Apa Itu Rudal Tomahawk AS dan Mengapa Ukraina Sangat Menginginkannya?

Minggu, 19 Oktober 2025 - 07:30 WIB
loading...
A A A

Apa Kata Trump soal Penjualan Rudal Tomahawk ke Ukraina?


Trump telah berulang kali mengisyaratkan dalam beberapa minggu terakhir bahwa dia dapat mengirimkan rudal Tomahawk ke Ukraina. Bersamaan dengan itu, pemerintahan Trump telah mengizinkan pembagian intelijen AS untuk membantu Ukraina melakukan serangan presisi terhadap kilang minyak Rusia menggunakan drone dan ATACMS produksi dalam negeri. Serangan-serangan ini telah menyebabkan kekurangan bahan bakar dan kenaikan tajam harga bensin di seluruh Rusia.

Namun, nada damai presiden AS setelah panggilan telepon dengan Vladimir Putin pada hari Kamis menimbulkan keraguan mengenai kemungkinan bantuan langsung ke Ukraina dan memicu kembali kekhawatiran Eropa akan kapitulasi AS kepada Moskow.

Trump mengatakan Putin "tidak menyukainya" ketika dia mengemukakan kemungkinan memasok rudal Tomahawk selama panggilan telepon, sementara juga mengatakan AS tidak dapat "menghabiskan" pasokannya sendiri.

"Kami juga membutuhkannya, jadi saya tidak tahu apa yang bisa kami lakukan tentang itu," kata Trump.

Pertanyaan kuncinya adalah apakah Trump mengumbar prospek memasok rudal Tomahawk untuk menekan Putin, sementara tetap enggan mengambil langkah yang dapat membawa AS lebih dekat ke konfrontasi langsung dengan seorang pemimpin yang masih dia sebut sebagai "teman dekat" tersebut.

Apa Kata Kremlin?


Kremlin mengatakan ketergantungan Ukraina pada Washington untuk pelatihan, logistik, dan intelijen penargetan dalam mengoperasikan rudal Tomahawk akan menyeret AS ke dalam perang dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya, menggagalkan kemajuan yang diklaim Moskow telah dicapai dengan pemerintahan Trump.

Putin sendiri mengatakan pekan lalu bahwa transfer rudal tersebut akan menandai "tahap eskalasi yang secara kualitatif baru", sebuah poin yang digaungkan oleh juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, pada hari Kamis.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Biaya Perang AS di Iran...
Biaya Perang AS di Iran Setara Buang Emas Lebih dari 15.000 Kg Per Hari
Blokade Angkatan Laut...
Blokade Angkatan Laut AS terhadap Iran Dimulai Lagi, Kerahkan Lebih Banyak Kekuatan Militer
Taktik Trump Sering...
Taktik Trump Sering Menjiplak Musuh-musuhnya, dari Blokade Laut hingga Tarif Selat Hormuz
Diejek Habis-habisan,...
Diejek Habis-habisan, Trump akan Ganti Biaya Kargo Selat Hormuz 20% dengan Kesepakatan Investasi untuk Negara-negara Teluk
Jerman akan Beli 50.000...
Jerman akan Beli 50.000 Drone Serang untuk Ukraina
Politik AS Didominasi...
Politik AS Didominasi Manula! Ini Deretan Politisi Tua yang Melebihi Usia Pensiun
Trump Minta Tarif 20%...
Trump Minta Tarif 20% Kargo di Selat Hormuz, Bisa Kantongi Rp541 Miliar per Supertanker
Balas Gelombang Serangan...
Balas Gelombang Serangan AS, Rudal Iran Hantam Pangkalan Militer di Bahrain dan Yordania
Langka! Matahari Tepat...
Langka! Matahari Tepat di Atas Ka'bah Hari Ini
Rekomendasi
Prancis Terhenti di...
Prancis Terhenti di Semifinal, Macron: Terima Kasih Les Bleus
Mensesneg Benarkan Kuntadi...
Mensesneg Benarkan Kuntadi Diusulkan Jadi Calon Jampidsus: Iya, Kalau Berdasarkan Suratnya
Eksepsi Ditolak Hakim,...
Eksepsi Ditolak Hakim, Richard Lee Langsung Minta Penahanannya Ditangguhkan
Berita Terkini
Biaya Perang AS di Iran...
Biaya Perang AS di Iran Setara Buang Emas Lebih dari 15.000 Kg Per Hari
IRGC Tegaskan Selat...
IRGC Tegaskan Selat Hormuz akan Tetap Tertutup sampai Kejahatan AS Berakhir
Iran Serang Pesawat...
Iran Serang Pesawat F-18 AS di Pangkalan Azraq Yordania
Operasi Siber China...
Operasi Siber China Diduga Targetkan Uyghur, Tibet, Hong Kong, dan Taiwan
Blokade Angkatan Laut...
Blokade Angkatan Laut AS terhadap Iran Dimulai Lagi, Kerahkan Lebih Banyak Kekuatan Militer
Taktik Trump Sering...
Taktik Trump Sering Menjiplak Musuh-musuhnya, dari Blokade Laut hingga Tarif Selat Hormuz
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved