang Barang Berubah Jadi Kacau
Berita Terkini
Iran Sedang Mempersiapkan...
Iran Sedang Mempersiapkan Ujian Besar terhadap Blokade AS di Selat Hormuz
Trump Desak Netanyahu...
Trump Desak Netanyahu Tarik Pasukan Israel dari Suriah dan Lebanon
Biaya Perang AS di Iran...
Biaya Perang AS di Iran Setara Buang Emas Lebih dari 15.000 Kg Per Hari
IRGC Tegaskan Selat...
IRGC Tegaskan Selat Hormuz akan Tetap Tertutup sampai Kejahatan AS Berakhir
Iran Serang Pesawat...
Iran Serang Pesawat F-18 AS di Pangkalan Azraq Yordania
Operasi Siber China...
Operasi Siber China Diduga Targetkan Uyghur, Tibet, Hong Kong, dan Taiwan
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved